Tag Archives: raja ampat

Mencicipi Emperan Raja Ampat

12 Jan
bukti sudah sampai Kab Raja Ampat

bukti sudah sampai Kab Raja Ampat

Lebaran 2013 lalu saya berencana mudik. Rumah orang tua di Kota Sorong, Papua Barat membuat rncana mudik saya harus disiapkan jauh jauh hari. Apalagi kali ini mudik nya atas kemauan sendiri 9of course berarti budget sendiri).
Ada beberapa alternatif transportasi untuk menuju Sorong.  Melalui udara, bisa pilih maskapai Merpati Nusantara Airlines, Sriwijaya Air, Lion Air dan Expressair. Dari pulau jawa bisa pilih titik keberangkatan Jakarta, Jogja dan Surabaya.

Paket paling hemat sampai di Sorong, kalau waktu tidak menjadi kendala Anda, bisa menggunakan jasa PELNI. Harga kelas Ekonomi hanya Rp. 556.Xxx untuk tarif dewasa dari Surabaya, dan sekitar 700an dari Jakarta. Perjalanan normal 3 hari 2 malam saja. Ada juga kapal lain seperti Dobonsolo, Sinabung, dan lainnya saya gak ngerti lagi.

Hasil survey saya akhirnya memilih Sriwijaya Air (sebelumnya selalu MNA), Surabaya-Sorong dan Sorong Surabaya meski akhirnya harus saya reschedule dan ganti rute jadi Jogja-Sorong dan Sorong-Surabaya. Total tiket pertama untuk PP saya bulatkan jadi Rp. 3,200,000 (seharusnya bisa 2,9 tp telat booking, jd uda naik harganya)  setelah ganti route jadi via Jogja,  nambah Rp. 700,000. Itulah kenapa saya gak ganti rute yang perjalanan balik nya (kena nambah 900-1jt an kalo mau mendarat di Jogja) :(.

Saya berangkat sendiri 3 Agustus malam dari Jogja dan tiba di Domine Eduard Osook Airport Sorong pukul 7 Pagi. Transit di Surabaya +/- 30 menit dan di Makassar 3-4 jam, membuat saya mau gak mau sahur di Airport. Jam segitu tidak semua outlet makanan buka. Akhirnya saya memilih istirahat di Starbucks.

Setelah Ramadhan dan tamu-tamu Ied Fitri mulai mereda, saya dan kakak saya Qolbi bersama Bapak berangkat ke Waisai (Ibu Kota Kab Raja Ampat). Kapal menuju Raja Ampat dijadwalkan berangkat pukul 14.00. Jadi kalau Anda menggunakan Sriwijaya, tidak perlu menginap di Sorong bisa langsung berangkat ke R4 (Raja Ampat). Merpati jam tiba di Sorong sesuai jadwal pukul 13.00, saya pikir terlalu terburu2 meski seharusnya bisa terkejar. Asal gak lama nunggu bagasi, asal kendaraannya lancar, asal pesawatny gak delay, de el el.

Kapal ke Waisai ad beberapa macam. Yang kami pakai untuk berangkat ini modelnya kursi kursi seperti Bus. Ad kelas Ekonomi (tanpa AC, letaknya di lantai atas Kapal), VIP dan VVIP. Tiket VIP saat itu Rp. 130,000. Berikut penampakan kapalnya:

sambil nunggu antrian keluar kapal, mejeng dulu

sambil nunggu antrian keluar kapal, mejeng dulu

image

Ini jenis kapal yang cepat. Sekitar 3 jam perjalanan. Pukul 17.00 WIT kami tiba di Port of Waisai, pelabuhan Raja Ampat.

Kapal tampak luar. ini posisi sudah di Port of Waisai

Kapal tampak luar. ini posisi sudah di Port of Waisai

Dejemput dan jalan jalan sore pake Strada oleh Pak Tony. Kami diajak santai sore di Pantai WTC, disambung sholat maghrib di Masjid Raya Raja Ampat . (tentang masjid raya, WTC dan gedung Pari pernah saya posting di https://aqied.wordpress.com/2013/10/15/raja-ampat-tidak-melulu-laut/ )

malamnya, kami diantar ke tempat menginap. karena gelap banget (jalan umum baru dibuka dan masih terus dalam proyek pembuatan jalan) gak banyak lampu, jadi saya tidak tau kalau ternyata tempat menginap kami berhadapan langsung dengan laut.

Listrik disini masih belum cukup memadai.  Jadi banyak yang pasang genset juga. saran saya kalau ke raja ampat, pastikan powerbank, baterai ponsel dan kamera terisi full. Untuk sinyal, tidak perlu khawatir.  Operator merah cukup kenceng kalau sekedar untuk telpon, chatting dan upload foto sesekali.

terlalu gelap membuat malam terasa lebih cepat. usai ngeteh dan santap pisang goreng, kami makan malam. Saya dan Qolbi masuk kamar, sementara Bapak masih ngobrol-ngobrol denga Pak Tony.

keesokan pagi, setelah subuh kami baru melihat sendiri kalau lokasi menginap kami menghadap laut. main main air sedikit, sambil menikmati sunrise.  Kalau biasanya saya suka sunrise dari ketinggian, kali ini saya menikmati sunrise sambil berbasah basahan.

Searah jarum jam dr kiri atas: 1. sunrise depan penginapan, bapak dan qolbi, 2. laut depan penginapan, 3.tempat kita bobo, 4. sunrise saya

Searah jarum jam dr kiri atas: 1. sunrise depan penginapan, bapak dan qolbi, 2. laut depan penginapan, 3.tempat kita bobo, 4. sunrise saya

Puas main air pagi pagi, dan matahari mulai meninggi, kami sarapan dan mandi air tawar (harus banget dijelasin). Lagi-lagi kami berkendara Strada (strada Hitam). Tujuan kali ini lihat ikan ikan di Waiwo Dive Resort.

Waiwo Dive Resort (WDR) merupakan salah satu resort yang cukup bagus di Raja Ampat. Cottage-cottage (saat itu) tanpa AC, memadukan konsep hutan dan laut.  Sekitar Cottage banyak pepohonan (bisa dibilang hutan), meski tetap dengan pasir putihnya, tetapi pemandangan di depan Cottage adalah laut. Tempat makan dan BBQ terletak tepat di depan dan menghadap laut. Kebayang kan gimana asyiknya sruput teh sore-sore menikmati sunset sak mendeme diiringi debur ombak dan belaian angin lembut berpadu udara segar khas laut. Atau mungkin party BBQ hasil laut dengan semilir angin dan sapaan ombak. Kenikmatan setara one million dollar.

Searah jarum jam: 2 foto paling atas: Tempat makan Resort yg langsung menghadap laut, 3. pintu masuk, jd ngelewatin hutan dulu, 4. resepsionis, 5. menuju area dermaga, 6. paket alat snorkel 7. Waiwo Dive Center buat yg mau diving.  ad alat dan instruktur, 8. tampilan resort

Searah jarum jam: 2 foto paling atas: Tempat makan Resort yg langsung menghadap laut, 3. pintu masuk, jd ngelewatin hutan dulu, 4. resepsionis, 5. menuju area dermaga, 6. paket alat snorkel 7. Waiwo Dive Center buat yg mau diving. ad alat dan instruktur, 8. tampilan resort

Menurut saya, untuk ukuran Cottage dengan suguhan pemandangan seperti ini harga yang ditawarkan cukup murah. Pada saat itu untuk wisatawan domestik Rp. 450,000 permalam dan USD 50 atau 55 (lupa). Waiwo Dive Resort juga menyediakan fasilitas Snorkling (yang bisa dilakukan tepat di situ jugaakk) seharga 50,000 dan diving Rp. 500,000 per titik diving ( saya lupa sudah termasuk kapal atau belum). Sejauh yang kami temui, tamu tamu yang menginap disini saat itu turis mancanegara semua.

narsis sek disini, sambil tepe tepe sama ikan. lautnya bening banget, tanpa snorkel pun kelihatan dasarnya

narsis sek disini, sambil tepe tepe sama ikan. lautnya bening banget, tanpa snorkel pun kelihatan dasarnya

Dari dermaga di WDR, Anda bisa menebar remah roti untuk memancing ikan ikan mendekat. Kalau sudah mendekat terus ngapain? ya di ajak foto bareng donk…. Jadi kalau mau langsung nyebur snorkling disini juga bisa, tidak harus sewa kapal dan jauh jauh (kalo males lho yaa). Kalo masih males juga, air laut yang kebangeten jernihnya sudah bisa nunjukkin isi dalam laut tanpa kita perlu menyelam ato ngintip (snorkel). Foto di header saya pun diambilnya di salah satu sudut dermaga WDR (saat itu masih setengah jadi).

Jelang siang, kami ke Pantai Saleo. Sebelum itu kami disarankan Mbak Novi (yang mengantar dan menjadwalkan wisata kami) pakai sunblock SPF 110++ dulu. Thank You, Mbak Novi. Saya aja gak kepikiran :p.

Seri Saleo copy

Qolbi

Qolbi

Pantai ini (saat itu) sepi, seingat saya tidak dipungut biaya parkir dan retribusi masuk tempat wisata. Ada gazebo-gazebo untuk meletakkan bawaan kita, atau untuk yang malas nyebur. Disediakan juga cottage-cottage mini untuk beristirahat. Saya? dengan suka cita langsung nyebur. Disini juga menyediakan sewa alat snorkel. Puas main air, kami makan siang dengan bekal yang kami bawa di salah satu gazebo. penjual makanan di sana sulit dan tidak selalu cocok di lidah (mungkin karena keterbatasan bahan makanan juga yang lebih banyak harus impor dari Sorong). Jadi lebih aman bawa bekal sendiri (lagi lagi ini inisiatif Mbak Novi). bahkan saking langkanya yang jual kelapa (untuk masakan santan), di Pantai kelapa-kelapa yang berserakan diangkut semua di bak belakang Strada. untuk stok masak, katanya.

image

di bak belakang strada bareng kelapa

Setelah itu kami rencananya ingin bebersih diri dari pasir dan air laut, namun ternyata air tawarnya mesti nimba dulu dan sedang dipakai mencuci. jadilah kami hanya mengguyur berapa gayung air tawar, sekedar membilas air laut dan meluruhkan pasir pasir yang menempel saja. Lalu kami pulang dengan duduk di bak belakang Strada (untung pakai mobil ini). Jalanan di Waisai membutuhkan keahlian mengemudi tersendiri. Juga tidak direkomendasikan untuk city car. Sepanjang perjalanan, kami dimanjakan pemandangan laut dan langit yang sama cerahnya. tidak heran begitu menginjak pulau jawa kembali, warna kulit saya melegam sekian tingkat.

sepanjang yang bisa dijepret selama perjalanan

sepanjang yang bisa dijepret selama perjalanan

Siangnya, kami dibelikan tiket oleh Mbak Novi di Pelabuhan. Kapal yang kali ini sedikit lebih lama, tapi instead of kursi, kami disediakan tempat tidur betingkat. Tarifnya Rp. 100,000 per orang. Jika ingin lebih private, bisa sewa kamar (saya gak tau tambah tarif berapa) berisi 1 ranjang tingkat, dispenser air panas dan disediakan Pop Mie per orang nya. Mbak Novi kemudian memesan 1 kamar untuk kami setelah bertemu Pak Tony (hihihi).  Karena kapal masih berangkat pukul 14.00, kami mampir dulu untuk pamitan ke Pak Tony (inisiatif Mbak Novi). Bapak ngobrol-ngobrol, saya dan Qolbi foto-foto geje. Sebelumnya, karena terlihat dari jauh, kami mampir juga ke Gedung Pari, Gedung Balaikota nya Kabupaten Raja Ampat.

image

pemandangan dari dalam kamar

Perjalanan di kapal kali ini lebih lambat, 4 jam perjalanan. Yang unik dan menurut saya inspiring, setiap kapal yang lepas landas selalu diawali dengan Do’a yang cukup panjang dan bagus isinya (saat itu doa dalam agama nasrani). jarang sekali saya mendengar doa persiapan perjalanan yang seperti ini. Biasanya hanya informasi keberangkatan dan basa basi semacam “semoga selamat sampai tujuan”. Seingat saya yang kali ini semua bagian dalam perjalanan didoakan.  Semua faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi perjalanan disebutkan.

Sejau yang bisa dijepret di kapal. *foto tiket cm punya yg tiket berangkat

Sejau yang bisa dijepret di kapal. *foto tiket cm punya yg tiket berangkat

Awal awal dikapal, seru dan seneng. lama kelamaan bosan juga. jadi kami tidur dan baru bangun saat sampai Pelabuhan Rakyat Kota Sorong.

kapal, baru saja berangkat dr Kab Raja Ampat

kapal, baru saja berangkat dr Kab Raja Ampat

yang saya simpulkan adalah, kami berlibur di Raja Ampat bukan pada waktu yang tepat.  Libur lebaran menyebabkan banyak warga waisai  mudik sehingga sulit mencari warung, toko, pasar dan layanan apapun yang buka. Hal ini juga dikeluhkan wisatawan mancanegara, bahkan mereka mengira lebaran Idul fitri sampai hari Senin 😉 . Normalnya, untuk menikmati Raja Ampat, wisatawan perlu menyewa kapal. Pulau-pulau seperti Pianemo, Kri, Mansuar, atau yang paling Dahsyat indahnya (juga jauhnya) WAYAG, masterpiecenya Raja Ampat.

image

Patrick di Pianemo. *sumber foto: instagram @marischkaprue

Kami tidak stay lebih lama di Raja Ampat, juga karena alasan Motoris kapal sedang Mudik.  Jadi saya hanya bisa memandangi Speedboat yang nangkring depan penginapan dengan tatapan sendu (haisy).  Sedangkan tanpa Kapal (dan motoris nya tentunya), kami cuma bisa ublek di Waisai saja.

image

Ah, tak apalah. Saya diberi kesempatan mencicipi emperan Raja Ampat saja sudah merupaka nikmat yang luar biasa besarnya. Menurut yang saya baca di cerita-cerita traveling ke Raja Ampat, perlu sekitar Rp. 6,000,000 kalo gak diving. Itu masih exclude Tiket Pesawat PP dari lokasi asal.  Sementara saya/ selama di Raja Ampat tidak mengeluarkan biaya apapun.  tidak pantas lah buat saya merutuki yang tidak saya dapat. Saya hanya harus mensyukuri yang saya dapat dan itu sudah Jauuuuh dari ekspektasi saya.  Sebagian foto yang saya upload ini SANGAT gak bisa menggambarkan keindahan sesungguhnya yang saya dapat, apalagi Raja Ampat secara keseluruhan. You can ask Google for more fantastic pictures.

Mungkin suatu saat nanti atas ijin Nya saya bisa memantaskan diri menikmati surga dunia-Nya yang jatuh di ujung timur negri ini, sebelah Barat Papua.

Dan akhirnya, ini jadi posting terpanjang saya yang ingin saya tutup dengan kata-kata Kamga

BE CAREFUL, CAUSE INDONESIA IS DANGEROUSLY BEAUTIFUL!!!!

ekspresi lebay pertama kali nginjek tanahnya Raja Ampat

ekspresi lebay pertama kali nginjek tanahnya Raja Ampat

Aqied, berharap tahun ini bisa ke Derawan

*Terima kasih terbesar untuk Pak Tony (atau di Raja Ampat lebih dikenal dengan Pak Nas), Pak Slamet dan Ibu, Mbak Novi dan tim (Driver dan Cook), Bapak dan Qolbi. Semoga Alloh membalas kebaikannya.

*header, gravatar dan favicon  blog ini (saat tulisan ini dipublish) semua diambil saat di Raja Ampat

Travel to Raja Ampat for FREE

10 Nov
image

Saya memeluk pohon kelapa saat menanti sunset di Pantai Waisai Torang Cinta, Kab Raja Ampat agustus lalu

Simpati Lumia dan Tamasya Hati lagi ngadain program photo challenge dg hadiah paket perjalanan ke Raja Ampat. Caranya cukup punya akun instagram, follow akun2 ig dan twitter yg diminta, trus aplot foto sesuai tema, pake caption wajib:

#tamasyahaticm5 bareng @@NokiaIndonesia dan @@Simpati (Caption bebas sesuai TEMA HARIAN) #Lumia1020 #Simpatitraveling #polimolidotcom #travelIndonesia #travelRajaAmpat #ShareTheSun .

Challenge di mulai hari ini dg maksimum aplot 8 malam. Nah, buat yg pernah tanya saya gimana caranya ke Raja Ampat, bisa dicoba koq, guys….
Cukup modal niat aja. Info lebih lanjut bisa follow @tamasyahati ato @nokiaindonesia di twitter.
Kalo Syarat n Ketentuannya lihat di
SINI

So, gak usah mikirin itinerary n bongkar tabungan. Biar penyelenggara aja yg mikir. Kalo emang Anda dijodohkan tiba di Raja Ampat Tahun ini, pasti sampai.
Kalo belum beruntung, yaa namanya jg yg pengen gak cuma Anda….

*foto di atas foto pertama saya untuk challenge hari ini dg tema #SharetheSun

** sedikit cerita saya soal sisi lain raja ampat ada di Mampir Waisai, Ibu Kota Raja Ampat

Raja Ampat tidak Melulu Laut

15 Oct

image

Siapa tidak kenal Raja Ampat. Jika Franky Sahilatua sempat menyebut Papua sebagai Surga Kecil jatuh ke bumi, sungguh benar adanya. Bahkan saya koq yakin Franky membuat lagu itu sebelum mengenal Raja Ampat.
Raja Ampat adl Kabupaten kepulauan hasil pemekaran DATI II Sorong. Dengan usianya yang masih muda ini, banyak sekali pembangunan yang sedang berlangsung. Tim Kemen PU punya banyak PR untuk surga kecil kita ini.

image

Sudut foto dr teras kantor Kemen PU Raja Ampat, jelang 17 Agustus

Sebagaimana namanya, Raja Ampat menyebut dirinya sebagai Kabupaten Bahari. Setuju banget sih, siapa yang masih mau membantah indahnya kekayaan bahari Raja Ampat? Apalagi memang kabupaten ini terdiri dr gugusan pulau pulau.
Saya bersyukur diberi kesempatan Tuhan untuk tak henti berdecak kagum dan terbengong takjub menginjak kedua kaki saya di wilayah ini.
image

Tidak perlu membayangkan saya blusukan mencari keindahan yg ditawarkan disini, karna sesungguhnya saya menginjak tanah dan laut Raja Ampat kurang dari 24 jam. Waktu yang terlalu singkat. Anda bisa simpulkan sendiri bahwa pastinya saya baru sampai di EMPERAN belaka.
Ah, tapi tak apalah. Siapa yang meragukan emperan Surga?
Bicara pesona air dan bawah air raja ampat tidak pernah bisa habis. Seperti yang disampaikan Tuhan, takkan habis Kuasa dan Nikmat Nya jika kita sebagai manusia berusaha menghitung. Anda bisa dapatkan banyak sekali referensi menarik hanya dengan mengetik keyword “Raja Ampat” di segala search engine.
Karna itu, saya mau cerita sedikit saja. Skedar menambah informasi sisi lain dr Raja Ampat yang tidak harus ‘basah’.
image

Saya tiba di Waisai, ibu kota Raja Ampat pukul 5 sore WIT. Dijemput di Port of Waisai dan dengan berkendara Strada, kami diajak mampir santai sore di Pantai WTC, singkatan dr Waisai Torang Cinta.
WTC yang ini menurut saya cukup ramah untuk santai sore. Saat itu sekelompok anak muda sedang bermain bola di bawah landmark “Kabupaten Raja Ampat”. Di sisi lain ada yang sekedar mengobrol.

image

Saya dg latar belakang Pantai WTC

Saya dan Qolbi (kakak saya), apalagi kalo bukan terbengong bengong dan berusaha mendokumentasikan sejauh yg bisa diabadikan kamera ponsel kami.
image

Tarif? Oke saya tidak perlu cerita tarif. Karna disini Anda tidak perlu buka dompet atau rogoh kantong. Bahkan untuk parkir sekalipun. Tapi memang fasilitas pendukung sebagai tempat wisata bisa dibilang tidak ada.
image

image

Qolbi, strada merah, plat merah, jaket merah

image

image

Usaha cari sinyal buat check in 4sq, hahaha

Bagi saya ini benar2 tempat untuk santai sore. Benar2 santai. Perjlanan pulang dari sini, kami melewati pasar. Benar2 melewati karna kami memang tidak berniat berbelanja dan maghrib segera datang.
image

Sebenarnya sapaan pertama selepas meluncur dr Port of Waisai ada di kanan Anda. Yap Masjid Agung Waisai (atau mgkn Masjid Raya Raja Ampat, saya lupa namanya dan memang blm ad papan namanya). Cerita yg saya dengar sekilas dari kepala PU, area masjid ini akan digunakan untuk seleksi MTQ tingkat Propinsi Papua Barat. Memang masjid ini masih tahap pembangunan.

image

Selasar dr bangunan utama ke tempat wudhu

Alhamdulillah, saat maghrib datang kami sempat menikmati sujud di sini. Masjid ini memang masih dalam masa pembangunan. Kondisinya (Agustus2013) masih belum terlalu ready dan sedikit kurang rapi (ada bahan2 n alat2 bangunan karna masih proses,) , namun cukup nyaman bagi kami.

image

Tampak depan

image

Teras

image

Tempat wudhu perempuan

Siapa sangka di Tanah Papua, jatuhnya Surga Keçil, Rumah Tuhan ini yang menyapa kami.
Saya sempat melihat rancangan (gambar arsitek) Masjid ini dan kompleks nya (cukup luas). Sayang sekali karna kami sholat maghrib disini, hari sudah terlalu gelap dan penerangan yg ada tidak cukup untuk menggambarkan masjid luar biasa ini ke dalam kamera ponsel.

Di kota kita mengenal balaikota, di desa ada balai desa. Di Raja Ampat, Waisai tepatnya punya yang dinamakan Gedung Pari.
image

Bagi saya selain bentuknya yang unik, letaknya juga tepat. Terletak cukup tinggi dibanding kantor2 pemerintahan lain, kami bisa melihat jiwa ke-pari-an nya dr sepanjang jalan utama. Bangunan inti yg cukup lebar, dengan buntut panjang.
image

image

Selain itu, dari halaman gedung ini, kita bisa melihat Waisai dan sebagian Raja Ampat.

image

Cucok buat duduk galau, walo panas2 sekalipun

Saya membayangkan jika malam, mungkin lebih indah dr bukit bintang nya Jogja. ;p

image

Nyolong jepret Bapak dan Qolbi yg lagi melayang pandang Kota Waisai from top

Saya yakin sekali gambar gambar hanyalah segelintir kecil dr indahnya ciptaan Tuhan yang terlukis di sana. Apalagi dg tambahan objek gembel berjaket merah yg mungkin merusak mata Anda. Hehehe,,,
Anyway, tetap saya katakan yang terbaik dr raja Ampat tetaplah Lautnya.
Namun sesekali tidak harus basah tidak masalah, bukan?

Akhirnya Mudik Jgaaa

18 Aug

Akhirnya mudik juga…..

image

Entah kenapa saya merasa seperti tidak dlm kondisi sadar saat membeli tiket jurusan Surabaya-Sorong di maskapai Sriwijaya Air.
Bagaimana saya tidak merasa mimpi, sebelumnya saya tidak menyiapkan anggaran khusus mudik. Apalagi saya memburuh belum sampai setahun. Bayangan harga tiket yg pernah mencapai kepala 4 (sudah pasti total angka ad 7 digit), membuat saya g brani2 amat buat iseng pengumuman kemana2 bakalan mudik.
Jd setiap senggang sepanjang akhir juni-juli saya rajin cek harga tiket dr maskapai2 yg mencapai Sorong.
Oya sebelumnya saya jd brani cari2 gara2 kakak saya bilang dia dpt harga JOG-SOQ kurang dr 2 jt. Saya saat itu yg posisi di Jombang berkesimpulan bahwa pasti dr Surbaya lebih murah.
Taraaaaa…. sempat sudah memutuskan buat book maskapai lain. Saat itu yg saya cek Merpati, Ekspressair, dan Lion Air. Harga rata2 mirip. Sriwijaya sendiri beberapa saya cek flight gak muncul hasilnya. Untung saat itu saya blm jd memutuskan karena ATM terdekt gak muncul menu untuk pembayaran maskapai pertama yg akan saya book.
Ternyata ad harga dan jam terbang Sriwijaya yang lebih pas di berbagai sisi. Kurang dr 3jt untuk Round-trip. Alhamdulillah, selisih lumayan jauh dg kalo keberangkatan lewat Jogja.
Tentu saja sebelum benar2 dpat tiket, sya belum berani bilang ortu kalo mo mudik.
.
Manusia berencna namun rencana Nya lebih baik. Pertengahan Juli saya dipindah tugaskn oleh perusahaan ke Klaten Jawa Tengah. Ini berarti penerbagan lewat Surabaya jd gak efisien. Skitar tgl 20an Juli saya pagi pagi iseng telp Call center Sriwijaya untuk cari info kalo rute n pindah tanggal (saya salah memperkirakan tanggal libur perusahaan). Dan ternyata saya hanya dikenakan bea admin 20.000 + penyesuaian harga tiket ke flight baru aja. Yey. Akhirnya berangkat dr JOG deh.
Saya ambil penerbangan jam 20.15 dr JOG. Transit surabaya baru UPG n nggembel sampai pagi baru terbang lagi ke Sorong.

image

Nggembel di Hasanudin

Menurut Bapak saya, memang pesawat klo mau landing di Airport Sorong, mesti nunggu pagi.

image

Landing .!!!

Ternyata benar, penerangan di Airport Domine Edward Osok menggunakan tenaga surya. So, kalo malam gelap gulita. Hehe
Rasanya bahagia sekali bisa sampai rumah ortu yg jaraknya ribuan mil. Masih merasa gak njejak bumi pas sampai disana n melihat nyata rumah beliau berdua. Hahaha norak banget.

image

Saya dan Qolbi di depan rumah Ortu

Ya, orang tua saya memang menetap di Kota Sorong, meskipun secara darah Jawa asli.
Ini ramadhan ke dua saya di Sorong setelah saya ke jawa 2001. Yang pertama adalah 2010.
Cek https://aqied.wordpress.com/2009/09/
Dalam 3 tahun itu ternyata banyak yg berubah.
Selain cuaca yg sedang kurang baik, hujan terus menerus hingga saya gak keluar2 rumah, jg pembangunan segala macam bangunan yg makin banyak. Jujur banyak list yg gak kesampean pas sudah disana.
Saya gak ke Pantai Lido ato tembok berlin. Gak ke Tanjung Kasuari, gak sempet silaturrahim ke teman2 jaman SD, gak nengok sekolah lama, gak makan seafood di rumah makan favorit, coto langganan pas gak jualan, etc…
Tak apalah. Yang kudapat jauh lebih dr itu semua. Atas kuasa siapa saat hari kedatangan saya hujan tidak turun dan langit begitu cerah. Atas kuasa siapa langit begitu cerah saat saya menjemput Qolbi H-1 lebaran.

image

Sesaat sebelum landing di DEO airport

image

Hari menjemput Qolbi

Atas kuasa siapa saat perjalanan kami dr Sorong ke Raja Ampat, hingga saat hari kami bermain di Raja Ampat dan perjalanan kembali lagi ke Sorong, langit begitu cerah. Padahal di luar hari hari tersebut, langit seakan tak pernah habis menyimpan air untuk ditumpahkan.

image

Perjalanan Sorong-Raja Ampat

image

Perjalanan Raja Ampat-Sorong

Atas kuasa siapa begitu banyak kemudahan dr orang orang di sekeliling kami.

image

Waiwo Dive Resort

Allohu Akbar, Tiada pujian selain untuk Mu.
Bukan berarti tidak ad kesulitan atau problem yg didapt. Tp apalah artinya jika kenikmatan dari Nya yg ku dapat jauuuuuh melampaui yang kubayangkan.
La-in syakartum la azidannakum
Maka jadikan kami hamba Mu yang selalu bersyukur ya Rabb….

*saat terpenjara demam di hari libur

%d bloggers like this: