Tag Archives: pantai

Pulau Pahawang Kecil, Lampung

14 Apr

*postingan ini akan lebih banyak bernuansa melankolis ketimbang informatif, berisi nostalgia ketimbang reportase, penuh curhat dan tak menerima debat *

Ada yang kangen mantan?

Continue reading

Parangtritis, 14 Februari

16 Feb

Tidak ada yang istimewa ketika kalender menunjukkan tanggal 14 Februari 2016, bertepatan dengan hari minggu. Mungkin akan lebih terasa spesial jika saja saya masih dalam status pecinta weekends. Kenyataannya saya sudah pas seminggu tidak lagi peduli hari. Ditambah seminggu penuh badan remuk redam karna mondar mandir nonstop.

Membayangkan kalau di luaran sana pasti macet dan rame. Ditambah udara yang panas padahal seharusnya sudah musim hujan. Semakin membuat saya merasa nyaman di rumah saja.

Hey…

Bukankah panas di musim hujan berarti pertanda sesuatu yang istimewa?
Berkali kali berniat catching sunrise atau sunset yang sering gagal karena mendung/hujan. Beberapa kali pula gagal karena tertahan gravitasi kasur dan selimut.

Maka ketika ada ajakan untuk nyanset di Parangtritis, saya hanya perlu waktu berfikir sebentar untuk kemudian memutuskan bergabung.

Saya tidak ingat kapan terakhir kali menjejakkan kaki di pantai selatan ini. Bisa dibilang saya tidak begitu tertarik mantai di sini. Ada banyak alasan yang saya buat. Seperti kata pepatah “sak ombo ombo ne alas, isih ombo alasanmu”. Bahkan saya hampir tidak pernah merekomendasikan pantai ini kepada siapapun.

Namun sore itu ternyata saya harus mengakui. Pantai yang tidak lagi saya anggap asyik ini ternyata menunjukkan pesona nya kala senja. Sang surya berpamitan dari tugasnya dengan cara yang sangat elegan. Membuat saya merasa menyesal melewatkan ribuan sunset di pantai yang hanya 30 menit ngebut dari rumah saya.

Meski Parangtritis terletak di sisi selatan, namun arah pantai sedikit menghadap ke barat sehingga setiap tindak tanduk mentari saat akan undur diri dapat kita nikmati dengan utuh dari pantai ini.

Ramai manusia dari anak anak, abege, hingga dewasa rupanya bisa menjadi foreground apik yang terekam lensa. Seperti bromo, ada juga aktivitas berkuda disini. Jika beruntung, bisa mengabadikan pula aktifitas surfing. Sesekali hilir mudik kereta kuda menggoda ibu jari saya untuk menekan shutter.

Kuda Jingkrak?
Ah, jika waktunya tiba, tak harus di Parangtritis,  tak harus 14 Februari, pasti kan berjumpa dengannya, lengkap bersama penunggangnya.

image

Menuju Cahaya

image

Semakin gelap

image

Saat terang

image

Salah satu teman motret

image

14 Februari, berapa pasangkah ini?

image

Temen motret, all team kecuali saya

image

Berharap bisa motret anak sendiri seperti ini

image

Dear penunggang Kuda Jingkrak, kapan masuk frame?

Pantai Parangtritis terletak di selatan propinsi DI Yogyakarta.

Dengan kendaraan pribadi, dari Stasiun Tugu melalui Jl. Mataram, terus ke selatan maka akan sampai.

Jika menggunakan kendaraan umum, dari mana saja Anda, temukan shelter transjogja terdekat menuju terminal Giwangam, dilanjutkan bus jurusan Jogja-Parangtritis.

Retribusi masuk Pantai ini adalah Rp. 5,000 perorang dan parkir untuk sepeda motor Rp. 3,000.

Tidak diperbolehkan mandi di laut, patuhi semua petunjuk keamanan dan perhatikan tanda bahaya.

Pantai Srau Pacitan, Sunset-Sunrise Sekaligus

4 Oct
nyiur melambai

nyiur melambai

Sebelumnya mau  ngucapin terima kasih dulu buat NX Club Yogya, karena postingan beserta poto-poto di sini gak bakal hadir tanpa keluarga besar pengguna NX ini. Telat banget kali ya, karena explore Pacitan bareng temen-temen NX Club YK ini udah dari bulan lalu tapi baru ketulis sekarang. namapun blogger pemalas. *tabok diri sendiri.

Pacitan selain terkenal dengan Goa nya, sudah pasti pantainya. ada buanyaaaak banget pantai-pantai kece di sini. masing-masing punya nilai kecantikan sendiri. diantara pantai-pantai itu, ada satu pantai yang buat saya sih, paket komplit banget. Yep sesuai judul, ini dia Pantai Srau.

ini pantai yang bisa buat liat sunrise, tapi pas gak waktunya sunrise

ini pantai yang bisa buat liat sunrise, tapi pas gak waktunya sunrise

Pantai Srau ini unik banget. ada sisi yang menghadap ke timur, otomatis ini arah yang pas banget buat nikmatin sunrise. tapi di sisi lain ada yang menghadap ke barat, yang dari sisi ini bisa banget uat melongo liatin matahari tenggelam. Jarang-jarang kan ada pantai yang punya paket komplit begini.

ini sunset nya, salah settingan kamera kayanya. rada gagal

ini sunset nya, salah settingan kamera kayanya. rada gagal

Selain punya dua arah yang sama sama kece, pantai srau ini gak cuma punya pantai berpasir aja. Ada sisi yang berumput dengan deretan nyiur melambai. asyik banget dan bikin inget Pantai WTC (Waisai Torang Cinta) di Raja Ampat. Ada juga karang dan bebatuan yang instagramable bzanget.

wpid-wp-1441097141830.jpeg

ini nyiur melambai banyak di sisi pantai timur

kalo gak cape, dengan sedikit tracking, bisa dapat pantai di cekungan seperti ini. saat itu saya ke sana sabtu sore, dan tetep sepi, jadi berasa pantai pribadi. gak harus turun ke bawah pantai, di bukit-bukitan yang kami treking sedikit ini pun gak henti henti bikin saya teriak kesenengen.

SAMSUNG CSC

SAMSUNG CSC

nih kalo mau treking dikit, kece juga

nih kalo mau treking dikit, kece juga

Pantai landai berpasir putih ini menyuguhkan berupa bentang alam pantai yang dipengaruhi oleh pelarutan batu gamping dan pengangkatan yang masih aktif.batu berlubang, batu di tengah laut, ceruk abrasi, undak pantai dan endapan gisik yang tersingkap merupakan produk dari peristiwa geologi yang dimulai sejak permulaan zaman kuarter (1,8 juta tahun yang lalu) hingga sekarang.

karang bolong

karang bolong

inih ceruk yang berasa pantai pribadi

inih ceruk yang berasa pantai pribadi

Sedihnya sih, waktu itu kami di sana pas sunset aja. Jadi berhubung saya yakin banget kalo sunrise di sini bakalan kece, saya pingin banget suatu saat nanti nge camp disini. biar bisa dapat sunset dan sunrise sekaligus. ada yang mau ngajakin atau sponsorin? *ngarep dengan wajah melas

sendirian?

sendirian?

 *buat kamu pengguna kamera Samsung NX tipe berapapun dan apapun, jangan lupa follow akun resmi NX Club Yk di Instagram untuk dapat update kegiatan. karena ke depannya bakal event2 seru gini bakal rutin bareng sesama pengguna kamera Samsung NX dan selalu free.

Seruling Samudra di Pantai Klayar

18 Feb
hello, holiday

hello, holiday

Agak kurang menyenangkan memang kalo long weekend di tanggal yang kurang tepat. Seperti bulan ini, ada long weekend di tengah-tengah bulan yang bagi pecinta tanggal 25 (baca: saya), malah tanggal miskin-miskinnya.
Bagi sebagian kita, mungkin ada yang lebih suka beristirahat dengan tenang di rumah, berkumpul dengan keluarga, membaca buku, memonton film, dsb. Sebagian lagi suka berjalan-jalan di pusat perbelanjaan, hunting-hunting diskon, atau sekedar window shopping dan nyegerin mata. Sebagian lagi pengen jalan-jalan dan nyegerin mata, tapi pengen saldo di rekening tetap terjaga. Nah, saya lebih seringnya jadi sebagian yang disebut terakhir ini. Biasanya saya pilih jalan-jalan yang gak banyak ngeluarin ongkos fix. jadi ongkos lain2nya bisa ditekan. salah satunya, Pantai.

pantaaaaiiiiii

pantaaaaiiiiii

Meski saat touring saya ke pantai kece ini bukan long weekend, mungkin bisa jadi tambahan referensi buat yang punyabtipe-tipe liburan seperti saya. Hitung-hitungan budget saat itu sudah saya share lengkap di postingan lama. Tema kami kala itu Fun Camp Klayar under 50K.

waktu itu nge blog di sini jadi 1 postingan

waktu itu nge blog di sini jadi 1 postingan

Kenapa Pantai Klayar? Well, Pacitan Jawa Timur memang memiliki banyak pantai. Ada Pantai Srau, Banyutibo, Buyutan, dan masih banyak lagi. Letaknya juga berdekatan kalau memang mau ditarget susur pantai sampai habis. Kali ini fokus ke Klayar dulu aja ya, karena yang lainnya masih belum pernah saya datengin. Hehe
Untuk bisa dapat sunrise dan sunset sekaligus, pilihan paling bagus ya menginap. Jadi tiba di pantai siang atau jelang sore, sambil menunggu saat-saat sunset. Kemudian malam beristirahat untuk memulihkan tenaga setelah perjalanan. Pagi bisa siap siap menjemput sunrise.

tenda oranye

tenda oranye

Untuk camping di Klayar, tidak ada biaya khusus. Jadi cukup datang dan bayar uang masuk. Ada beberapa pilihan untuk spot mendirikan tenda. Bisa di bagian bawah yang langsung menghadap pantai. Sebaiknya cari tanah yang lumayan keras, karena kebanyakan di area ini berpasir. Ada juga tebing sisi yang dekat dengan seruling samudra. Tapi untuk menuju sisi yang satu ini, cukup lumayan juga jalannya. Sisi satu lagi yang menurut saya paling asyik, di tebing sebelah kanan. Lokasinya sedikit mendaki, namun tanahnya cukup enak untuk mendirikan tenda. Di jam-jam normal (pagi-sore) bahkan ada warung kopinya. Di sini lokasi kami mendirikan tenda. Tidur dengan ninabobo debur ombak sangat menenangkan, bukan?

di nina bobo ombaks

di nina bobo ombaks

Tidak afdhol rasanya kalau sudah di pantai tapi tidak tersentuh air. Sayangnya seperti tipikal pantai selatan pada umumnya, berenang dan mandi-mandi tidak disarankan. Lagipula pada saat-saat tertentu, ombak ternyata cukup besar juga. Jadi cukup bermain-main di pinggiran saja, berfoto atau sekedar iseng ciprat-ciprat ke kawan seperjalanan. Yang begini cukup bikin gak terasa sudah berjalan cukup jauh hingga dekat dengan lokasi seruling samudra. Kalau merasa terlalu lemas, terlalu panas, atau terlalu malas untuk menyusuri pantai dari area masuk hingga seruling samudra, bisa ngojek pakai ATV.

tetep main air

tetep main air

Pantai Klayar memiliki aneka batu-batuan yang terbentuk dari proses geologi. Kabarnya higga kini masih ada aktivitas pengangkatan tektonik, sehingga menghasilkan pemiringan lapisan kerak bumi skala kecil dan endapan gisik. Satu yang tidak ada duanya di pantai ini, akan ada lengkingan akibat ombak yang membentur bebatuan, kemudian menyembur melalui celah retakan di tengah-tengah bebatuan serupa geiser. Fenomena ini yang kemudian disebut Seruling Samudra.

area seruling samudra

area seruling samudra

Tentu saja bisa berfoto di sini. Namun karena pastinya banyak pengunjung yang juga ingin berfoto di lokasi ini, bisa dibilang cukup ngantri. Belum lagi ditambah setiap akan berfoto harus menanti-nanti cemas ombak yang datang demi dapat semburan cantik. sayangnya saya gak bisa banget deh motret pas adegan keren ini (fotografer abal abal). Tak apa. Tidak tersimpan di kamera bukan berarti tidak tersimpan di hati, bukan?

 

tigasopir katanya sih

tigasopir katanya sih

jalannya lumayan jauh sik

jalannya lumayan jauh sik

pasir, air, batu

pasir, air, batu

Pantai Gelasong Utara, Sulawesi Selatan

21 Jan

Udah tau Sofyan, kan? buat yang baru baca bisa kenalan dulu sama di postingan tentang perjalanannya ke Rammang-Rammang. Hidden Paradise yang ngumpet di salah satu sudut Sulawesi dengan batuan Karst dan sungai nya yang #ihwaw banget (culik istilahnya mbak nisya ).

Kali ini sama seperti di posting Rammang-rammang, text dan foto ditulis sendiri oleh Sofyan.

Keesokan  harinya, selepas dari Rammang-rammang, perjalanan dilanjutkan ke Pantai Galesong Utara di daerah Takalar. Ga nyangka aja kalo akses jalan yang sempit di tengah perkampungan seperti ini ada bangunan hotel yang mewah bergaya eropa.Jadi kelihatannya, hotel inilah yang punya pantai. Hotelnya juga punya kamar standar yang harganya sekitar Rp 400.000 – 500.000an. Namun jika hanya masuK, tanpa menginap cukup mmbayar karcis Rp 30.000,- per orang.

Di dalamnya sudah tersedia beberapa fasilitas permainan outbond anak, kolam renang, kafetaria, banana boat, dan jetski.

 gelasong 1

 

Jadi disetiap sudut hotel ini banyak patung ala eropa. Sementara interior hotelnya eropa klasik, lengkap dengan beberapa lukisan yang kisahnya diambil dari Injil. Karena lagi rame, jadi ga boleh masuk hotel sembarangan.

Bisa dibilang hotelnya kayak resort gitu. Cuma ga punya spa dan sebagainya. Pantai Galesong Utara cocok banget buat liburan keluarga. Karena aksesnya yang cukup dekat jadi setiap hari libur pasti padat banget, apalagi kolam renangnya.

 gelasong 2

Sebenarnya sih, garis pantai di Takalar cukup panjang. Tapi sayangnya tidak terawat dengan baik. Sampah masih jadi masalah besar di sini. dan untuk pengusaha hotelnya, Social Responsibility nya kurang banget. Masih banyak yang perlu dibenahi, terutama masalah sampahnya. Please stop nyampah

**fotonya ga terlalu banyak karena kebanyak main air. Kasian kalo ipadnya kecebur di kolam ato di pantai hahaha

Fun Camp Klayar Under 50K

16 Dec

image

image

Lagi-lagi kali ini saya dan teman-teman JJC membunuh akhir pekan bareng. Tujuan utamanya sih nge camp di Pantai Klayar, Pacitan, Jawa Timur. syukur-syukur bisa dapet Sunset dan Sunrise sekaligus. Meski dengan keadaan cuaca yang seperti sekarang ini, kami gak banyak ngarep sih bakal dapat duo pemandangan spektakuler itu.

Berhubung lagi-lagi kami touring bersepeda motor dengan peserta 11 orang, plus harus bawa perlengkapan nge camp yang rada rempong buat diselip-selipin di sepeda motor, kami gak banyak mampir. kalo diringkas ya perjalanan kami jadinya gini nih:

Hari I —-> Perjalanan Klaten-Pacitan, Goa Gong, Klayar

Hari II —-> explore Klayar dan perjalanan Klayar-Klaten (khusus saya langsung lanjut Jogja)

Karena musim dan cuaca yang mancing sakit, plus perjalanan touring pastinya butuh fisik sehat, kami udah ancang-ancang saling ngingetin buat jaga kondisi badan. Gak ada deh malem-malem ngangkring bareng pulang kerja dan kegiatan begadang skip total (walo aslinya tetep gak bisa, hahahaha).

Sabtu pagi, kami berangkat dari daerah Pedan, Klaten menuju Pacitan. Rutenya gampang aja. Pokoknya ikutin aja arah ke Wonogiri. Setelah di Wonogiri nya, tinggal pake tombol bantuan “ask the audience” alias nanya orang arah ke Pacitan.

gak jauh setelah ninggalin Pacitan, nanti bakal mulai  ada dan sering banget ada papan penunjuk arah Pantai Klayar dan Goa Gong. ikutin aja. Berhubung saat itu masi siang, jadi mampir dulu ke Goa Gong. Makin bikin penasaran sih karna jalanan jd rame n macet di depan Goa ngehits ini. Nanti saya posting terpisah deh. Penampakannya seperti ini nih:

image

Warna warni nya dari lampu

Dari Goa Gong, kami lanjut Pantai Klayar yang gak jauh jauh amat tapi cukup jauh juga sih. Medannya nanjak turun standar gak yg bikin cape cape banget. Jalanan banyak yang udah bagus dan halus. Sebagian masi proses ngaspal.

Sampai di Klayar, makan dulu dari bekal yang kami bawa, lanjut naik salah satu tebing buat ndiriin tenda. Sayangnya karna mendung dan hujan terus sunset maupun sunrise banyakan ngumpet di balik awan.

image

Gak dapet sunrise

Paginya, kami sarapan di salah satu warung, trus explore pantai sampai ke lokasi ngehits nya. SERULING SAMUDRA. Nanti aja saya bahas sendiri ya biar banyak postingan. Selesai explore pantai, bersih bersih, lanjut pulang.

image

Tebing deket kami ndiriin tenda

Total pengeluaran kami kira-kira gini:
Retribusi masuk Goa Gong @Rp. 5,000 x 11 –> Rp. 50,000 (minta korting, tdk ada biaya parkir)
Retribusi Pantai Klayar ber 11 Rp. 30,000 (sudah termasuk nginep n ndiriin tenda)
Retribusi Area Seruling Samudra ber 11 Rp. 10,000 ( harga normal.@Rp. 2,000)
Beli Air minum, kopi, mi instan, makan, dll Rp. 150,000.
Total di share ber 11 jatuhnya +/- Rp. 22,000.
Untuk bensin dengan rute Klaten-Wonogiri-Pacitan, cukup 2 x @Rp. 26,000.

Bisa banget ternyata duit merah selembar nyisa buat perjalanan seru m nyenengin. Plus gak perlu galau malam mingguan. Hehe

image

Lovely trip with lovely travelmates

Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur

24 May

Saya menghabiskan masa kecil di Sorong, sebelah barat Papua. Surga kecil yang diturunkan Tuhan ke bumi, demikian menurut Franky Sahilatua. Sorong itu dimana? Tengoklah peta pulau Papua yang berbentuk seperti burung. Bagian pucuk kepala, itulah dia. Sisi terbarat Papua. Disekelilingnya terdapat pulau-pulau kecil yang indah. Bahkan lagu Franky yang menyebutkan Papua sebagai surga kecil dibumi itu, sebelum Raja Ampat setenar ini.

 

Tanjung Kasuari Sorong, Papua (yang sempet saya bilang jelek dan kotor), 2010

Tanjung Kasuari Sorong, Papua (yang sempet saya bilang jelek dan kotor), 2010

Tana Papua tanah yang kaya.

Surga kecil jatuh ke bumi

Pantai yang pernah saya kenal sejak kecil adalah pantai-pantai khas Papua. Tenang, biru, pasir putih, lambaian kelapa, disertai angin dan aroma samudra yang berpadu lembut. Saya terbiasa dengan definisi pantai yang seperti itu. Bahkan pantai yang saya anggap jelek dan kotor sekalipun. Sampai pada suatu masa saya mulai menetap di pulau Jawa. Di sisi yang tidak dekat dengan pantai, dan cukup lama tidak ke pantai.

Saleo, Raja Ampat.

Saleo, Raja Ampat.

Jumpa pertama saya dengan pantai di Jawa membuat saya terkejut. Ya, mungkin saya mengunjungi tempat yang salah. Baru saat itu saya tau ada pantai yang pasirnya tidak puti, airnya tidak biru, aroma amisnya menusuk. Alih-alih bias menenangkan diri berkawan debur ombak dan belaian angin dari samudra. Saya terpaksa membiasakan diri di tengah keramaian manusia. Pantai perta ayang saya kunjungi penuh pengunjung, pencari nafkah, dan segala lapak sana sini.

Kecewa? Pasti

Setelah itu, saya tetap rajin menyambangi beberapa pantai. Tentu tak lagi dengan ekspektasi berlebihan. Berharap masih dapat menemukan pantai yang memenuhi definisi pantai semasa kecil saya dulu. Pada pertengahan tahun 2013, saya berkesempatan menjejak dan mengintip sebagian kecil dari emperan Kabupaten Raja Ampat di sela-sela perjalanan mudik saya. Mudik kali itu membuat saya semakin merasa tidak bias menemukan perbandingan alam laut Papua di pulau yang saya diami, Jawa.

tangan saya udah kaya pakai sarung tangan :(

tangan saya udah kaya pakai sarung tangan 😦

April 2014, itu kali pertama saya menjumpa pantai lagi sepulang dari Papua. Anggapan saya seketika runtuh ketika bertemu pantai indah, mungkin inilah surga kecil yang Tuhan titipkan di tanah Jawa, pantai-pantai di TN Meru Betiri.

Foto Panorama Teluk Ijo

Foto Panorama Teluk Ijo

Biru dan hijau tosca laut bagai sapuan kanvas terindah dari Tuhan, menyapa kami di Green Bay alias Teluk Ijo. Salah satu pantai di TN Meru Betiri yang dapat kami capai dengan berperahu dari Pantai Rajegwesi. Putih pasir dan lembutnya menyamankan kaki siapa saja yang menginjak, beralas kaki ataupun tidak. Hamparannya yang berkilau di bawah matahari, menghasilkan paduan apik dengan warna laut. Debur ombak yang melewati karang-karang di kanan dan kiri Teluk Ijo, tidak mudah di dapat di pantai lain. Penampakannya serupa air terjun mini. Selama berperahu, kami diiringi ukiran tangan Tuhan pada tebing-tebing disisi laut.

#sikilfie

#sikilfie

“Phi Phi Island KW” Kata teman seperahu saya.

pasirnyaaaa

pasirnyaaaa

Berperahu selalu mengasyikkan. Tak hanya indra penglihatan saja yang dimanjakan. Suara debur ombak yang mengiringi, lebih indah dari alunan music apapu. Angin dan aroma laut yang kental, memanjakan indra lainnya pula. Betapa tak sopannya saya yang sempat tak percaya bahwa masih ada, pantai indah titisan surga kecil Tuhan di pulau Jawa ini.

it's okay to be geseng in Green Bay

it’s okay to be geseng in Green Bay

Satuan waktu apapun berapapun, tak akan pernah cukup untuk mengagumi kuasa Tuhan. Kau tau, alam selalu punya kejutan untuk kita, dengan cara yang tak pernah sama.

Pantai Rajagwesi, foto panorama

Pantai Rajagwesi, foto panorama

Sayang, kami harus segera bergegas. Ada lukisan alam dahsyat yang sudah menanti kami di sisi lain TN Meru Betiri. Kanvas aneka warna senja telah siap dibentangkan kala kami tiba di Pantai Sukamade. Tepat dibentangkan saat kami usai melepas tukik-tukik kecil menuju hidup baru mereka.

bentangan kanvas warna senja pantai Sukamade

bentangan kanvas warna senja pantai Sukamade

Pantai Sukamade, untuk mencapainya kami harus siap terombang ambing di dalam Jeep yang melaju di medan off road, bahkan menyebrangi sungai. Dengan aneka tumbuhan besar di kanan dan kiri, sesekali beberapa banteng menampakkan diri. Perjalanan yang cukup seru serupa yang biasa saya lihat pada iklan-iklan rokok.

wpid-bkizah0ccae37dk.jpg

foto dari akun twitter @sudutindonesia

Sore hari di pantai ini, pengunjung dapat mengantar langkah-langkah kecil tukik menuju laut. Jika malam tiba, dapat pula menyaksikan mama-mama penyu bertelur.

go run run

go run run

“selamat menempuh hidup baru” bisik saya pada tukik kecil. Tukik yang kemudian saya biarkan langkah-langkah kecilnya meninggalkan jejak mungil pula, menjauhi kami, menjemput hidup baru dengan menghampiri laut dan lukisan senja.

selamat jalan, tukiik

selamat jalan, tukiik

 

Sunset usai melepas tukik

Sunset usai melepas tukik

Pantai Sukamade dan Teluk Ijo hanya dua dari beberapa pantai-pantai indah tersembunyi dalam area TN Meru Betiri. Masih ada Pantai Nanggelan, Bande Alit dan mungkin nama-nama lain atau tak bernama yang belum sempat saya kunjungi tuk kagumi. Kalau begini, bagaimana mungkin saya tak makin cinta dengan Indonesia?

"travel through the worl and see how He began creation " Al Ankabut 20

“travel through the worl and see how He began creation ” Al Ankabut 20

*teks dan foto oleh Aqied

IMG_6233

*isi posting ini sudah pernah dipublikasi dalam kicau bersambung akun microblog saya twitter @aqied, Rabu 21 Mei 2014, dengan sedikit penyesuaian.

*informasi mengenai pantai Bande Alit dan Pantai Nanggelan saya dapat dari akun follower twitter @justlocalview

 

%d bloggers like this: