Tag Archives: kopi

Cara Membuat Capuccino Homemade

20 Apr
image

Capuccino with thick foam

Membuat cappuccino rumahan?

kenapa tidak?

Tentunya menyenangkan bukan dapat menikmati minuman ala coffeeshop di rumah sendiri. Apalagi bisa menghidangkan varian minuman istimewa ini saat coffee break bareng keluarga dan orang orang tersayang.

Cara yang saya sampaikan di sini berdasarkan percobaan saya sendiri di rumah dengan alat seadanya. Sudah jelas mungkin akan sangat jauh dengan standar ideal pecinta capuccino atau coffee latte di luaran sana. Tapi bisalah dipertimbangkan untuk menjadi selingan variasi minuman rumahan.

image

Percobaan pertama

Continue reading

Advertisements

Java Coffee Town, Ngopi Cantik di Jogja City Mall

17 Apr

Ada kalanya kita butuh sekali kali ngopi cantik di mall. Ada banyak pilihan coffeeshop terutama coffeeshop franchise yang biasanya gak absen di segala mall. Tau sendiri bagaimana rate harga di sana, jadi adanya Java Coffee Town di Jogja City Mall ini bener-bener angin segar buat saya.

image

Harga yang ditawarkan di coffeeshop ini cukup terjangkau apalagi untuk ukuran coffeeshop di mall. Kopi dan minuman yang disediakan pun cukup variasi dengan meja bar terbuka. Jadi pengunjung dapat melihat proses pembuatannya.

Continue reading

Klinik Kopi, Yogyakarta

26 Mar

*bersihin sarang laba-laba di blog

lama juga ngilangnya yak. Jadi ceritanya hampir semingguan kemaren saya gak berani pergi-pergi keluar rumah. Jajan atau makan di luar pun gak pernah. makanya instagram saya isinya cuma di rumaaaaah terus. Penyebabnya adalah awal pekan lalu, alergi saya kumat dan akibatnya saya jd gak berani dulu jajan di luar dan milih buat masak sendiri terus di rumah. plus lagi gak berani makan protein hewani sampai reaksi alergi saya berhenti.

Klinik kopi buka coffeeshop yang dekat dari tempat tinggal saya. apalagi bagi saya yang kelamaan anteng di rumah, plus anaknya malesan keluar-keluar kalo long weekend gini. Jogja lebih sering macetnya musim-musim begini. Tapi ketika mas iqbal ngabarin di grup kalo sore mau ke klinik kopi, saya langsung mau banget gabung. Udah luamaaaaa bzangeeet saya penasaran banget sama coffeeshop yang dirating 4,5 oleh tripadvisor ini, padahal coffeeshop ini kalo saya bilang ‘menabrak’ kebiasaan coffeeshop pada umumnya.

Continue reading

Seduh Sesukamu di Dongeng Kopi Jogja

1 Mar

(salah satu spot di DOngeng Kopi Jogja)

Di antara beribu ribu coffeeshop di Jogja, ada satu yang bikin saya pengen balik terus dan harus pagi pagi. Sedikit aneh memang. Biasanya coffeeshop akan ramai di usai jam kerja atau waktu senggang. Namun khusus untuk Dongeng Kopi Jogja ini, saya lebih suka datang pagi.

Continue reading

Porlex Mini untuk Pecinta Kopi

13 Dec
welcome home, Porlex mini

welcome home, Porlex mini

Sebagai yang ngaku-ngaku cinta kopi, rasanya bakal bertepuk sebelah tangan banget kalo gak dicinta balik sama kopi. Selain itu koq ya abal abal banget ngaku cinta kopi tapi gak punya alat kopi sama sekali. Rasanya cinta saya semacam dusta aja gitu kan yaa. Untuk itu dengan mengencangkan ikat pinggang akibat godaan berbagai online shop alat kopi yang sebelum-sebelumnya cuma bisa saya pandangi dalam diam dan kejauhan, saya kuatkan diri buat meminang satu alat penting untuk ngopi. Porlex Mini buatan Jepang sebagai hand grinder manual pertama saya.

kopi hitam tanpa kamu

kopi hitam tanpa kamu

Continue reading

Warung Kopi Sidomuncul Hotel Tentrem Yogyakarta

23 Nov

SAMSUNG CSCNusantara memiliki aneka kopi dengan berbagai cita rasa. Aneka cara menikmati kopi pun semakin beragam. Tidak heran tempat-tempat menikmati kopi juga kian menjamur. Dari berbagai kelas, style, dan kelebihan-kelebihan masing-masing yang ditawarkan. Ngopi sudah bukan lagi sekedar melepas dahaga atau mengusir kantuk. Banyak hal yang bisa dibicarakan, bahkan sebuah keputusan project besar bisa lahir dari lobi-lobi di depan cangkir kopi.

Coffee Talk

Coffee Talk

Berbagai pemain bisnis coffee shop beradu dalam persaingan. Menawarkan jenis-jenis kopi dan aneka mix and match, juga kelihaian barista. Franchise internasional yang berhasil menarik penikmat kopi atau sekedar pecinta aktivitas ngopi-ngopi cantik. Pemain lokal juga turut beradu dengan memilih nama-nama yang terkesan internasional atau bahasa asing. Lihat saja beberapa coffee shop bernama asing, ternyata milik lokal. Menu-menu yang disajikan pun menggunakan nama-nama yang bukan berasal dari bahasa negri ini.

SAMSUNG CSC

Di tengah ramainya hits nama-nama dengan bau asing, Hotel Tentrem menawarkan tempat ngopi asik dengan nama lokal yang bagi saya malah memberi kesan sangat dekat dan bersahabat.

SAMSUNG CSCYap, ini dia “Warung Kopi & Teh Sidomuncul” yang hadir di salah satu Hotel Yogyakarta. Nama yang sangat memberi kesan bersahabat dan ramah bagi saya, mengingat letaknya dalam sebuah hotel di Yogyakarta. Menawarkan ragam menu tak hanya kopi tapi juga minuman-minuman tradisional. Tidak hanya bahan dasar rempah nusantara, nama menu pun menggunakan nama-nama lokal. Harga? jangan dikira karena di hotel berbintang 5 menjadi tak bersahabat. Tak percaya? coba lihat menu-menu dan harga yang ditawarkan Warung Kopi Sidomuncul Hotel Tentrem Yogyakarta ini:

SAMSUNG CSC

SAMSUNG CSCSelain menu dan harga yang bersahabat bagi saya, porsi untuk masing masing menu pun sangat berkesan bagi saya. Saya yang suka minum, lebih sering harus order lebih dari satu menu karena rata-rata porsi standar ngopi ya segitu-gitu saja, kecuali kalau kita order yang size nya Large dan coffee shop nya memang menyediakan bermacam ukuran. Nah, Warung Kopi Sido muncul Hotel Tentrem Yogyakarta ini menyediakan porsi yang lebih besar dari kebanyakan warkop.

SAMSUNG CSC

Capuccino dan Es Buah

Yang suka bikin betah ngopi itu kadang gak cuma faktor kopi atau apa yang diminum saja. Ada faktor lain misalnya temen ngopi, dan suasana. Well, saya gak mau bahas temen ngopi karena itu terserah siapa aja yang bakalan ngopi di Hotel Tentrem ini.

SAMSUNG CSC

Soal suasana, Warung Kopi ini Juara banget. Terletak satu lantai dengan Lobby Hotel dan suasana outdoor, perfect untuk santai sore. Bersahabat buat yang datang sendiri maupun ramai-ramai. Belum lagi ditambah interior maupun eksterior Hotel Tentrem yang sulit banget buat nahan diri. Iya nahan diri buat gak Selfie.

SAMSUNG CSC SAMSUNG CSC SAMSUNG CSC SAMSUNG CSC SAMSUNG CSC

Jadi, Kapan Kita Ngopi?

*Warung Kopi Hotel Tentrem Yogyakarta terletak di Lantai Lobby Hotel Tentrem Jl. AM Sangaji No. 72 A Yogyakarta 55233
Phone : +62 274 641 5555
Fax : +62 274 641 5588

*Warung Kopi Hotel Tentrem Yogyakarta buka setiap hari pukul 15.00-23.00 WIB

*Menu Terfavorit: Jahe Gendeng. Tapi menurut saya lebih enak Berkah Pangestu sih. selera yaa

 


image

Apa karna porsinya kurang besar?

Kopi Hitam Tanpa Kamu

11 Jul

Malam berbintang dengan bulan malu malu di balik awan.

Kopi di hadapanku dalam cangkir hitam.

Asapnya antarkan aroma, gelitik indra penciumanku.

Membuatku tertegun. Ada memori yang bangkit bersama harum kopi ini.

Mungkin aku tak selalu ingat parfum favoritmu bahkan tak ingat apakah ada memori yang lekat dengannya.

“Kamu payah terhadap detail” katamu.

Namun aroma dari cairan hitam pekat di hadapanku ini, tak bisa tidak selalu memanggil kembali ingatanku tentangmu.

Cangkir itu masih penuh.

Entah mengapa gumpalan halus asapnya menarik perhatianku.

Hei, mengapa asap itu membentuk wajahmu?

Ataukah memang kau sedang turut menikmati cangkir kopi mu di hadapanku seperti kita dulu?

Perlahan ku raih cangkir hitam. Menyesap nikmat dalam setiap tetes yang juga hitam.

Tertinggal ampasnya di dasar cangkir.

Bersama nikmat yang mengalir di kerongkongan, aku memejamkan mata.

Mendadak sesuatu yang lirih berbisik di telingaku.

Aku tersentak

Suaramu kah?

Aku membuka mata

Aku panik

Menoleh ke kanan ke kiri, mencari-cari.

Tak ada siapa pun.

Hanya desir angin malam kah?

Hanya aku dan cangkir kopi ku.

Mataku menangkap sesuatu yang ku kenal dalam cangkirku yang kosong.

Ah, rupanya kau ada di sana.

Siluet senyummu terbentuk sempurna di dasar cangkir.

Meski dari ampas kopi.

image

Weekend Absurd

7 Mar

Pernah banget saya mengalami 7 hal absurd dalam sehari yang saya jadi korban ke absurd an saya sendiri.
Kali ini lagi lagi saya pengen posting hal-hal absurd yang saya temui weekend kemarin.

1. Percakapan Absurd Rumah Sakit

Weekend lalu saya sempat ke salah satu rumah sakit swasta di tengah kota Yogyakarta. Karena beberapa hal, saya sempat stay beberapa jam di sana. Hawa rumah sakit sih di mana-mana sama ya. Yg beda disini saya ketemu perawat2 unyu. (Gak sempet potoooo T_T)
Perawat disini ad 3 macam. Berseragam batik, berseragam putih, dan berseragam biru. Salah satu dr seragam itu adl perawat asli rumah sakit tsb. 2 sisanya perawat praktek dr kampus kampus.
Awalnya sih lucu2 aja ya ngeliatin mereka gitu (cowo semuaa). Kadang benerin rambut mw dijambul2in gitu. Kadang nggerombol bahas update an di sosmed, Kadang poto2 selfie, hihihi (hapal banget soalnya saya bolak balik manggil perawat)

Absurdnya kalo pas meriksa pasien.

Case 1:
Masuk ruangan, bawa alat pengukur suhu. Setelah di cek,
Saya: “Berapa, Mas?”
Perawat: “39,6” kemudian jalan mw keluar dilanjut ngomong “panas broooh”

Case 2
Masuk ke ruang pasien
Perawat: “suntik maning” ambil tangan, cubles
Pasien: “aduh sakit”
Perawat: “lihat wajah saya aja, mba” sambil jambul2in rambut.
Setelah saya kepo ke sana sini, ni mas perawat ternyata emang suka jambul2in rambut kalo mau masuk k ruang pasien.
Mungkin kalo saya stay lebih lama disana bakalan lebih banyak lagi crita2 aneh n lucu perawat2 alay.

image

Jendela Rumah Sakit, sore sore

2. Celana hamil
Ada yang tau bedanya celana hamil dengan celana biasa? Saya sih pernah ya iseng2 pas ke department store gitu lihat2 baju2 ibu hamil, baju2 yg extra big size, kadang bentuk2 n kreasinya lucu lucu. Lagian ini semacam buat cuci mata murni juga soalnya gak bakal tergoda buat beli. Hehe.
Nah critanya weekend kemaren saya cari celana panjang.  Ternyata jaman sekarang susah bener ya cari celana yang modelnya gak mengecil dibawah gitu. Hampir semua model celana cewek tuh gak bersahabat buat alam Indonesia yg tropis ini alias kebanyakan ngepas banget.
Sampe kemudian saya nemu celana yg enak banget bahannya dan lumayan longgar. Murah pula.
Sampai di rumah, beres2 nota dan baca2 n nemu ada item namanya
Celana Hamil
Bingung donk saya, jangan2 saya salah nota nih. Trus saya cek lagi tuh celana dan
Jeng…
Jeng…
Saya nemu tali elastis di pinggang yg bisa diatur gede kecilnya selayaknya yang biasa ada di celana hamil.
Yasudahlah sedikit masygul tapi akhirnya saya jadi tau celana panjang jenis apa yg cocok buat saya walopun skarang pinggangnya kegedean (dimaksimalin ke yg terkecil) ;p

3. Overdosis Kopi
Saya baru punya kopi arabika kalosi nya Toraja. Dari dulu emang suka sih sama jenis ini. Tp mahiil. Jd gak sering2.
Ceritanya malam minggu itu saya baru mau nyoba kopi yg ini:

image

Karna lagi males, bubuk kopinya langsung saya tuang ke gelas tanpa ditakar. Trus kasih air panas deh. Saya minum.
Hmmmmmm,,, enaaak bangeeet.
Minumnya pelan pelan, bukan demi wifi gratis. Bukaaan. Soalnya panasss.
Nah saya baru tau kalo saya over banget kasi kopinya setelah di saat minum ampasnya mulai kelihatan. Pikir saya koq cepet banget.
Dan ternyataaaa
Sisa ampas kopi itu udah seperempat gelas itu sendiri.
Seketika itu saya baru sadar kalo sepertinya saya overdosis kopi.
Akhirnya malam itu saya gak brenti2 minum air putih. Itu pertama kali dalam hidup saya ngerasain pusing/kliyengan karna kopi.

4. Jas Hujan
Kalo ini cerita nya di weekend sebelumnya. Jadi saya mau ke solo (ke arah timur) dulu sore2 gitu. Tar malemnya ke jogja (barat). Seperti biasa pake sepeda motor. Saya buka bagasi jok, dan lihat kalo jas hujannya ada (gak saya bongkar). Oke lah jalan ke Solo dengan tenang.
Nah malamnya saya balik ke Jogja, di jalan raya jogja solo mulai gerimis. Saya masi males pake jas hujan. Setelah rada deres, saya menepi niatnya mau pke jas hujan. Buka jok dan ternyata bener ada 2 pcs jas hujan di situ. Dan dua dua nya celana jas hujan. Tanpa ada atasannya.
Saya nyengir aja trus gak jd pake langsung lanjut nerabas hujan sambil edarin pandangan ke kanan kiri kali ad yg jual jas hujan murah. ;p

Gak terasa sekarang sudah mau weekend lagi. Buat semuanya, semoga weekend nya menyenangkan, bermanfaat, dan bawa energi positif buat senin sampe seterusnya yaa….

aqied, pecinta weekend, libur dan cuti 😉

“Suka Yang Hitam Juga Ya?”

15 Feb

image

Aiih, judulnya. Ngebayanginnya jadi tersipu sipu (apa sih)
Familiar kan ya pertanyaan itu yg ngomong siapa dan adegannya gimana.
Benar sekali. Itu salah satu iklan kopi lokal yang katanya Jelas Lebih Enak. Berhubung saya suka suka aja sama kopi hitam, kalo lagi error saya jd merasa pertanyaan itu untuk saya.

Oke sekian intro yg geje sebelum masuk ke posting yg gak kalah geje.

Saya tidak ingat sejak kapan saya jadi suka kopi. Apalagi kopi hitam. Saya tidak familiar dengan kopi. Keluarga saya bukan peminum kopi. Stok kopi di rumah sejak saya kecil, lebih sering gak ada nya. SMP dan SMA pun saya bukan pecinta kopi. Cenderung hampir gak pernah minum malahan.

image

Kopi sachet 3in1

Awal awal kuliah, kakak saya Qolbiy yg (saat itu) kuliah Arsitektur, sering terjaga semalaman. Tidur beberapa jam doank dlm beberapa hari, demi segala macam tugas gambar, maket, endesbra endesbre. Sesekali dia nyetok kopi sachet yg model 3in1 gitu. Sepertinya mulai itu saya minum kopi.

Kenalan sama kopi item
Masih gak ingat juga kenapa terus saya jadi gak suka kopi sachet dan pilih yang hitam. Cinta pertama saya untuk kopi yg di jual bebas pertama kalinya kopi ini nih:
image

Yang ternyata masih sekeluarga sama kopi itemnya Ario Bayu itu.
Cukup murah memang kalau dibandingin harus ke coffeeshop nya. Tapi tetap aja waktu itu buat saya yg sebelumnya cm kenal kopi sachet cukup terbelalak.
Ceritanya saya lihat kopi dg merk itu kemasan 100gr nya seharga 7rb sekian. Ulala ternyata yg saya lihat itu harga untuk yg Robusta sedang yg saya ambil Arabica, harganya hampir 2x lipatnya.

Terima Kasih, Pak Tukang

image

Kopi susunya kalo belum diaduk

Karna belum tertarik banget banget dan beli nya jg iseng aja, kopi itu malah saya pake buat minumnya bapak tukang yg pas itu benerin rumah. Saya bikin selang seling, kadang kopi sachet 3in1, kadang arabica itu. Anehnya, si bapak gak pernah minum yg kopi sachet. Tp yg pas arabica selalu habis. Eh ampasnya masih nyisa dink (yaiyalah!). Pernah coba pake kopi item yg lain, gak habis juga. Saya jd penasaran donk.
Jadi lah saya coba coba dan ternyata…..
Saya sukaaaa…..!!!
Ampasnya yang langsung mengendap, juga rasanya yg asam asam manis pahit bikin saya gak perlu nambahin gula banyak banyak. Sesekali saya pakai susu kental manis sebagai pengganti gula. Buat variasi dan buat efek rada kenyang juga sih. Rasanya masih bisa blend dan cocok di lidah saya.
Saya gak tau deh kalo gak ad Pak Tukang yg tanpa sengaja jadi tester kopi kopi saya, bakal jadi begini gak.

image

Dasar cangkir kalo kopi susu ny ud di mutasi ke perut

Moto-kopi not fotocopy

Setelah itu saya lebih suka kopi hitam walopun berampas, walopun harus nakar nakar, walopun harus punya stok gula, krimer atau susu. Dan entah kenapa jadi rajin juga ngumpulin cangkir2 kopi (gak penting banget). Juga jd suka MOTO Kopi (selain teh dan minuman lain. Kapan2 di posting terpisah).

image

Kopi cangkir hitam, air putih di mug J.Co

Makanya saya punya banyaaak stok foto kopi. Sayangny saya gak punya kamera profe. Jadi kadang suka sebel sendiri nemu noise di kopi kopi saya yg harusny hitam mengkilat.
Saya memfoto kopi karena suka. Saat ngetik posting ini, saya baru inget kenapa saya gak cari2 literatur ato belajar2 tentang food (atau drinks?) photography secara khusus?. Selama ini saya cm ngikutin acaranya Klik Arbain Kompas TV sama dulu rajin baca Klinik Fotografi di Harian Kompas edisi selasa aja.
image

Abaikan kebodohan saya. Pastinya karna hobi ini saya jd punya banyak stok foto kopi.

Kopi Hitam Lainnya
Efek dari poin di atas adalah, rekan2 di sosmed saya jd tau kalo saya suka kopi. Jadi dengan senang hati atau kadang2 pemaksaan, saya sering dpt oleh oleh kopi atàu diajak ngopi ngopi.
Tuh buat yg nanya apa manfaatnya moto moto kopi.
Berikut diantara kopi kopi favorit saya:

image

Kopi Senang dari Sorong Papua. Biasa aja tp lumayan buat oleh2 dan obat kangen papua

image

Pengen banget punya coffee drip kaya gini. Tp mabok deh minum kopi segelas gede gitu.

image

Kopi jepang. Ad saringannya gitu jd ampasnya bisa langsung dibuang n minumny bersih

image

Ini juga pengen bangeeet. Ngayal deh ad yg ngadoin seperangkat alat ngopi kek gini

image

Americano dan espresso. Jangan tanya sama siapa

Sebagian saja lah ya. Nanti pada mabok kopi kalo kebanyakan. Bisa hitung sendiri di Instagram saya sebagian foto foto selfie nga si kopi.

Ada satu kopi sachet yang saya suka bawa kalau pergi pergi. Ribet kan ya kalo harus bawa kemasan kopi 200gr kalo pergi pergi. Untunglah saya bertemu Kopi low-end nya pabrik gula:

image

Edisi pas bawa kopi ny cuma 1

Jadi saya gak yg anti anti banget sama kopi sachet. JJ Royal itu kopi sachet yang menurut lidah saya yg gak ngerti kopi ini Enak meski gak se praktis kopi-kopi 3in1. Biasanya saya bawa plua sugar stick yg jadi bonus di tiap pembelian JJ Royal Coffee ini.

Sebagai penutup, saya bagi foto terakhir saya buat kopi sachet 3in1 yang gak sempat saya minum:
image

Kamu, suka yang hitam juga gak?