Tag Archives: keuangan

Liburan Berencana

27 Sep

img_20160626_024400

Ada gak sih yang gak suka liburan?

Saya kira semua sepakat ya kalo liburan itu menyenangkan. Meski begitu, banyak juga yang gak siap buat ribet ribet persiapan liburan. Ada juga yang sepulang liburan bukannya makin hepi, tapi malah bete. Bisa karena isi dompet kekuras karena over budget, bisa karena acara liburan nya gak sesuai ekspektasi, atau bete sama travelmate yang gak koperatif.

Tentunya kita semua gak pengen donk kalo liburan yang harusnya bikin hepy, malah nimbulin masalah baru. Makanya perlu yang namanya perencanaan perencanaan matang sebelum berlibur. Mari kita sebut saja Liburan Berencana.

Topik ini kemarin yang diobrolin langsung oleh ahlinya jalan jalan. Mbak Donna Imelda yang selalu ngajak yuk plesiran. Juga mbak Atanasia Rian yang maksimal banget expert nya soal kuliner dan wisata. Keduanya sepakat kalo yang namanya liburan itu ya harus direncanakan dengan matang. Kalo saya nyimpulinnya kira kira ini nih yang gak boleh lewat dari perencanaan.

Foto bareng pembicara dan sebagian teman teman blogger. Photo by. Mas Jarwadi

Foto bareng pembicara dan sebagian teman teman blogger. Photo by. Mas Jarwadi

mb Donna, kak Mini, kak Rian, Entah siapa, kak Elzha

mb Donna, kak Mini, kak Rian, Entah siapa, kak Elzha

1. Style Berlibur

Setiap orang punya gaya berlibur yang berbeda beda. Saya yang gembel begini, perencanaan liburannya tentu berbeda dengan Incess Syahrini. Style dolan piyambakan tentunya juga berbeda dengan yang bareng keluarga. Dolan Piyambakan alias Solo Traveling versus Family Traveling ini dijelasin banget oleh dua pembicara. Saya yang belum berkeluarga ini jadi baru mikir kalo emang beda jauh ya. Misal bawa baby nih, tentu gak bisa donk disamain baik tempat menginap, makan, dan objek wisatanya dengan yang liburannya jomblo  solo.

kalo incess syahrini bawa tas kremes, apalah aku yang bawa karung goni

kalo incess syahrini bawa tas kremes, apalah aku yang bawa karung goni

Begitu juga dengan liburan berkelompok. Harus beneran udah sepakat soal mau gimana gimana nya. Apakah mau bareng terus, atau ada masa-masa sesuai pilihan. Mungkin banget kan dalam satu grup jalan-jalan, ada yang hobi shopping, hobi kuliner, hobi foto-foto dan hobi cari jodoh seperti kak mini. Tentu gak harus dipaksakan buat wira wiri sana sini bareng terus. Makanya perlu banget buat setiap style dan tujuan jalan jalan ini direncanakan sejak sebelum berangkat liburan.

2. Transport

img_20160519_122303

Transport ini termasuk salah satu pengeluaran utama. Tergantung tujuan liburan juga sih. Tapi seberapa minimnya pun, transport pasti butuh direncanain. Jenis transport ini juga sesuaiin donk sama style traveling kita. Ada yang tipe slow dan selo ya bisa pake jalur darat atau laut. Atau tipe yang fakir cuti macam saya  tentu butuh moda transportasi yang lebih cepat seperti udara. Beda lagi kalau budget pas-pasan dan waktu terbatas, gak perlu maksain buat pergi jauh-jauh. Pikirin juga transportasi di kota tujuan wisata kita. Mau naik transportasi umum, atau mau sewa kendaraan, persiapin budget dan rutenya biar efektif dan efisien.

Bikin rencana transport, gak cukup cuma njadwalin hari H-nya loh. Rencanain juga kapan mau huntingnya. Ada tips dari kak Rian buat booking tiket pesawat jauh-jauh hari. Kalo perlu begitu jadwal libur nasional dan cuti bersama terbit, sejak itu pula siapkan waktu khusus hunting tiket. Ngaruh banget lho buat menekan budget plus memaksimalkan waktu. Strategi lainnya adalah, langganan info maskapai. Jadi kita bakal diinfo setiap maskapai bikin promo.

3. Akomodasi/Penginapan

nginep di watervilla asik kayanya ya

nginep di watervilla asik kayanya ya

Biasanya ini jadi concern kedua setelah transportasi. Saat liburan, tentunya kita pengen sehat dan setrong ya kan. Jadi butuh istirahat yang juga optimal. Balik lagi ke style liburan, apakah mau nginap di hotel, hostel, losmen, atau bahkan memanfaatkan coachsurfing.

Kalo saya sendiri yang kalo jalan-jalan banyak kere-nya ini, transportasi dan akomodasi bisa jadi kolaborasi bagus. Jadi buat perjalanan yang lintas kota, saya suka ambil transportasi malam sehingga waktu perjalanan dan ongkos penginapan, bisa sepaket dengan transportasi. Gak jarang juga saya cari info soal stasiun, terminal dan airport yang gembel friendly. Tentu saja ini cuma bisa dilakukan kalo lagi solo traveling. Gak mungkin juga kan family traveling mau ngemper di terminal bareng preman.

5. BUDGET!!

sebelum ngomongin budget, comot puddingnya Balcony (Ambarukmo Plaza) dulu biar adem

sebelum ngomongin budget, comot puddingnya Balcony (Ambarukmo Plaza) dulu biar adem

ini saya letakkan di poin nomor 5, walaupun saya tau justru faktor ini lah yang biasanya paling pengaruh pada faktor-faktor di atas. Setuju gak dengan saya?

Pernah gak ngerasa heran dengan world traveler yang ternyata nominal gajinya gak sebanyak jumlah negara yang dikunjunginya. Sementara di sisi lain banyak juga yang keliatannya tajir mlintir tapi gak pernah kemana-mana bahkan ngaku fakir piknik. Berarti ketebalan dompet bukan satu-satunya faktor penentu terlaksananya liburan, kan?

Banyak yang bilang di masa masa muda belia  seusia saya ini, kendala saat liburan ya di budget dan waktu. berbeda dengan ketika tua nanti, budget dan waktu bukan masalah, tapi energi nya tentu sudah berbeda. Untuk itu lah selagi saat ini energi masih turah-turah dan bisa kerja dengan baik, perlu perencanaan untuk masa akan datang dengan lebih baik. Misalnya seperti yang disampaikan Mbak Donna soal jangan utak atik uang dapur untuk liburan. Ini berarti kita memang harus nyiapin budget khusus untuk liburan. Jangan sampai update jalan jalan di instagram tanpa henti, tapi dapur sendiri berhenti ngepul.

Perencanaan finansial tentu sangat penting dilakukan sejak dini. Setiap kita pasti menginginkan keadaan yang #LebihBaik dari kondisi sekarang. Namun siapa yang bisa menjamin, bahkan yang direncanakan dengan baik saja belum tentu sesuai keinginan. Untuk itu Pak Pak Kaiser Simanungkalit (Head of Branding and Communications Sun Life Financial Indonesia) menyampaikan betapa pentingnya proteksi diri. Dengan perencanaan keuangan yang baik, ditambah perlindungan asuransi, tentu kemungkinan terburuk di masa mendatang, bisa lebih diminimalisir. Sun Life sendiri berkomitmen untuk membangun Indonesia dengan meningkatkan literasi keuangan masyarakat dengan menumbuhkan minat pada asuransi, investasi dan kewirausahaan.

bright

Memasuki era serba digital ini, Sun Life juga memperkenalkan portal online bernama Bright Advisor.  Portal ini menyediakan informasi seputar asuransi jiwa, kesehatan, pendidikan, investasi dan perencanaan keuangan. Bright Advisor juga dapat menjawab pertanyaan dengan cermat dalam bahasa yang mudah. Akses dan layanannya pun gratis, jadi untuk konsultasi seputar fitur yang disediakan bright advisor, bisa dilakukan kapan saja di mana saja melalui akses ke http:brightadvisor.co.id. Tanpa perlu keluar bensin, pulsa telpon atau antri sebagaimana kalau pengen konsultasi ke financial advisor di Asuransi.

nanya apa aja boleh kok

nanya apa aja boleh kok

Dengan keuangan yang lebih terencana, didukung persiapan proteksi, saya siap deh merencanakan liburan selanjutnya. Sambil nunggu realisasi dari rencana, saya foto dulu di photobooth liburannya Sun Life biar makin semangat menyusun keluarga liburan berencana.

img_20160925_191037

Advertisements

Buka Rekening Online Bank Sinarmas Kapanpun Dimanapun

6 Jun
sinyal

rekening dalam genggaman

Buat saya yang sering gak jelas ada dimana dan berbuat apa gini, suka ribet kalo harus ngurus hal-hal administratif deh. Sebagai contoh, kaya setelah resign kemarin harus ngantri dan ngurus perubahan data keanggotaan di BPJS. Atau semisal ngurusin perpanjangan kartu ABC yang kudu datang dan antri di kantor terkait. Termasuk juga kalau mau bikin rekening baru dan males setengah mati buat ke bank. Selain bank punya jam buka dan tutup yang kurang lebih sama dengan jam sibuk (atau sok sibuk) saya. Ditambah udah parno duluan bayangin sekian waktu yang bakal kebuang buat antrian. Mau datang dan isi formulir malam-malam juga gak mungkin kan. Mana ada layanan perbankan di luar jam kerja.

Continue reading

Menghitung Hari Gajian

22 Jan

Hitungan jelang tanggal gajian semacam otomatis nempel di kepala buruh macam saya. Sempat mengalami beda beda kantor dan rekan kerja, tanggal gajian tetap jadi hari keramat. Heran juga hitungan mundur jelang gajian semacam tersetting otomatis di kepala kepala kami. Dan bangun tidur paling indah adalah bangun tidur di pagi tanggal 25 (atau sebelumnya jika 25 tanggal merah).
Tanpa perlu memperhatikan, sudah kelihatan koq masing masing sudah punya rencana pengeluaran yang wajib terlaksana setelah gajian. Mulai dari mendata kebutuhan2 pribadi yang sudah menipis, mendata kesenangan dan hura2 yang diinginkan, mendata tas sepatu dan gadget yang kemarin ditaksir. Apalagi hal hal itu biasanya sudah diampet mungkin sejak tanggal 15 ;).
Jadi buruh itu asyik, kalo tanggal 25. Begitu kata teman saya. Seperti kata iklan salah satu provider:

Masalahnya gaji cuma tahan sampe tanggal 15,

kesindir gak sama iklan itu?

Ada asyiknya juga sih gajian tanggal 25. Setidaknya gak harus nunggu ganti bulan buat nggendutin rekening. Setidaknya pusat perbelanjaan belum sepenuh tanggal muda. The problem is pas tanggal muda ud kerasa tanggal tua. ;(
Bagi buruh dengan tata kelola keuangan buruk macam saya, saya juga punya rangkaian to do list yang harus saya lakukan begitu tgl 25 pukul 00.00 gaji saya masuk. Saya harus segera menyingkirkan nominal tertentu untuk saving.
Belajar dari pengalaman yang sudah sudah, saya memang sempet sih selalu berhasil menyisihkan gaji hingga gajian berikutnya. Tapi ternyata hanya bertahan beberapa bulan (saya kerja di institusi ini baru 15 bulan-an), dan ujung ujung nya malah berapapun yang ada, habis atau hanya tersisa saldo jaga jaga saja.
Apalagi saat itu saya sering merasa perlu bolak balik jatim-jogja di weekend yang setelah dihitung2 cukup boros juga. Ditambah lagi selama disana saya banyak kepingin jalan jalan nya. Alhasil begitu balik ke Jogja, saya bingung sendiri koq keuangan saya kacau.
Akhirnya saya memilih kalo dulu saya mendahulukan kebutuhan baru disesuaikan nominal yang saya punya, sejak kembali ke Jogja, pendekatan itu saya balik. Sekian persen pemasukan saya harus dikeluarkan dulu untuk saving, dan dengan sisa yang tersedia itu saya atur strategi bagaimana supaya memenuhi semua kebutuhan saya.
Saya memulai disiplin ini di Juli, namun ambyar karna saya malah mudik ke Sorong n short-trip sampe emper Raja Ampat. Disana gak ada yang murah kalo mau kuliner, juga hunting oleh oleh.

Alhamdulillah begitu September saya mulai bisa bertahan hidup yang lebih menyenangkan dengan nominal yang lebih rendah dr bulan bulan kemarin. Lagian kebutuhan saya apa sih? Masih buat diri sendiri aja. Belom bayar cicilan rumah, belom bayar SPP anak, kalo gak makan juga kagak ad yg sms ‘dah makan belum?’ , intinya ya cuma buat dipake sendiri.
Nyatanya saya masih bisa jalan jalan ala bolang, sesekali makan enak, ngopi ngopi cantik, paket internet ponsel jalan terus, sesekali hura hura, belanja buku atau outfit. Sempet coba nurunin nominalnya ternyata saya gagal karena pengeluaran2 tak terduga. Tapi setidaknya saya tetap bertahan dengan bekal yang saya siapkan sejak awal. Gak tergoda buat utak atik yang lain. Pengalaman sih kalo ud pegang duit (fisik maupun elek), berapapun bisa aja ngabisinnya.

Jadi apa rencanamu setelah gajian? Rencana saya gak gagal lagi untuk saving. oh iya sama beli kopi kesayangan ;).

*jangan tanya saving nya untuk apa yang pasti untuk macem macem n banyak. Saya kan banyak maunya