Untuk Angeline

26 Jul

image

Tahun lalu, negri ini dihebohkan atas hilangnya bocah ayu bernama Angeline. Setelah melalui berbagai pencarian dan penyelidikan, Angeline baru diketahui sebelumnya mengalami sederet penganiayaan di dalam lingkungan rumahnya sendiri. Angeline akhirnya ditemukan meninggal dunia, terkubur di halaman belakang rumahnya sendiri.

Sudah setahun berlalu sejak kejadian tragis tersebut. Kisah nyata ini kemudian menginspirasi pembuatan Film berjudul “Untuk Angeline” yang saat ini tayang di bioskop. Film garapan rumah produksi Citra Visual Cinema ini disutradai oleh Jito Banyu.

Berikut sinopsis film versi movie.co.id

Film ini menceritakan Samidah (26), perempuan miskin yang tinggal di sebuah desa kecil di sudut kota Banyuwangi. Ketika kehamilannya memasuki usia ke 8 bulan, Midah pindah ke Bali untuk mengikuti suaminya yang bekerja sebagai kuli bangunan.

Tak lama Midah kemudian melahirkan seorang anak perempuan cantik. Tapi sayangnya, Midah dan Santo tidak bisa menebus biaya kelahiran bayinya dari rumah sakit. Santo akhirnya bertemu dengan John dan istrinya Terry dan meminta tolong. John pun menolong Santo dengan menebus dan mengadopsi anaknya.

Dalam perjanjian, Midah dan Santo tidak diperbolehkan bertemu dengan anak kandungnya setelah usia 18 tahun. John dan Terry lalu membawa anak Midah dan Santo, dan memberi nama anak adopsinya itu dengan nama Angeline.
Saat Angeline berpindah tangan, hati Midah hancur lebur, dia hanya bisa menangis. Dan ia memutuskan pergi keluar kota untuk bekerja agar suatu saat nanti dapat menebus Angeline kembali.

Di Bali, John sangat sayang dan memperlakukan Angeline seperti anak perempuannya sendiri. Meskipun John dan Terry sudah punya anak laki-laki bernama Kevin (9 tahun). Hadirnya Angeline membuat Kevin cemburu. Dia terlihat tak suka dengan Angeline.

Suatu malam, John mendongengkan sesuatu ke Angeline yang saat itu sudah berusia 5 tahun, John bercerita tentang negeri yang indah. John bilang bahwa angeline adalah putri raja yang akan bahagia.

Dan, malam itu merupakan malam terakhir John menemani Angeline, John meninggal dunia karena serangan jantung.

Angeline kini sudah berusia 9 tahun. Dia tinggal bersama Terry dan Kevin. Angeline menuruti semua yang Terry bilang. Dia mengikuti semua yang Kevin inginkan. Semua berjalan semakin parah, di dalam rumah itu Angeline diperlakukan bukan seperti anak manusia. Hingga akhirnya, Angeline dikatakan menghilang. Foto Angeline tersebar luas.

Di sisi lain, Midah pulang ke Bali dengan wajah bahagia, sudah 9 tahun dia tak bertemu Angeline. Dia sudah mengirim uang ke Santo dan berharap Santo dapat kembali menebus Angeline. Tapi ternyata Santo malah menikah lagi dengan perempuan lain. Midah tidak tahu harus berbuat apa. Dia mencari Angeline. Dengan berbekal foto ketika Angeline bayi.

Hingga suatu malam, ketika tiba-tiba polisi mengetuk pintu rumah Midah, dan meminta Midah datang ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, sungguh tersayat perasaan hati Midah, di depan mata ia mendapati tubuh anaknya terkulai kaku sudah menjadi mayat. Angeline yang baru dia lihat 3 hari setelah dilahirkan ke dunia, yang belum sempat mengenalnya bahkan belum sempat memangil dirinya dengan sebutan Ibu.

Dan saat ini seseorang bertanya tentang kisah-kisah di atas sebelum hari ini, bolehkah Midah mengatakan jauh sebelum hari ini sampai saat ini anak saya masih seorang Angel, tapi kini dia sedang dipeluk dan dijaga oleh malaikat, dan hari ini hingga entah kapan, Midah akan berjuang hingga tahu siapa yang sebenarnya tega membunuh anak perempuan manis itu.

Menonton film ini mengingatkan saya pada film Ari Hanggara. Film lawas yang sama sama terinspirasi dari kisah nyata penganiayaan seorang anak di dalam rumahnya sendiri. Miris dan termehek mehek maksimal bagaimana keluarga dan tempat tinggalnya malah tidak dapat memberi rasa aman pada anak anak.

Angeline diperankan oleh Naomi Ivo dengan sangat baik. Pun Kinaryosih sebagai Samidah. Hanya saja beberapa adegan yang terlalu diulang ulang, juga flash back yang berulang ulang, sedikit membuat film ini terasa lambat.

Meski film ini secara keseluruhan menyedihkan dan membuat saya prepare tisu dua pack, tetap masih ada hal hal menarik dan menyenangkan. Misalnya Papa John yang lucu dan ganteng saat sedang bermain dengan Angeline. Kiara teman dekat Angeline di sekolah yang kocak. Kakak tetangga Angeline yang periang. Dan pemandangan bali beserta pantai nya yang gak perlu diragukan lagi.

Semoga tidak ada lagi Angeline Angeline berikutnya.

image

Nonton bareng Kopi’ers Jogja

poster film oleh movie.co.id

Advertisements

27 Responses to “Untuk Angeline”

  1. Ardiba July 26, 2016 at 12:31 PM #

    Wah. Nggak beda sama Kk Mini, sukanya sama Papa John. Xixixi

    • aqied July 26, 2016 at 12:32 PM #

      Tapi aku ndak suka kevin, kakaa

  2. penulismalas July 26, 2016 at 1:22 PM #

    dari sinopsisnyaa sih baguss yaa, pengen nonton jugaa jadinyaa

  3. primastuti satrianto July 26, 2016 at 1:33 PM #

    Semoga tidak ada angeline-angeline lagi ya..

  4. Ramli Muhamad July 26, 2016 at 1:42 PM #

    Sinopsisnyaa lengkap bingit.kayak paket komplit.haha.. atau ini karena ada papa jhon.wwk

    • aqied July 26, 2016 at 4:49 PM #

      Kalo gak paket komplit gak kenyang, kak

  5. Nasirullah Sitam July 26, 2016 at 2:51 PM #

    Aku suka film Indonesia, tapi tak semua filmnya yang kusuka hahahhahha

    • aqied July 26, 2016 at 4:48 PM #

      Hahahaa sama. Udah banyak film Indonesia yang bagus. Tp belum semua film Indonesia oke

  6. Susie Ncuss July 26, 2016 at 3:24 PM #

    oo… ini angeline yang itu tho
    pantesan namanya terasa familiar.

    makin banyak ya film Indonesia yang bagus ya qid.
    semoga aku bisa ikut nonton di bandung

    • aqied July 26, 2016 at 4:48 PM #

      Iyaps, Angeline yang itu

  7. jampang July 26, 2016 at 4:46 PM #

    wah diangkat ke layar lebar

    • aqied July 26, 2016 at 4:47 PM #

      Iya, kaya Ari Anggara dulu

  8. winnymarlina July 26, 2016 at 5:13 PM #

    udah setahun aja ya

    • aqied July 26, 2016 at 5:14 PM #

      Iya. Katanya emang sengaja rilis film nya buat Hari Anak

  9. Prita Pdinata July 26, 2016 at 5:15 PM #

    Sedih ya, tapi agak kejam ceritanya 😦

    • aqied July 26, 2016 at 5:21 PM #

      Ceritanya kejam, tapi adegannya gak sadis sih menurutku

  10. nengwie July 26, 2016 at 6:34 PM #

    Sudah 15 thn ngga nonton pelem Indonesia 😔

    • aqied July 26, 2016 at 6:35 PM #

      Langganan genflix donk, kakak

      • nengwie July 26, 2016 at 6:37 PM #

        Oohh gituuuu….
        Maklum sering ketinggalan pesawat haha

        Kadang karena udah lama ngga denger/lihat film atau drama2 Indonesia, ko perasaan aneh gitu di kuping hihi *parah emaaang nih saya*

      • aqied July 26, 2016 at 6:37 PM #

        Hahahaha iya juga ya. Tapi kalo yg film bagus, biasa ada subtitle inggrisnya

      • nengwie July 26, 2016 at 6:44 PM #

        Ngerti siih, masa atuh ngga ngerti tua di Indonesia gini hehe
        Cuma logatnya saja yg terasa beda ya, atau perasaan saya saja? Bisa jadi sih perasaan saja 😁😁

        Di Jerman semuaaaaa film itu didabing pake bhs Jerman, makin gatel kuping, soalnya tau suara asli pemainnya haha

      • aqied July 26, 2016 at 6:46 PM #

        Hahahahaha kebijakannya emang wajib dabing ya.
        Padahal kalo di Indonesia sini malah pd gak suka ya yang dubbing an gitu

  11. Rissaid July 26, 2016 at 7:10 PM #

    Jadi penasaran, tfs mba Aqied 😊🌻

  12. Dita July 27, 2016 at 7:56 AM #

    ini ceritanya memang beneran kayak gini ya? sedih banget….kasian bu Midah 😦

    • aqied July 27, 2016 at 12:09 PM #

      Gak plek ketiplek, tapi garis besarnya mirip. Katanya sih skenario nya berdasarkan delik kasus Angeline

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: