Archive | February, 2016

Menuju Negri di Atas Awan, Dieng Part 3

29 Feb

 

image

Telaga warna dari Batu Ratapan Angin

Sudah 3 kali saya menyambangi negri di atas awan ini dan tetap masih inginkembali lagi ke sana. Entah apa yang mendasari saya untuk ingin kembali lagi. Mumpung saat ini waktu saya begitu longgar, pasca long weekend imlek kemarin, pada hari kamis saya kembali menuju ketinggian.

Continue reading

Rayakan Momen Crispy mu di HotHotCrispy

26 Feb

Siapa sih manusia Indonesia yang gak suka hal hal crispy? mi instan aja sampe kudu ada kriuk kriuk nya dan laku banget ya kaaan. itulah kenapa saya bahagia banget begitu nemu tempat makan yang Crispynya Memang Beda bangeeet. Yamasaaa semua mua ternyata bias dijadiin crispy dan kriuk yang gak maksa. ditambah lagi saus cocolannya yang juga macem-macem dan bias milih. Gak yang ujung-ujungnya cuma saos botolan aja. ditambah lagi begitu datang ke tempatnya pun, enak bangeeet ambience nya. Jadi kan saya langsung jatuh cinta gituh.

Makan Apa

Continue reading

Parangtritis, 14 Februari

16 Feb

Tidak ada yang istimewa ketika kalender menunjukkan tanggal 14 Februari 2016, bertepatan dengan hari minggu. Mungkin akan lebih terasa spesial jika saja saya masih dalam status pecinta weekends. Kenyataannya saya sudah pas seminggu tidak lagi peduli hari. Ditambah seminggu penuh badan remuk redam karna mondar mandir nonstop.

Membayangkan kalau di luaran sana pasti macet dan rame. Ditambah udara yang panas padahal seharusnya sudah musim hujan. Semakin membuat saya merasa nyaman di rumah saja.

Hey…

Bukankah panas di musim hujan berarti pertanda sesuatu yang istimewa?
Berkali kali berniat catching sunrise atau sunset yang sering gagal karena mendung/hujan. Beberapa kali pula gagal karena tertahan gravitasi kasur dan selimut.

Maka ketika ada ajakan untuk nyanset di Parangtritis, saya hanya perlu waktu berfikir sebentar untuk kemudian memutuskan bergabung.

Saya tidak ingat kapan terakhir kali menjejakkan kaki di pantai selatan ini. Bisa dibilang saya tidak begitu tertarik mantai di sini. Ada banyak alasan yang saya buat. Seperti kata pepatah “sak ombo ombo ne alas, isih ombo alasanmu”. Bahkan saya hampir tidak pernah merekomendasikan pantai ini kepada siapapun.

Namun sore itu ternyata saya harus mengakui. Pantai yang tidak lagi saya anggap asyik ini ternyata menunjukkan pesona nya kala senja. Sang surya berpamitan dari tugasnya dengan cara yang sangat elegan. Membuat saya merasa menyesal melewatkan ribuan sunset di pantai yang hanya 30 menit ngebut dari rumah saya.

Meski Parangtritis terletak di sisi selatan, namun arah pantai sedikit menghadap ke barat sehingga setiap tindak tanduk mentari saat akan undur diri dapat kita nikmati dengan utuh dari pantai ini.

Ramai manusia dari anak anak, abege, hingga dewasa rupanya bisa menjadi foreground apik yang terekam lensa. Seperti bromo, ada juga aktivitas berkuda disini. Jika beruntung, bisa mengabadikan pula aktifitas surfing. Sesekali hilir mudik kereta kuda menggoda ibu jari saya untuk menekan shutter.

Kuda Jingkrak?
Ah, jika waktunya tiba, tak harus di Parangtritis,  tak harus 14 Februari, pasti kan berjumpa dengannya, lengkap bersama penunggangnya.

image

Menuju Cahaya

image

Semakin gelap

image

Saat terang

image

Salah satu teman motret

image

14 Februari, berapa pasangkah ini?

image

Temen motret, all team kecuali saya

image

Berharap bisa motret anak sendiri seperti ini

image

Dear penunggang Kuda Jingkrak, kapan masuk frame?

Pantai Parangtritis terletak di selatan propinsi DI Yogyakarta.

Dengan kendaraan pribadi, dari Stasiun Tugu melalui Jl. Mataram, terus ke selatan maka akan sampai.

Jika menggunakan kendaraan umum, dari mana saja Anda, temukan shelter transjogja terdekat menuju terminal Giwangam, dilanjutkan bus jurusan Jogja-Parangtritis.

Retribusi masuk Pantai ini adalah Rp. 5,000 perorang dan parkir untuk sepeda motor Rp. 3,000.

Tidak diperbolehkan mandi di laut, patuhi semua petunjuk keamanan dan perhatikan tanda bahaya.

Aqied Turns Twenty-something

7 Feb
image

Dipotoin Gallant si galautraveler dot wordpress dot kom

Ketika jerit tangismu
Terdengar pertama kali
Berpadu dengan tawa dan haru ayah bundamu

Bahagia
Sang bayi tlah lahir

Continue reading

Betapa Bahagianya

4 Feb

selamat hari kamiss you so much, manteman tercincah…
tau gak kenapa saya hepi banget? karena akhirnya hari ini saya bisa dan berani buat keputusan yang saya galauin sekian lama. bukan hal besar sih, tapi ya lega aja akhirnya berani mengakhiri kegalauan. akhirnya untuk sementara bisa gak galau galau dulu soal weekend dan weekdays.

oya, satu lagi yang bikin bahagia. Sebagai penganut LDF (long Distance Family) yang ortu saya biasanya di Papua, bahagia banget donk kalo Ibu udah ada di jawa sejak akhir januari lalu dan bakal sampe petengahan maret. Happy banget kaaan. So, karna momen begini itu langka, kudu poto donks. walo potonya di kamar rumahnya kakak saya dan seadanya doank, tapi keliatan banget kan bahagianya. setuju gak?

image

ya masih minus bapak yang lagi di Madinah dan bungsu yang lagi di Solo

Continue reading

%d bloggers like this: