Archive | January, 2015

#CHSA: Akhir Bulan

26 Jan

Hello, Monday

image

Pic taken in GLzoo

Gak terasa (atau kerasa banget?) ternyata udah samapai di senin terakhir januari ini. Rasanya seperti baru kemarin rame-rame dan hectic akhir tahun sampai sekarang udah bakalan hectic akhir bulan lagi. Kerasa bangetnya dari yang kemaren-kemaren nungguin gajian lama bener, akhirnya uda ganti nungguin gajian bulan depan koq makin lama bener. Hahaha. Alhamdulillah Januari ini banyak hal bahagia yang perlu banget buat disyukuri. Walo tetep aja ada hal-hal gak enak, tapi buat apa banyaka2 dibahas kan, malah bikin makin gak bersyukur.

Sebagaimana kebanyakan bankir, akhir bulan gini kami banyak berdoa yang baik baik. Bener loh, bankir-bankir tuh paling rajin namanya ndoain orang lain (nasabah sih) supaya lancar rizki yang berujung pada lancar pembayaran. Hehehe. Semoga nasabah-nasabah saya bulan ini dan seterusnya selalu lancar rizkinya dan lancar bayar. Aamiin. Selain target RR, juga lumayan rempong ngurusin keuangan yang akhir bulan justru melonjak tinggi. Sukses bikin kepala pening-pening selama 2 minggu terakhir kemarin. Alhamdulillah pencapaian keuangan kami naik lumayan banget dibanding bulan lalu. Dengan segala ke rempongan akhir bulan gini, jadi ngerti deh kenapa gaji dikasihnya di akhir bulan. Biar walopun capek, pening, dan dikejar-kejar kerjaan, ada terselip bahagia karena gak terancam bokek. Hahaha.

image

Karena kebun binatang gak cuma buat lihat hewan aja

Weekend kemarin saya sok sok an quality time sama adik saya jalan-jalan deket rumah. Sekalian olah raga sih. Jadi dari rumah saya, kami berangkat pagi jalan kaki ke kebun Binatang paling nge hits se Jogja, mana lagi kalo bukan Gembira Loka (rencananya dibikin posting terpisah, kalo gak males. Kalo foto sih udah bisa dicek di IG kita, sist). Deket sih, jadi sempet muter dikit buat mampir sarapan di Soto Ayam Pak Min. Lumayan banget ternyata kalo dihitung-hitung kami jalan kaki hampir nonstop mulai pukul 07.30 sampai 12.30. Tau donk, kalo di dalam kebun binatang juga kami harus jalan kaki terus meski ada kereta kecil dan sewa sepeda, yang gak kita cobain. Istirahat cuma sekali +/- 15 menit aja. Sampai rumah kami langsung tidur gak pake makan siang. Buat saya yang jarang jalan kaki, lumayan banget kerasa bedanya di badan ya. Tapi koq kayanya nagih ya….

image

Mejeng sik yaaa

Minggunya juga jalan kaki lagi sih, soalnya di toko buku dan ketemuan sama teman smp-sma yang walopun sama sama di jogja dan sama sama single (penting), tapi susah bener buat ketemuan. Trus malemnya lagi-lagi muter-muter gak jelas sama adik dan nemu outletnya kaos souvenir jogja yang guweh banget. Namanya aja udah “Mlaku2” plus tempetnya instagramable banget. Walo di luar gerimis, jadi betah. Cek aja IG kita deh sis. 😉
image

image

Ngomong- ngomong soal rencana mau nulis di blog, koq jadi banyak banget ya utang saya? Mulai jaman objek-objek wisata di Dieng Wonosobo, Pantai Klayar Pacitan, Goa Jomblang, sekarang nambah lagi Kebun Binatang Gembira Loka. Mana duluan enaknya yaa…

Advertisements

[English Friday] How Gadgets Affect My Life

23 Jan

Let me introduce you my cellphone. I have Xperia as my current gadget, replacing my old Axioo Picopad. Both are Android.

 

I was the first and only Android user in my family. My mom and my young sister used Lumia while my old sister used iOs. Then, my father came with his Oppo and I gave my Axioo to my youngest sister. so now, 50% of my family members are Android users.

Besides, I have no laptop nor PC (still thinking about buy one). I usually use PC in my office to do my work. Sometimes, I borrow my young sister’s laptop tosave some files, and do some blogging things, like joining live-blogging event, posting, and blogwalking.

Am I addicted to gadget? maybe Yes. throwback 10 years ago, I liked bring some books (novels, comics, or blocknotes) when I go. So I could read or write somethings when I had nothing to do.

but now? I like saving some novels, short stories, comics in e book. so I can read it from my cellphone when I get bored or wait for somethings or have a spare time. Then, books getting heavier and bigger in my mind (actually, it’s not, cause I thing books nowadays use lighter paper).

As communication tools, cellphone is really helpfull in my family. since we (my parents and their 4 daughters) are live in 4 different cities, 3 different provinces and 2 different islands (rada lebay). Now we can easily inform each other about our recent activities, share the photos, and discuss anything like we are in a family room. *actually we are, but in family (chat) room.

to be honest, I don’t want to be that addicted to gadget. now, the 2 most important thinga to bring for me are cellphone and my NX1000 camera. whenever I am too excited to the scenery or any eye catching things, I almost forget my cellphone and get busy with my camera. it’s no problem to go where there is no enough telkomsel signal so I can enjoy the place 100%. The problem is, when I finish my trip, I can’t handle myself not to share the pics to some social medias I have. I am addicted, right?

Throwback several years ago, i was happy and enjoy my life even without that addicted to gadget. but now, I don’t know whether i could live without it or not. Does it mean that gadgets has affected my life?

Pantai Gelasong Utara, Sulawesi Selatan

21 Jan

Udah tau Sofyan, kan? buat yang baru baca bisa kenalan dulu sama di postingan tentang perjalanannya ke Rammang-Rammang. Hidden Paradise yang ngumpet di salah satu sudut Sulawesi dengan batuan Karst dan sungai nya yang #ihwaw banget (culik istilahnya mbak nisya ).

Kali ini sama seperti di posting Rammang-rammang, text dan foto ditulis sendiri oleh Sofyan.

Keesokan  harinya, selepas dari Rammang-rammang, perjalanan dilanjutkan ke Pantai Galesong Utara di daerah Takalar. Ga nyangka aja kalo akses jalan yang sempit di tengah perkampungan seperti ini ada bangunan hotel yang mewah bergaya eropa.Jadi kelihatannya, hotel inilah yang punya pantai. Hotelnya juga punya kamar standar yang harganya sekitar Rp 400.000 – 500.000an. Namun jika hanya masuK, tanpa menginap cukup mmbayar karcis Rp 30.000,- per orang.

Di dalamnya sudah tersedia beberapa fasilitas permainan outbond anak, kolam renang, kafetaria, banana boat, dan jetski.

 gelasong 1

 

Jadi disetiap sudut hotel ini banyak patung ala eropa. Sementara interior hotelnya eropa klasik, lengkap dengan beberapa lukisan yang kisahnya diambil dari Injil. Karena lagi rame, jadi ga boleh masuk hotel sembarangan.

Bisa dibilang hotelnya kayak resort gitu. Cuma ga punya spa dan sebagainya. Pantai Galesong Utara cocok banget buat liburan keluarga. Karena aksesnya yang cukup dekat jadi setiap hari libur pasti padat banget, apalagi kolam renangnya.

 gelasong 2

Sebenarnya sih, garis pantai di Takalar cukup panjang. Tapi sayangnya tidak terawat dengan baik. Sampah masih jadi masalah besar di sini. dan untuk pengusaha hotelnya, Social Responsibility nya kurang banget. Masih banyak yang perlu dibenahi, terutama masalah sampahnya. Please stop nyampah

**fotonya ga terlalu banyak karena kebanyak main air. Kasian kalo ipadnya kecebur di kolam ato di pantai hahaha

#CHSA: Wonderful Weekend

19 Jan

Cacatan Hari Senin Aqied ini seharusnya di update setiap hari senin. Harusnyaa. Tapi berhubung ternyata berkali-kali saya gak bisa menuhin target buat selalu nulis tiap senin, jadilah CHSA ini buat label setiap tulisan di hari senin.
image

Setelah Jum’at yang melelahkan kemarin, Senin ini saya bahagia loh. Bukan karena akhir pekan nanti gajian. Karena sekarang toh saya lagi kere se kere kere nya (malah curhat). Bukan juga karena saya mecahin rekor perjalanan berangkat ngantor yg biasanya 45  menit jadi 35 menit (pamer). Sama sekali bukan.

Tapi karena hari ini saya masuk kantor dengan kaki pegel-pegel tapi tetep bisa kerja seperti biasanya. Pegel luar biasa ini tentu saja efek weekend donks.

image

Kaki ini pegel2 stelah digantung 60 meter tingginya

Setelah Jum’at nya saya pulang malam, tidur terlambat, pagi saya harus bangun pagi. Tentu saja karena ada workshop blogging bareng Kompas di hotel dengan jarak +/- 20 menit dari rumah. Acaranya jam 8 pagi. Dilanjut workshop fotografi yang ternyata baru selesai jam 6 sore.

Workshop fotografi yang super keren itu ambil temanya Human Interest, tapi tetep aja selama workshop boleh nanyain apaaa aja sama Om Arbain Rambey. Makanya walopun lama tapi tetep kerasa seru bahkan kurang. Salah satu sesi workshop juga ada lomba foto. Jadi kami hunting foto sekitaran tugu dan pasar kranggan. Lumayan juga jalan kaki nenteng kamera grimis2 syahdu gitu.

image

Katanya no pic hoax

Pulang ke rumah, hari sudah gelap, sementara minggu nya, uda fix banget buat caving di Goa Jomblang. Buat yang belum punya bayangan, Goa Jomblang ini lokasi syuting salag satu iklan rokok, adegannya ada yg main skateboard di dalam goa, dengan latar Ray of Light. ROL yang kerennya keterlaluan ini disebut2 juga Cahaya Surga. Bersyukur banget setelah bertahun2 masukin tempet ini di bucketlist, bisa kesampean juga.

image

Masuk photo of the day instanusantaraDIY

Trip Jomblang ini bisa kesampean karena diajakin sama Blogger kece yang lagi ulang tahun, Mb Rinta Adita. Jadi mau gak mau hari minggu harus bangun pagi,  sarapan, dan angkat ransel buat trip yg seru banget ini. Setelah dari Jomblang, kami ke Nglanggeran juga, sayangnya malah hujan deras, dan akhirnya pas reda an ke embung nya aja.
image

Overall, weekend kemarin seru banget walopun harus bangun pagi, mandi pagi, kotor2an, jalan jauh, dan pulang malam terus, gak bikin senin saya bete. Walopun hectic nya kantor serasa di akhir bulan.
image

Weekend kamu bagaimana?

*semoga bisa bikin nulis tentang workshop2nya, juga tentang trip nya dalam postingan terpisah.

English Friday: Your Wildest Dream?

16 Jan

Hello, Friday.

image

It’s English Friday time. Sorry for very late post. I had a friday which was not feels like friday. I was going home late, starved and exhausted. Yes it’s a middle of month but doesn’t feel like that. I feel tired and exhausted as what I usually feel in the end of month.

But, BEC’s challenge every friday is really a challenge. Without any idea and energy, I would answer this week question.

What is your wildest dream?

I don’t know what is my wildest dream. I also don’t know is it because. I have too many dreams so I can’t define what is the wildest one, or because I have no dream at all.

I could easily dream that I will be like this and that. I want to be a free diver whenever I am near to sea. I want to be in movie whenever I watch movies. I want to be a professional photographer whenever I open Instagram apps. I dream of having Doraemon’s tool. I dream I am a singer whenever I sing. I dream I am a princess whose prince with horse as my partner to travel around the world. And any other wild dreams that could easily change whenever the situations and conditions change.

At the time I write this post, I’m completely exhausted and my mind get blank. So I think my wildest dream right now is I could easily write my wildest dream in this post and tell you what a great dream I have.

Unfortunately, I couldn’t.

Why don’t you tell me what is your wildest dream? Maybe your answer will inspire me.

*pssst, I’m going to join photography workshop tomorrow. It’s my first time join photography workshop with professional photographer. So nervous yet excited.

Hutan Pinus Mangunan

14 Jan

Salam kangen dari blogger pemalas macam saya….

 

Terakhir saya bikin posting yang English Friday ya, bisa bisa kalau pemalas terus begini, posting saya cuma ada pas EF aja. okay, mari kita enyahkan rasa malas itu dan coba bikin posting ringan-ringan aja.

ringan dan segar seperti es teh

ringan dan segar seperti es teh

Kemarin saya iseng-iseng buka buka folder lama, dan nemu beberapa foto tahun lalu, yang belum pernah diceritain di blog ini. Boleh lah ya walaupun sudah tahun lalu, ceritainnya sekarang. Masih seputar ngajak jalan sepatu, tapi kali ini bareng adik saya dan temannya di musim panas tahun lalu. Ceritanya Rully sedang main ke Jogja dan Qonita gak tau mau ngajak jalan kemana. pas banget kan saya juga lagi bingung mau ngapain di rumah. Jadilah kami jalan ke selatan.

SAMSUNG CSC

rully-qonita-aqied

 

SAMSUNG CSC

alhamdulillah sedang akur

 

Tau film semacam twilight atau GGS kan ya, Nah lokasi yang kami datangin ini entah kenapa mengingatkan pada 2 film dan sinetron tersebut. Selain feel yang di dapat saat di sana, feel nya juga dapat koq ketika sudah masuk dalam foto. Gak salah, saat datang ke sana, sedang ada pemotretan pre wedding. Juga ada pengambilan video sebuah band anak-anak.

SAMSUNG CSC

SAMSUNG CSC

bagi pengunjung biasa seperti saya sih, tidak banyak yang bisa dilakukan di sini. Hanya foto-foto sampai mati gaya. klesotan di jerami kering yang entah saat musim hujan seperti ini, apakah kondisi tanahnya klesotan friendly. Tidak terlalu ber gosong-gosong riya, karena pepohonannya cukup lumayan rapat.

SAMSUNG CSC

SAMSUNG CSC

orangnya udah mati gaya

 

SAMSUNG CSC

ponsel nya pengen mejeng juga

ponsel nya pengen mejeng juga

*did I do too much selfies?

*Hutan Pinus Mangunan terletak di Mangunan, Bantul, Prov. DIY

*untuk menuju lokasi, dari terminal Giwangan Jogja, ke selatan, ikuti petunjuk arah Imogiri, sampai nemu petunjuk arah “Mangunan”. ikuti terus. Kalau nemu plang “Kebun Buah Mangunan” di kanan jalan, tetep ambil lurus. Hutannya di kanan jalan.

*tidak ada retribusi masuk, hanya cukup bayar parkir

 

[English Friday] Word for 2015: Better

9 Jan

Hello, Friday
image

I love friday cause for me, friday is early weekend. My work is not as busy as other weekdays even still I should available at my office eight to five.

Now, I have to write an english post for this blog everyfriday. I know that I am not that fluent in english. Neiither in speaking nor in writing. That’s why there is no even a post in this blog which is written in English. I am not saying that my Bahasa Indonesia is good, but I think, it’s better than when I write in English. So, I would like to say sorry if this first english post will be so messy.

Blog English Club is the club where bloggers share and study about English. Knowing I am not good in this complicated language, I came to the club. Poor me, I don’t know that by joining this club, I should accept its challenge. BEC gives us challenge that we should write an English post on Friday. BEC will give the theme and topic for the post.

What is your word for 2015 is challenge for this week and there will be different topics for the next weeks. If you feel that the topic suits you, feel free to join.

As I said on the title, my word for 2015 will be BETTER.

Looks cliche or too mainstream, right? But that is the only thing I want whenever the time changes. At night, I hope tomorrow will be a better day and I will be better person. In every way. At the end of month when I look flashback the whole month, I evaluate myself for every mistakes and plan for next month.

Now, it’s new year and throw back my last year, I was nothing. Stayed in my comfort zone, did silly and useless things, wasted my time without any good achievement, etc. Of course I will not do the same stupid things twice, and waste my next 1 year.

Talking about the word BETTER, I couldn’t remember where was the last time I eat Better biscuit. I think I’d better go to minimarket and buy one.

Salam dari Rammang-Rammang, Sulawesi Selatan

1 Jan

Desember lalu banyak sekali libur, bukan? dan sebagai pecinta libur garis keras, saya merayakan hari-hari libur tersebut dengan tetap masuk kantor. Akhir bulan dan akhir tahun, kawan. Alhasil saya cukup ngayal jalan-jalan dari cerita banyak kawan tentang liburannya sambil ngiri ngiri gimana gitu.

Nah, seperti postingan Ranu Kumbolo yang lalu, kali ini ada oleh-oleh dari sahabat saya saat kuliah, Sofyan atau kadang-kadang saya panggil Sofy, Sopi, Opi, dan sebagainya. Saat ini statusnya sebagai karyawan di bank syariah terbesar di Indonesia, pada salah satu cabang di Kalimantan Timur. Daerah asalnya sendiri di Sulawesi Selatan. cukup melalang buana bukan? And the most important things I should inform you: He is Single! (gak mau kalah sam Beby yg suka promoin temennya).

BmNN-YrCUAAoq-j

Langsung simak aja cerita lengkapnya yuks/ Baik gambar maupun text ditulis sendiri oleh Sofy.

Sebelum mulai cerita, saya ijin numpang cerita di blog yang kece ini (thanks yo Qid hehee) dan kemudian ijinkan saya sedikit memperkenalkan diri. Saya Sofyan. Sama seperti yang punya blog ini, saya juga seorang buruh yang cuma dapat jatah cuti 12 hari. Itupun dipotong cuti bersama. Sebagai sesama buruh, saya sangat iri sama yang punya  blog. Tiap weekend bisa jalan- jalan sesuka hati. Benar-benar sangat iri.

Tapi kali ini gantian saya yang bikin iri si empunya blog dengan cerita saya ini. Sebenarnya, liburan natal kemarin saya dan beberapa teman berencana ke Toraja. Momen yang pas, karena setiap menjelang natal mereka punya program Lovely December. Rencana kemudian kami alihkan ke Rammang-Rammang. Pedesaan di daerah Maros yang punya karst. Baru tau setelah googling kalo Rammang-Ramang ini termasuk perbukitan karst terbanyak setelah Cina dan Vietnam.

Akses kesana cukup mudah. Kalo dari Makassar ke arah Maros. Nanti ketemu pertigaan Semen Bosowa belok kanan deh. Patokannya sih kantor PLN. Kalo langsung belok kiri, nanti ketemu yang kayak gini

Rammang-Rammang 2

Yep. Bisa dibilang pedesaan, tapi ga yang terlalu ndeso banget sih. Karena sudah banyak yang punya rumah beton gitu. Kanan kiri jalan itu diapit persawahan. Pemandangan yang sebelah kanan itu luar biasa. Persawahan dengan latar bukit karst dan karst kecil yang terbagi acak.

Kalo lurus dikit setelah PLN nanti sebelum jembatan ada dermaga buat ke desa Berua yang bakal nganterin ke “Hidden Paradise”

 

Introducing: Sofy

Introducing: Sofy

Oh iya… Di sana sudah ada gapura yang dibangun provider XL. Jadi ga usah takut nyasar. Untuk perahunya, itu biayanya dipatok sama mereka Rp 200.000,- kapasitas bisa sampe 5 orang. Dengan sedikit nego, akhirnya Rp 170.000,- (namanya juga cowok, kalo nego kayak gini sih bukan ahlinya hahah).

Sepanjang perjalanan menuju desa Berua pemandangan sungainya seperti ini. Silakan deskripsikan sendiri dah

Rammang-Rammang 3

Nah, desa Berua nya seperti ini

Rammang-Rammang 4

 

Desa Berua ini dikelilingi bukit karst. Di dalamnya cuma ada 10 rumah dengan mengandalkan listrik tenaga surya dan generator. Pokoknya kalo mo nyari ketenangan dan kedamaian, ya disini tempatnya.

 

*Dusun Rammangrammang terletak di Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. sekitar 40 km atau satu jam berkendara dengan mobil dari kota Makassar. Akses Airport terdekat melalui Makassar, saat ini banyak penerbangan tujuan Makassar.

*Yahoo said “Rammang Rammang is the second largest karst area in the world, after the one in Yunnan, China. The Rammang Rammang karsts straddle Maros and Pangkep regencies and occupy a total area of around 45,000 hectares. In 2001, they became a UNESCO world heritage site.”.  Tripadvisor rate it 4/5

*Sofyan available di twitter  dan instagram. boleh difollow foto-foto kece nya.

*Tunggu juga cerita Sofyan ke Pantai Galesong Utara, Pantai dengan banyak patung ala eropa. Sebagian foto sudah diupload di IG Sofyan.

_________________________
update:
Kabar gembira, blognya Sofy udah bisa dibuka, baca juga full version nya dan tips-tips ke Destinasi ini di Blog Sofy yaaaa…

%d bloggers like this: