Nggembel itu Asik, Kadang-kadang

28 May
Katakan "Ransel!" Ransel dan Red Jacket

Katakan “Ransel!”
Ransel dan Red Jacket

Saya memang bukan traveler, meski saya suka menikmati perjalanan. Saya juga bukan backpacker, meski suka gendong ransel. Saya pun bukan explorer beponi yang suka bertanya pada peta, karna itu pasti Dora.

Tapi, sempat tinggal di beberapa kota berbeda (cek halaman siapa saya), membuat saya merasakan macam-macam perjalanan. Dalam hal cukup sering menggunakan transportasi umum, tentunya saya cukup familiar dengan beberapa tempat pemberhentian transportasi umum. Gak bisa jodoh dengan transportasi yang kita mau, kadang jadi salah satu resiko penumpang. Gak jodoh di sini maksud saya bisa jadi waktu yang gak sesuai dengan yang kita inginkan, atau ketersediaan armada, atau transit, dan lain lain. kalo udah ketemu resiko penumpang begitu, apalagi di kota yang antah berantah, alternatif terindah yang bisa dinikmati satu: Nggembel.

Sebenarnya sudah beberapa kali saya (terpaksa) nggembel, tapi tak perlu lah aib yang sedemikian dalamnya disebar luaskan. jadi saya share 3 masa ssat saya menjalani peran sebagi Gembel Kere tapi Kece.

Stasiun Banyuwangi Baru, yang cukup ditempuh berjalan kaki beberapa menit dari pelabuhan Ketapang, adalah salah satunya. Tiba dari penyebrangan Bali-Jawa jelang midnight, sementara kereta kami masih pukul 06.00 WIB (atau 05.00 WIB ya? lupa). Demi dapat menikmati fasilitas maksimal kereta Sri Tanjung seharga Rp. 35,000 untuk Banyuwangi-Yogyakarta, kami berusaha mencintai spot-spot tempat kami bermalam. Beruntung saat itu kami berombongan.

Yap, serombongan Mahasiswa ekonomi dari beberapa kampus di Yogyakarta sedang menikmati perjalanan ekonomis Jogja-Bali di awal tahun 2009. Tempat beristirahat saya saat itu, sebuah ruangan (cukup luas) yang ternyata sebagai ruang penyimpanan paket. Jelas nyata terlihat dari sepeda motor yang disampul kardus2 di sudut ruangan. Ada kursi empuk di pinggir-pinggir yang akhirnya saya bisa sandarkan kepala dan tertidur cukup pulas.

Hingga pagi tiba, kami melanjutkan perjalanan dalam kereta ekonomi dengan segala keunikan fasilitas dan tingkah laku penumpang yang cukup mengagumkan hingga pukul 22.00 kami tiba di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta.

Terminal Bungurasih atau dikenal juga dengan Terminal Purabaya di Surabaya, sempat jadi tempat yang cukup familiar bagi saya. Sebelumnya, mendengar namanya saja saya sudah cukup takut. Namun rupanya, Terminal Bungur saat itu (rentang Januari-Juli 2013) cukup gembel-friendly sejak Negara Api menyerang. Sebenarnya cukup sering saya malam-malam kelayapan di terminal ini karena memang dengan berangkat malam, bisa tiba di Jogja subuh.

Tapi pada suatu malam yang cerah, dengan sangat terpaksa saya kehabisan bus yang saya inginkan hingga pukul 2.30 pagi. zzzzzzzz. Jadilah saya sepanjang nungguin bus itu ngobrol-ngorol sana sini, merhatiin tingkah polah dan denyut kehidupan di terminal yang ternyata gak pernah tidur itu.

Ada beberapa anak muda di salah satu sudut yang gelar sleeping bag. Ada yang numpang tidur di ruangan menyusui. Ada yang masih ngantuk2 duduk di kursi tunggu (itu saya), yang kemudian ngobrol2 gak jelas sama sesama yang duduk di kursi. ada pula yang sibuk bergegas mengejar bus. Rupanya sebagian yang betah menginap di Teminal karena menunggu bus ke tujuan yang diinginkan, yang hanya beroperasi pagi besok.

So, saya masih cukup beruntung loh, gak harus menunggu hingga matahari terbit. Alhamdulillah

Airport Hasanuddin Makassar, airport yang jadi transit sesiapa aja yang ke dan dari Timur Negri ini. Saya, sebagi pecinta papua, tentu saja jadi salah satu angkutan yang perlu diturunkan di Airport ini untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Airport Domine Eduard Osok, Sorong Kota Bersama. Kalau sebelum-sebelumnya saya biasa pakai penerbangan pagi yang bisa tiba di Sorong siang hari WIT, Agustus 2013 lalu saya coba penerbangan malam (dari Jogja 20.40 WIB) yang bisa tiba di Sorong pagi hari. Konsekuensinya, saya mesti transit di Hasanudin hingga pagi tiba.

Kenapa? karena penerangan di Airport Sorong yang banyak dituju pecinta diving buat ke Raja Ampat itu, masih pakai tenaga surya. Alias penerangannya dari Matahari aja. So, semua penerbangan di sana hanya ada di saat matahari bersinar. Ini berarti sudah jelas saya musti semalaman di airport SENDIRIAN.

Akhirnya yang saya lakukan untuk membunuh waktu adalah, menjelajahi sebanyak mungkin sudut airport itu. Meski banyak outlet yang sudah tutup, saya sambangi beberapa yang buka, motret kapal phinisi, dengan pede nya minta di fotoin orang lewat di depan tulisan β€œselamat datan”, keluar masuk beberapa toilet, naik turun tangga, dan kemudian berakhir dengan kelelahan di salah satu coffeeshop (gak sebut merk, gak dibayar sih), sembari menanti waktu yang tepat untuk sahur, sambil baca buku yang saya bawa.

Well, saat itu kursi di ruang tunggu lebih banyak dipenuhi sesama penumpang yang tidur enak. jadi sulit bagi saya menemukan kursi berjajar 3-4 yang kosong juga. SangatΒ  jarang juga mata menemukan sesama penumpang yang bisa diajak ngobrol.

Kamu, kalau kelamaan nunggu di tempet-tempet transpostasi umum gitu, ngapain aja?

 

Gembel in Red Jacket

Gembel in Red Jacket: kalo ketemu, sapa aja

Advertisements

89 Responses to “Nggembel itu Asik, Kadang-kadang”

  1. potretbikers May 28, 2014 at 2:51 AM #

    Wakaka, kenapa gak hubungi saya….(saya cuma 20menit dari Bungurasih) πŸ˜† & 5 menit dari Bandara Juanda – SBY, opo yo gak pengen mampir nggembel dikost’an saya…wakakak

    • aqied May 28, 2014 at 10:37 AM #

      hahahahaaha.
      next time berarti aku tau harus menghubungi siapa nggo konco nggembel.
      tp blm ad rencana nggembel lagi sih (yakali nggembel pke direncanain)

  2. ochimkediri May 28, 2014 at 5:30 AM #

    wah la kok kleleran ngunu πŸ˜›
    ngati2 mbak kalo bermalam d tempat umum.

    • aqied May 28, 2014 at 10:47 AM #

      iya, mas. kalo gak terpaksa ya gak
      pengwn juga sengaja nggembel
      malam2 gitu. kasian amat.
      bener mesti hati2 dan siaga plus
      sebisa mungkin dihindari

  3. Ryan May 28, 2014 at 5:47 AM #

    apa???? Aqied… kamu diapain sama dyaz jadi ngegembel gitu? Perlu saya bantu jitakin dia gak biar gak ngegembel lagi *komen oot*

    Eh itu nyebut2 RajaAmpat… ke sana lagi tah?

    • aqied May 28, 2014 at 10:57 AM #

      duh Dyaz ya disebut2 disini. hihi
      gak ada hubungannya sih, Mas. tapi kalo mau dijitak sih jitak aja, kayanya emang Dyaz tuh jitakable ya…
      hehe. gpp promosi Sorong sekalian sebagai kabupaten asal Raja Ampat sebelum pemekaran

    • dyazafryan May 28, 2014 at 11:10 AM #

      kok bawa2 aku mas? aku salah apa? 😦 mas ryan. jahat.. jahat.. aku bencik mas ryan..

      • aqied May 28, 2014 at 11:15 AM #

        makanya agak berat an dikit biar gak gampang di bawak bawak.
        benciik pake K yaak

      • dyazafryan May 28, 2014 at 11:23 AM #

        iakkk.. pakek k.. 😦 akuk bencikk sekalikkkk.. πŸ˜›

      • aqied May 28, 2014 at 12:38 PM #

        tuh, mas Ryan. jitaaK!!! ( pke K besar )

      • dyazafryan May 28, 2014 at 2:00 PM #

        hahahhaa… πŸ˜›

      • Ryan May 28, 2014 at 12:51 PM #

        Hahaha. Gak dicolek dia tahu loh… Uhuyy. Jangan marah dyaz. Tandanya sayang dyaz kok kalau disebut

      • dyazafryan May 28, 2014 at 2:00 PM #

        asikk.. mas Ryan sayang sama aku.. πŸ˜€

      • Ryan May 28, 2014 at 2:18 PM #

        Hahahahaha.

      • dyazafryan May 28, 2014 at 5:38 PM #

        uwuwuwwuuw-in mas Ryan

      • aqied May 28, 2014 at 5:09 PM #

        bambang gimana?

      • dyazafryan May 28, 2014 at 5:39 PM #

        bambang siapa yaaa? πŸ˜›

      • aqied May 28, 2014 at 6:38 PM #

        aku blm dikenalin jugak sih

      • dyazafryan May 28, 2014 at 6:43 PM #

        dia bukan siapa-siapa..:P

      • aqied May 28, 2014 at 6:47 PM #

        ciyuuus? trus aku siapa?
        *eh?

      • dyazafryan May 29, 2014 at 11:24 AM #

        itu kode? hahaha πŸ˜›

      • aqied May 29, 2014 at 4:33 PM #

        itu pertanyaan. aku gak ngerti kode kan katamu

      • dyazafryan May 29, 2014 at 5:30 PM #

        hahahha.. iya itu pertanyaan. -__-

      • aqied May 29, 2014 at 5:50 PM #

        tp gak dijawab ;(

      • dyazafryan May 29, 2014 at 5:52 PM #

        dasar…. hih!

      • aqied May 29, 2014 at 5:55 PM #

        kehabisan kata-kata? LINE!

      • dyazafryan May 30, 2014 at 9:44 AM #

        *sticker kepala nunduk*

      • aqied May 28, 2014 at 5:10 PM #

        gak perlu dicolek cm perlu ditabok. Plaaak!!!

      • Ryan May 28, 2014 at 5:10 PM #

        Gak sangka.
        Aqied itu…

      • aqied May 28, 2014 at 6:37 PM #

        aku kenapa, Mas?

      • Ryan May 28, 2014 at 6:49 PM #

        Galakkkk
        *ngumpet belakang dyaz*

      • aqied May 28, 2014 at 6:54 PM #

        masih keliataaan, Mas. Dyaz tuh kurang tebel buat jd tempet ngumpet

      • Ryan May 28, 2014 at 7:17 PM #

        Hahahaha.

  4. jampang May 28, 2014 at 5:57 AM #

    untunglah ada hal yang bisa dilakuin selama menunggu…. meskipun dengan kondisi seadanya.

    salut

    • aqied May 28, 2014 at 11:17 AM #

      hihi. yang bisa dilakukannya itu dicari cari, mas. sambil nyetel n nginget2 lagunya Ebiet G Ade yg “tatkala lelah menunggu” apa ya judulnya.
      haduh, nggembel koq di salutin, kan saya jd salting
      *eh?

      • jampang May 28, 2014 at 11:19 AM #

        ya maksudnya bisa melalui kondisi seperti itu πŸ˜€

      • aqied May 28, 2014 at 12:36 PM #

        hihi bisa karna terpaksa mungkin ya πŸ˜‰

  5. Maskur May 28, 2014 at 8:14 AM #

    belum pernah

    • aqied May 28, 2014 at 11:19 AM #

      tepat waktu terus ya kendaraannya

  6. Beby May 28, 2014 at 8:18 AM #

    Hello, Red Jacket. Please wait Skull Hoodie immediately :p

    Ah Aqied, banyak deh pengalaman kamu.. Mesti belajar banyak nih, secara kalo nomaden entar ngga akan kalang kabut. Hiks..

    • aqied May 28, 2014 at 11:20 AM #

      hihi. red riding hood kata temenku si sopi.
      duh jangan belajar dr akuuuu

  7. Chrismana"bee" May 28, 2014 at 8:43 AM #

    Kadang seru juga yo mbak, memanfaatkan jeda waktu πŸ˜€
    kalo aku kebanyakan waktu rada jarang, soale kalo brangkt kmna-mana seringnya ngepres waktunya, yang sering tu kesasar, jadi udah pd aja naik apa eh salah, atau arah kekanan padahal ke kiri πŸ˜€

    • aqied May 28, 2014 at 11:26 AM #

      itu juga bukan kemauan sendiri buat nggembel. hiks.
      tali karna ud telanjur nggembel yo wis dinikmati n di bawa asik ajeeeh dan ternyata jd nempel di memori. hihi.
      wah kalo nyasar seringnya pas motor2an, mb. akhirnya ya dinikmati aja get lost gitu malah nemu tempet tempet baru

  8. Rahmat_98 May 28, 2014 at 8:46 AM #

    Wah… kalau kelamaan nunggu, biasanya saya cari spot-spot bagus buat di abadikan. Sekalian juga kalau lebih dari 5 jam biasanya keliling sekitar bandara, pelabuhan, stasiun atau terminal buat nyari sesuatu yang unik buat dirumah…

    • aqied May 28, 2014 at 11:31 AM #

      iyaaaa pengennya gituuu tapi seringnya malam plus lone ranger alias jalan sendiri pulaaak. masih suka takut kalo harus kabur de keramaian gitu

      • Rahmat_98 May 28, 2014 at 4:06 PM #

        Jangankan wanita, saya aja yang laki-laki masih iseng kalau sendirian di kampung orang. πŸ˜€

      • aqied May 28, 2014 at 5:08 PM #

        iseng gimana, maksudnya mas Rahmat?

      • Rahmat_98 May 30, 2014 at 6:49 AM #

        Iseng takut ada yang jahat mbak…
        Pernah kejadian di daerah Purwakarta soalnya….

      • aqied May 30, 2014 at 12:08 PM #

        iya kalo sendiri gitu bawaannya curigaan ya. hihi.
        di purwakarta gimana?

      • Rahmat_98 May 31, 2014 at 7:55 AM #

        Pas di stasiun kena palak, padahal kalau mau dilawan mah bisa aja. cuma gak mau rame aja, jadi saya kasih dah…

      • aqied May 31, 2014 at 8:18 AM #

        iya sih ya kadang kalo ud capek n males ribut yaudah. kasih aja. padahal kalo mau dibawa ribut sih bisa bisa aja (sok jago).
        makanya aku bawa duitnya selalu dipisah2 plus gak banyak2

      • Rahmat_98 May 31, 2014 at 8:24 AM #

        Padahala waktu itu bawa duit cuma Rp.10.000 aja πŸ˜€
        Maklum masih jaman mahasiswa, backpakeran nekat …

      • aqied May 31, 2014 at 8:34 AM #

        wuidih, 10ribu pun tetep di palak ya.
        aku gak pernah ngalamin gitu sih. semoga aja jangan sampe deh kena palak palak. serem.
        tapi kalo punya duit mepet sih pernah. duitnya smp lembaran terakhir cm cukup buat ongkos bus doank.

  9. dyazafryan May 28, 2014 at 11:15 AM #

    sikilfie on the top… yeayyy.. πŸ˜€

    • aqied May 28, 2014 at 11:32 AM #

      sukaaaak banget kayaknya nemu sikilfie ya yaz

      • dyazafryan May 28, 2014 at 11:46 AM #

        iahh, hahaha…
        udah lama g keliatan. πŸ˜›

      • aqied May 28, 2014 at 12:34 PM #

        lama gak sikilfie mes sih kamu kepoin tar.
        pake wedges kmaren jugak lupak sikilfie

      • dyazafryan May 28, 2014 at 1:59 PM #

        hahaha… iah ya… πŸ˜€ g kepikiran kali

  10. Rahad May 28, 2014 at 12:15 PM #

    Ngegembel itu enak kalo rame2 sama temen sm masih punya duit agak banyak. Kalo udh sendiri, uang sekarat, dan baterai gadget tinggal tunggu detik2 mati, mending tidur aja drpd mati gaya πŸ˜€

    Jadi pengen nyoba ngegembel ganteng di eropa sana 😎

    • aqied May 28, 2014 at 12:24 PM #

      kalo aman buat tidur sih emang lebih enak tidur. kalo gak ad yg bangunin trus ud ditinggal pesawat gitu ya gak asik jugak kan.
      aiiiih ikutan nyempil di koper donk ngegembel ganteng di eropaH

  11. MS May 29, 2014 at 9:56 AM #

    ngegembel pernah sekali Qied..
    itu juga karena rombongan sekolah……, ada miskomunikasi jadwal..
    jadi geletakan aja di stasiun Gambir…, untung aja rame2..
    betenya bukan karena geletakan, .., tapi karena sumuk nggak mandi

    • aqied May 29, 2014 at 4:54 PM #

      hihihi rame rame gitu masih bisa ya membunuh waktu atau kalopun mau tidur bisa gantian jagain barangnya.
      aku rame2 beberapa kali aja seringnya nggembel sendiri

  12. Ditter May 29, 2014 at 10:09 AM #

    Waaah… keren, udah ke mana-mana…. :O

    Ngegembel kalo bareng temen-temen asyik banget. Seru dan menyenangkan. Bisa buat cerita ke anak-cucu πŸ˜€

    • aqied May 29, 2014 at 4:34 PM #

      iyap. kalo nggembel sendiri kudu pinter pinter mikir gimana caranya supaya nggembelnya seru dan gak bikin makn stres. huft. sayangnya keseringan nggembel pas sendiri ;(

  13. Gallant Tsany Abdillah May 29, 2014 at 11:26 PM #

    kalo kondisinya malem gitu, ya palingan tidur hahaha.
    kecuali kalo stasiun yang makin malem makin rame, mungkin malah gak tidur dan ngeliatin kereta. πŸ˜€

    ah, nungguin jawaban dari dia aja aku kuat, apalagi cuma nungguin transportasi.
    #SelaluAdaCelahBuatGalau

    • aqied May 30, 2014 at 12:10 AM #

      hahahahahahahahahaaaa apalah arti menunggu keretab dibanding menunggu raisa. eh?

      iya sik mas kalo malem emang pengennya tidur. tp kalo sendiri ya rada mikir2. aman gak nih tempetnya. aman gak nih barang bawaan. aman gak nih dr resiko ketinggalan kereta/pesawat/kapal.

  14. mawi wijna May 30, 2014 at 1:54 AM #

    Dengan menggembel, berarti dirimu terbukti masih orang Indonesia mbak, eh… Qied :p

    Karena orang Indonesia itu duduknya di lantai dan makannya langsung pakai tangan, hahaha. Saya sendiri kayaknya ya menikmati juga itu, duduk di emperan toko sambil makan camilan dan udah nggak ada malu diliatin sama orang2 yang lewat, hehehe.

    • aqied May 30, 2014 at 12:28 PM #

      hahahahahaha. asik aja yah kalo gak peduli orang lain mau nganggapnya gimana.
      yang gawat kalo tiba tiba ada orang yg kenal trus nyapa. wkwkwkwkw
      nggembel juga petualangan ya mas

      • mawi wijna May 31, 2014 at 8:30 PM #

        Cuek aja mbak Bro! Dengan berani menggembel itu langkah awal untuk menahan malu bin gengsi, hahaha. πŸ˜€

        Menggembel itu bagian dari petualangan pinggiran anti mainstream.

      • aqied May 31, 2014 at 8:38 PM #

        nggembel kasih kita pelajaran kalo Hidup itu Keras, Jendral!
        apalagi kalo sempet ngobrol ngobrol sama para pencari nafkah yg berjuang di tempat tempat itu. banyak pelajaran

  15. duniaely May 30, 2014 at 3:21 AM #

    Aku malah belum pernah ngegembel πŸ˜€

    • aqied May 30, 2014 at 12:24 PM #

      sebisa mungkin emang dihindari, mb. tp kalonud terlanjur di ngalamin, ya gimana caranyabsupaya bisandibawa asik. drpd stress sendiri

      • duniaely May 31, 2014 at 1:11 PM #

        Soalnya selalu sama suami sih kalau liburan πŸ˜›

  16. arip May 30, 2014 at 2:17 PM #

    Dan beruntungnya saya orang yg hobi ngaret.

    • aqied May 30, 2014 at 5:05 PM #

      yaaaaaay aku pernah ngaret trus ketinggalan trus nunggu kendaraan berikutnya. sama aja deh nggembel lagiih

      • arip May 30, 2014 at 9:33 PM #

        Jarang ketinggalan karena ngaret, seringnya ga bisa naik kendaraan gara-gara kepenuhan. Ya baru ngegembel deh.

      • aqied May 30, 2014 at 11:25 PM #

        hahahahaha ujung ujung nya ngegembel juga. gpp walopun gembel yg penting tetep kece

  17. febridwicahya May 30, 2014 at 9:21 PM #

    hay gembelers garis keras πŸ˜€ . seru loh nggembel tuh :p . aku kalau nungguin sesuatu di tempat tranportasi itu biasanya jelas mlaku-mlaku gak jelas sambil cuci mata… pake rinso πŸ˜€

    • aqied May 30, 2014 at 9:55 PM #

      asiik kan yaaaa kadang kadang. sampe hapal segala sudut. kalo cuci mata pake rinso gitu suka yg sachet an ato yang sekilo sekalian beli nya?

  18. Muhammad Hendra May 30, 2014 at 9:51 PM #

    Kau telah kunobatkan sebagai gembel terkece di muka bumi ini~

    • aqied May 30, 2014 at 10:06 PM #

      gembel gembel harus tetep keceee pokoknya yak

  19. lieshadie May 31, 2014 at 1:13 PM #

    Kalo baca postingan kek gini jadi pengin muda lagi.. 😦

    • aqied May 31, 2014 at 1:25 PM #

      aaaaak aku jd kepo pengen tau jaman muda nya gimanaaa

  20. obi930 May 31, 2014 at 1:59 PM #

    Ini hampir sama kayak mbolang gitu ya, hehe..

    salam, blogger absurd
    belajar-berkata blogspot com

    • aqied May 31, 2014 at 2:03 PM #

      yoaiiiih mameen,
      mbolang yang kepanjangannya Bocah Ilang

  21. masdjie July 28, 2014 at 7:47 AM #

    Saat kita berpikir posisi di atas itu menyenangkan, tentu posisi paling dasar itu akan menakjubkan.. hehe πŸ™‚

    • aqied July 28, 2014 at 3:49 PM #

      Hehehehe kebahagiaan gak bisa diukur dg sedang di mana kita. Tapi sedang di mnapun mesti berusaha terus bersyukur

      • masdjie July 28, 2014 at 5:32 PM #

        Betul banget, setuju sangat πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: