Archive | May, 2014

Hutang Semesta

31 May

sebelumnya selamat menikmati weekend bagi Anda yang merayakan ya…

Hutang semesta ini sebenarnya ambil dari istilahnya Tata.

saya jadi merasa bersalah dan sedikit berhutang pada semesta karena mulai jarang posting dan silaturrahim ke blog kawan kawan blogger nan kece.
Ditambah lagi sekarang lagi rame rame nya program estafet antar blogger semacam Liebster yang sampe nimpuk saya 4 kali. saya sendiri sudah posting Liebster sampai volume 2. Kalau masih hutang dua lagi, bisa jadi semacam seasonnya cinta fitri.

Ada pula program keren Mas Adi (alias Mas Kid) yang cerbung estafet yang akhirnya saya kena timpuk buat jadi orang ke 4 yg nerusin.

Semakin berasa hutangnya ketika saya buka blog statistik dan lihat ternyata ad beberapa yang ke blog saya nan absurd ini, berasal dari link cerbung timpukan Dyaz.

Yep, dengan pede nya si Dyaz nyantum2in saya yang harus bertanggung jawab buat nerusin proyek cerbung yang ceritanya tentang patah hati dengan drama sadis ituh. hiks. Sebagian yang akhirnya klik link saya si sana mungkin mengira sudah ad lanjutan ceritanya di sini.

tapi

ternyata

belum ada.

dan

penonton kecewa.

saya juga sedih sih belum bisa nerusin cerbung yang ceritanya menyayat-menyayat itu. apalagi kalau mau dibandingin dengan Dyaz yang sudah langsung posting lanjutan cerbung dari Beby hanya 1,5 jam dari dipublish nya cerbung Beby. *sirik

Sbenarnya saya pengennya juga segera nerusin ya. Sayangnya sampai sekarang fasilitas yang mendukung saya buat blogging dengan aman nyaman dan lancar masih belum memadai. Jadi saya harap sih semesta sudi memaafkan hutang saya. 😉

salam hormat,
aqied
yang ngetik dr browser hp

Links :
*susah banget nyelipin link pke hp rada pinter tp gak pinter pinter banget ini
1. Posting Hutang Semesta Tata: http://tirsme.com/2014/05/14/hutang-kepada-semesta/
2. Cerbung Blogger 1: http://mask-id.blogspot.com/2014/05/cerita-bersambung-blogger-kulihat-kau.html?m=0
3. Cerbung Blogger 2: http://diarynyabeby.blogspot.com/2014/05/cerita-bersambung-blogger-habiskan-sepi.html?m=0
4. Cerbung Blogger 3: http://dyazafryan.wordpress.com/2014/05/31/cerita-bersambung-blogger-airmata-di-pasir-iboih/

Cerbung yg ke 4 nya harusnya di blog ini

Nggembel itu Asik, Kadang-kadang

28 May
Katakan "Ransel!" Ransel dan Red Jacket

Katakan “Ransel!”
Ransel dan Red Jacket

Saya memang bukan traveler, meski saya suka menikmati perjalanan. Saya juga bukan backpacker, meski suka gendong ransel. Saya pun bukan explorer beponi yang suka bertanya pada peta, karna itu pasti Dora.

Tapi, sempat tinggal di beberapa kota berbeda (cek halaman siapa saya), membuat saya merasakan macam-macam perjalanan. Dalam hal cukup sering menggunakan transportasi umum, tentunya saya cukup familiar dengan beberapa tempat pemberhentian transportasi umum. Gak bisa jodoh dengan transportasi yang kita mau, kadang jadi salah satu resiko penumpang. Gak jodoh di sini maksud saya bisa jadi waktu yang gak sesuai dengan yang kita inginkan, atau ketersediaan armada, atau transit, dan lain lain. kalo udah ketemu resiko penumpang begitu, apalagi di kota yang antah berantah, alternatif terindah yang bisa dinikmati satu: Nggembel.

Sebenarnya sudah beberapa kali saya (terpaksa) nggembel, tapi tak perlu lah aib yang sedemikian dalamnya disebar luaskan. jadi saya share 3 masa ssat saya menjalani peran sebagi Gembel Kere tapi Kece.

Stasiun Banyuwangi Baru, yang cukup ditempuh berjalan kaki beberapa menit dari pelabuhan Ketapang, adalah salah satunya. Tiba dari penyebrangan Bali-Jawa jelang midnight, sementara kereta kami masih pukul 06.00 WIB (atau 05.00 WIB ya? lupa). Demi dapat menikmati fasilitas maksimal kereta Sri Tanjung seharga Rp. 35,000 untuk Banyuwangi-Yogyakarta, kami berusaha mencintai spot-spot tempat kami bermalam. Beruntung saat itu kami berombongan.

Yap, serombongan Mahasiswa ekonomi dari beberapa kampus di Yogyakarta sedang menikmati perjalanan ekonomis Jogja-Bali di awal tahun 2009. Tempat beristirahat saya saat itu, sebuah ruangan (cukup luas) yang ternyata sebagai ruang penyimpanan paket. Jelas nyata terlihat dari sepeda motor yang disampul kardus2 di sudut ruangan. Ada kursi empuk di pinggir-pinggir yang akhirnya saya bisa sandarkan kepala dan tertidur cukup pulas.

Hingga pagi tiba, kami melanjutkan perjalanan dalam kereta ekonomi dengan segala keunikan fasilitas dan tingkah laku penumpang yang cukup mengagumkan hingga pukul 22.00 kami tiba di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta.

Terminal Bungurasih atau dikenal juga dengan Terminal Purabaya di Surabaya, sempat jadi tempat yang cukup familiar bagi saya. Sebelumnya, mendengar namanya saja saya sudah cukup takut. Namun rupanya, Terminal Bungur saat itu (rentang Januari-Juli 2013) cukup gembel-friendly sejak Negara Api menyerang. Sebenarnya cukup sering saya malam-malam kelayapan di terminal ini karena memang dengan berangkat malam, bisa tiba di Jogja subuh.

Tapi pada suatu malam yang cerah, dengan sangat terpaksa saya kehabisan bus yang saya inginkan hingga pukul 2.30 pagi. zzzzzzzz. Jadilah saya sepanjang nungguin bus itu ngobrol-ngorol sana sini, merhatiin tingkah polah dan denyut kehidupan di terminal yang ternyata gak pernah tidur itu.

Ada beberapa anak muda di salah satu sudut yang gelar sleeping bag. Ada yang numpang tidur di ruangan menyusui. Ada yang masih ngantuk2 duduk di kursi tunggu (itu saya), yang kemudian ngobrol2 gak jelas sama sesama yang duduk di kursi. ada pula yang sibuk bergegas mengejar bus. Rupanya sebagian yang betah menginap di Teminal karena menunggu bus ke tujuan yang diinginkan, yang hanya beroperasi pagi besok.

So, saya masih cukup beruntung loh, gak harus menunggu hingga matahari terbit. Alhamdulillah

Airport Hasanuddin Makassar, airport yang jadi transit sesiapa aja yang ke dan dari Timur Negri ini. Saya, sebagi pecinta papua, tentu saja jadi salah satu angkutan yang perlu diturunkan di Airport ini untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Airport Domine Eduard Osok, Sorong Kota Bersama. Kalau sebelum-sebelumnya saya biasa pakai penerbangan pagi yang bisa tiba di Sorong siang hari WIT, Agustus 2013 lalu saya coba penerbangan malam (dari Jogja 20.40 WIB) yang bisa tiba di Sorong pagi hari. Konsekuensinya, saya mesti transit di Hasanudin hingga pagi tiba.

Kenapa? karena penerangan di Airport Sorong yang banyak dituju pecinta diving buat ke Raja Ampat itu, masih pakai tenaga surya. Alias penerangannya dari Matahari aja. So, semua penerbangan di sana hanya ada di saat matahari bersinar. Ini berarti sudah jelas saya musti semalaman di airport SENDIRIAN.

Akhirnya yang saya lakukan untuk membunuh waktu adalah, menjelajahi sebanyak mungkin sudut airport itu. Meski banyak outlet yang sudah tutup, saya sambangi beberapa yang buka, motret kapal phinisi, dengan pede nya minta di fotoin orang lewat di depan tulisan “selamat datan”, keluar masuk beberapa toilet, naik turun tangga, dan kemudian berakhir dengan kelelahan di salah satu coffeeshop (gak sebut merk, gak dibayar sih), sembari menanti waktu yang tepat untuk sahur, sambil baca buku yang saya bawa.

Well, saat itu kursi di ruang tunggu lebih banyak dipenuhi sesama penumpang yang tidur enak. jadi sulit bagi saya menemukan kursi berjajar 3-4 yang kosong juga. Sangat  jarang juga mata menemukan sesama penumpang yang bisa diajak ngobrol.

Kamu, kalau kelamaan nunggu di tempet-tempet transpostasi umum gitu, ngapain aja?

 

Gembel in Red Jacket

Gembel in Red Jacket: kalo ketemu, sapa aja

The Liebster Awards vol 2

27 May

liebster-award

Siapa duga siapa sangka, si blogger labil macam saya ini dapt timpuk Liebster lagi dari Bunda Monda. kalau kena timpuk gini lagi, di posting yang kali ini cukup jawab pertanyaannya aja yaaa. 11 fakta tentang saya bisa ublek ublek blog absurd ini. Atau cek di posting pas kena timpukan Liebster Award dari Mas Rifki Jampang.

 1. Kapan mulai ngeblog?

mulai punya Cacatan Hari Hari alias blog ini 2008, tapi rada rajin posting baru akhir 2013

2. Kenapa suka ngeblog? 

karna kadang-kadang butuh sesuatu yang lain dari yang dijumpai di dunia nyata (halah bahasakuu)

3. Paling suka ngeblog tentang apa?

curheitz, sama jalan-jalan. buat menghibur diri juga sih kalo lama gak jalan-jalan, baca baca blog sendiri. hehe

4. Apa topik favorit yang selalu dibaca di blog orang?

cerita sehari-hari yang sering gak terduga dan bisa banget kasih pengetahuan n pelajaran baru buat saya.

suka juga yang tentang jalan-jalan

5. Apa kegiatan favorit di waktu luang?

muter otak kira-kira bisa jalan kemana, get lost kemana. kalo nggak ya tidur

6. Punya mimpi yang pengen diwujudkan dalam waktu dekat ?  

yep. nggggg kasitau gak yaaa

7. Apa film favorit kamu ?

belum ada yang favorit banget sih. tapi sempet suka ngikutin seria Prison Break, mgkn karnasempet bercita-cita jadi kakak adek se keren mereka berdua kali yaa (karna di dunia nyata sering bertengkar sama kakak)

8. Apakah makna pertemanan itu? Jelaskan dalam maksimal 5 kalimat.

temen beneran itu kalau selalu berusaha bisa kasih yang terbaik tanpa mikirin harus dpt balesan yang sama juga.

9. Sebutkan 3 orang wanita yang menjadi sumber inspirasi kamu ?

ibuku, ibuku, ibuku 😉

 

10. Sebutkan 3 hal yang loe paling suka dalam hidup.

ke tempat baru

dapat teman baru

ketemu lagi dengan teman/saudara yg lama terpisah

11. Seandainya loe hidup hanya 3 bulan kedepan dan boleh melakukan 3 hal, apa pilihan loe?

Tobat, lunasin hutang, minta maaf ke semua

DONE!

ada yang mau nambahin pertanyaan? atau ada yang pengen kena timpuk sayang dari saya? hehe

 

Taman Nasional Meru Betiri, Jawa Timur

24 May

Saya menghabiskan masa kecil di Sorong, sebelah barat Papua. Surga kecil yang diturunkan Tuhan ke bumi, demikian menurut Franky Sahilatua. Sorong itu dimana? Tengoklah peta pulau Papua yang berbentuk seperti burung. Bagian pucuk kepala, itulah dia. Sisi terbarat Papua. Disekelilingnya terdapat pulau-pulau kecil yang indah. Bahkan lagu Franky yang menyebutkan Papua sebagai surga kecil dibumi itu, sebelum Raja Ampat setenar ini.

 

Tanjung Kasuari Sorong, Papua (yang sempet saya bilang jelek dan kotor), 2010

Tanjung Kasuari Sorong, Papua (yang sempet saya bilang jelek dan kotor), 2010

Tana Papua tanah yang kaya.

Surga kecil jatuh ke bumi

Pantai yang pernah saya kenal sejak kecil adalah pantai-pantai khas Papua. Tenang, biru, pasir putih, lambaian kelapa, disertai angin dan aroma samudra yang berpadu lembut. Saya terbiasa dengan definisi pantai yang seperti itu. Bahkan pantai yang saya anggap jelek dan kotor sekalipun. Sampai pada suatu masa saya mulai menetap di pulau Jawa. Di sisi yang tidak dekat dengan pantai, dan cukup lama tidak ke pantai.

Saleo, Raja Ampat.

Saleo, Raja Ampat.

Jumpa pertama saya dengan pantai di Jawa membuat saya terkejut. Ya, mungkin saya mengunjungi tempat yang salah. Baru saat itu saya tau ada pantai yang pasirnya tidak puti, airnya tidak biru, aroma amisnya menusuk. Alih-alih bias menenangkan diri berkawan debur ombak dan belaian angin dari samudra. Saya terpaksa membiasakan diri di tengah keramaian manusia. Pantai perta ayang saya kunjungi penuh pengunjung, pencari nafkah, dan segala lapak sana sini.

Kecewa? Pasti

Setelah itu, saya tetap rajin menyambangi beberapa pantai. Tentu tak lagi dengan ekspektasi berlebihan. Berharap masih dapat menemukan pantai yang memenuhi definisi pantai semasa kecil saya dulu. Pada pertengahan tahun 2013, saya berkesempatan menjejak dan mengintip sebagian kecil dari emperan Kabupaten Raja Ampat di sela-sela perjalanan mudik saya. Mudik kali itu membuat saya semakin merasa tidak bias menemukan perbandingan alam laut Papua di pulau yang saya diami, Jawa.

tangan saya udah kaya pakai sarung tangan :(

tangan saya udah kaya pakai sarung tangan 😦

April 2014, itu kali pertama saya menjumpa pantai lagi sepulang dari Papua. Anggapan saya seketika runtuh ketika bertemu pantai indah, mungkin inilah surga kecil yang Tuhan titipkan di tanah Jawa, pantai-pantai di TN Meru Betiri.

Foto Panorama Teluk Ijo

Foto Panorama Teluk Ijo

Biru dan hijau tosca laut bagai sapuan kanvas terindah dari Tuhan, menyapa kami di Green Bay alias Teluk Ijo. Salah satu pantai di TN Meru Betiri yang dapat kami capai dengan berperahu dari Pantai Rajegwesi. Putih pasir dan lembutnya menyamankan kaki siapa saja yang menginjak, beralas kaki ataupun tidak. Hamparannya yang berkilau di bawah matahari, menghasilkan paduan apik dengan warna laut. Debur ombak yang melewati karang-karang di kanan dan kiri Teluk Ijo, tidak mudah di dapat di pantai lain. Penampakannya serupa air terjun mini. Selama berperahu, kami diiringi ukiran tangan Tuhan pada tebing-tebing disisi laut.

#sikilfie

#sikilfie

“Phi Phi Island KW” Kata teman seperahu saya.

pasirnyaaaa

pasirnyaaaa

Berperahu selalu mengasyikkan. Tak hanya indra penglihatan saja yang dimanjakan. Suara debur ombak yang mengiringi, lebih indah dari alunan music apapu. Angin dan aroma laut yang kental, memanjakan indra lainnya pula. Betapa tak sopannya saya yang sempat tak percaya bahwa masih ada, pantai indah titisan surga kecil Tuhan di pulau Jawa ini.

it's okay to be geseng in Green Bay

it’s okay to be geseng in Green Bay

Satuan waktu apapun berapapun, tak akan pernah cukup untuk mengagumi kuasa Tuhan. Kau tau, alam selalu punya kejutan untuk kita, dengan cara yang tak pernah sama.

Pantai Rajagwesi, foto panorama

Pantai Rajagwesi, foto panorama

Sayang, kami harus segera bergegas. Ada lukisan alam dahsyat yang sudah menanti kami di sisi lain TN Meru Betiri. Kanvas aneka warna senja telah siap dibentangkan kala kami tiba di Pantai Sukamade. Tepat dibentangkan saat kami usai melepas tukik-tukik kecil menuju hidup baru mereka.

bentangan kanvas warna senja pantai Sukamade

bentangan kanvas warna senja pantai Sukamade

Pantai Sukamade, untuk mencapainya kami harus siap terombang ambing di dalam Jeep yang melaju di medan off road, bahkan menyebrangi sungai. Dengan aneka tumbuhan besar di kanan dan kiri, sesekali beberapa banteng menampakkan diri. Perjalanan yang cukup seru serupa yang biasa saya lihat pada iklan-iklan rokok.

wpid-bkizah0ccae37dk.jpg

foto dari akun twitter @sudutindonesia

Sore hari di pantai ini, pengunjung dapat mengantar langkah-langkah kecil tukik menuju laut. Jika malam tiba, dapat pula menyaksikan mama-mama penyu bertelur.

go run run

go run run

“selamat menempuh hidup baru” bisik saya pada tukik kecil. Tukik yang kemudian saya biarkan langkah-langkah kecilnya meninggalkan jejak mungil pula, menjauhi kami, menjemput hidup baru dengan menghampiri laut dan lukisan senja.

selamat jalan, tukiik

selamat jalan, tukiik

 

Sunset usai melepas tukik

Sunset usai melepas tukik

Pantai Sukamade dan Teluk Ijo hanya dua dari beberapa pantai-pantai indah tersembunyi dalam area TN Meru Betiri. Masih ada Pantai Nanggelan, Bande Alit dan mungkin nama-nama lain atau tak bernama yang belum sempat saya kunjungi tuk kagumi. Kalau begini, bagaimana mungkin saya tak makin cinta dengan Indonesia?

"travel through the worl and see how He began creation " Al Ankabut 20

“travel through the worl and see how He began creation ” Al Ankabut 20

*teks dan foto oleh Aqied

IMG_6233

*isi posting ini sudah pernah dipublikasi dalam kicau bersambung akun microblog saya twitter @aqied, Rabu 21 Mei 2014, dengan sedikit penyesuaian.

*informasi mengenai pantai Bande Alit dan Pantai Nanggelan saya dapat dari akun follower twitter @justlocalview

 

The Liebster Awards,,,,,

23 May

Image

Gak nyangka sih bakal kebagian dikasih PR ini sama Mas Rifki, rada-rada tersanjung (halah) karna ternyata saya termasuk dari 11 blogger yang dipilih buat ditimpuk. Secara saya kan ngeblog juga baru baru aja. Masih sangat labil. Plus isi posting kebanyakan suka-suka dan berbau absurd.

Nah, diantara PR-PR Liebster Award ini adalah:

  1. Post Award ke blog Anda
  2. Sampaikan terima kasih kepada blogger yang mengenalkan award ini dan link back ke blognya
  3. Share 11 hal tentang diri Anda
  4. Jawab 11 pertanyaan yang diberikan ke Anda
  5. Pilih 11 blogger lain dan berikan mereka 11 pertanyaan yang Anda inginkan

PR No. 1 dan 2, Done ya Kakaaak….

Sekarang, ngerjain PR No.3 dulu deh yaa

11 hal tentang saya gak ada ketentuannya kan ya?

  1. Nama lengkap saya Aqida Shohiha. Lebih sering disapa Aqied. Kadang jadi Kak Aqied, Mbak Aqied, The Aqied, sesekali Mas Aqied, Bang Aqied, bahkan Akhi Aqied.
  2. Secara keturunan, saya darah Jawa. Tinggal dan menetap di Pulau Jawa 17 tahun, tapi masih gak lancer bahasa jawa, masih gak ngerti-ngerti juga tentang adat istiadat Jawa.
  3. Menghabiskan masa kecil di Papua sejak masih Irian Jaya, dan hingga kini mencintai Papua sebagai bagian dari Indonesia, meski kalau di Papua dianggap orang Jawa pendatang. :whatever I Love Papua
  4. Rata-rata kesan pertama orang baru kenal/ketemu sama: Judes, Jutek, dan semacamnya. Apa adanya, gak jago basa basi.
  5. Suka perjalanan, meski gak bisa sering-sering dan belum banyak melakukan perjalanan
  6. Suka berkendara. bersepeda motor hingga jarak tertentu. Berkereta ekonomi, ber bus eksekutif maupun AC, berkapal, berpesawat, sesekali berjalan kaki.
  7. Suka minum daripada ngemil. suka banget kalo ada yang kasi sample kopi-kopi dari jenis yang aku belum tau. Atau teh oleh-oleh dari daerah/Negara mana aja. Juga aneka racikan minuman tradisional.
  8. Suka matahari, sering panas-panasan, tapi gak sabaran dan males sama perawatan kulit.
  9. Suka ngobrol sama siapa aja, dengerin celoteh2 ajaib dari balita-balita yang selalu unpredictable. Ngobrol sama pak becak, supir taxi, kondektur bus malam, tukang ojek di terminal, orang-orang baru yang duduk di sebelah saya saat perjalanan.
  10. Di sisi lain kadang suka terganggu kalo lagi sibuk sama dunia sendiri, trus dipaksa ngobrol, nggosip pula.
  11. Suka kalian semua yang udah berbaik hati meluangkan sebagian dari 24 jam hari ini untuk baca posting aku. *kalungin bunga satu-satu

Lanjut PR No. 4

  1. Sejak kapan Anda ngeblog dan dimana?

Punya blog Cacatan Hari Hari ini 19 Mei 2008. Tapi baru rutin sumbang posting akhir 2013

  1. Apa manfaat nge blog menurut Anda?

Nge blog bisa dokumentasiin sejarah diri saya sendiri. Bonusnya, bias dapet pelajaran lain dari temen2 blogger lain, plus nambah temen tanpa terhalang batas apapun

  1. Pernahkah Anda mendapat kebahagiaan atau kesedihan karena nge-blog? Tentang apa itu?

Saya mudah bahagia. Blog stat saya nunjukin ada pembaca aja saya udah bahagia. Saya bahagia kalau ada yg komen, bahagia punya teman-teman baru dan luar biasa seperti kalian semua yang baca tulisan ini.

Sedih? Kalau baca ada yang nyasar ke blog ini melalui “search engine term” yang jawabannya gak ada disini.

  1. Apa pekerjaan impian Anda?

Pekerjaan yang kalo saya ngerjainnya, gak kerasa kerja. 

  1. Apa makanan favorit Anda?

Saya omnivore. Bisa makan apa aja. Lebih kaya bumbu dan rasa yg tajam, saya lebih suka

Tapi dibanding ngemil saya lebih suka minum. Nyicipin macem macem kopi, teh, aneka minuman tradisional seperti wedang ronde, wedang uwuh, bajigur, es tape, kunyit asam, de el el.

  1. Apakah tempat yang paling sering Anda kunjungi untuk refreshing?

Tidak punya tempat khusus. Tapi saya lebih suka refreshing ke tempat yang baru. Bener bener fresh di mata saya. Get lost.

  1. Apa judul buku atau film yang paling berkesan bagi Anda?

Ngggggg setiap buku yang saya baca sekarang ini masing-masing meninggalkan kesan pastinya. tapi yang sampe mendalam banget sih, untuk sekarang belum kepikiran yang mana ya.

Kalo film dulu sempet tergila-gila sama Serial Prison Break, karena terkesan sama hubungan kakak-adik yang sweet banget (mungkin karena saya dulu keseringan berantem sama kakak saya). Skrg sih udah enggak, dan belum tau ya film yang paling paling berkesan.

  1. Kapan momen terindah dalam hidup Anda?

Setiap kali keluarga saya bias ngumpul bareng. Karna kami ber 6, berada di 5 Kota berbeda (pernah 6 kota berbeda), 3 propinsi berbeda (pernah 4 propinsi berbeda), dan 2 pulau berbeda.

  • 10. Tuliskan satu hal yang sangat ingin Anda lakukan di Tahun ini.,

Sekolah lagi.

Performa saya di kantor membaik

Temen-temen subordinat saya promosi semua. Aamiin Ya Alloh

  • 11. Apa hal-hal yang meningkatkan semangat dan motivasi kalian?

Inget perjuangan orang tua saya waktu saya kecil. Tercatat jelas rapi tanpa rekayasa dalam surat-surat beliau berdua selama saya kecil. 1990-1994, memoar Jawa-Papua

 

Masih ada yang mau nambahin pertanyaan lagi buat saya? Selagi tidak ada halangan Insyaa Alloh saya berusaha jawab.

 

* Mas Rifki, Kalo PR No. 5 gak dikerjain, masih dapet 8 kan yaa? gak remidi yaaa

senin sudah lewat

20 May

Beberapa waktu lalu, saya sempat cukup rajin untuk publish satu posting khusus hari senin. Demikian pula rencananya hari kemarin.

Sayang seribu sayang.

Weekend kemarin, akibat kesal dengan aplikasi WP android saya yang lelet dan sering no respon, saya uninstall aja. Saya pikir waktu itu, apalah gunanya saya punya di Hp tapi gak bisa ngapa2in. Lagi pula kalau pengen tinggal install lagi. toh filenya gak gede n gampang nemj di Play Store.

Demikian pemikiran yang akhirnya terpaksa saya sesali sekarang. Kenyataannya, WP android yang saya coba download sejak minggu malam, tidak berhasil hingga posting ini saya ketik.

Saya punya beberapa PR postingan. Salah satunya ya Liebster Award timpukan dari Mas Rifki (http://jampang.wordpress.com) yang gak tau expirednya udah sampe ngalahin sayur asem basi yg gak bisa dibedain lagi jenis asemnya. Rencananya sih bakal tetep dikerjain PR nya. Kalo pun gak bisa sempurna ngerjainnya, paling nggak sebagian lah yaa. boleh kaaan??? hehehehe. Ada yang pengen kena timpuk dari saya? atau mau nambah / ngusuili pertanyaan buat saya? mumpung belum dibuat nih postingannya.

soal dijawab gak di jawab, dikerjain gak dikerjain, ya terserah saya juga doonk. hihi.

Kembali ke topik hari senin. seperti biasa saya cabut dr barat menuju timur guna aktivitas senin pagi seperti biasa. Memburuh. Karena mungkin pertama kali dengan ajaibnya saya gak keluar rumah sama sekali sejak Jumat sore hingga senin pagi, saya jadi semacam lebay gitu menghirup udara pagi di luar rumah. Sampai sampai lupa dengan kacamata, sarung tangan, dan masker muka buat pelindung bersepeda motor. Entah kenapa senin pagi kemarin saya merasa happy sepanjang perjalanan.

Saya cukup kesiangan sih berangkatnya. Awalnya sempet berniat berangkat usai subuh, sehingga bisa mengabadikan momen momen sunrise. Apa daya jam stengah 7 pagi saya baru berangkat. Takjubnya, Merapi yang gagah sedari pagi sudah menyapa. Langit bersih dengan mentari yang mulai menghangat memperjelas teman perjalanan saya, Merapi nan gagah dan Merbabu yang bersembunyi mengintip dari balik bahu Merapi.

Pagi di senin kemarin, jalan yang saya lalui tak terlampau ramai. Cukup nyaman untuk dilalui meski lobang-lobang sebagai asesoris masih menghiasi. Ditambah tingkah tingkah ajaib pengendara dan pengguna jalan raya yang khas senin pagi. Mungkin juga tingkah saya bisa jd dirasa ajaib oleh pengendara lain.

Well, ternyata senin pagi saya bisa tetap ceria dan bahagia, walau tanpa harus jalan jalan di luar rumah sepanjang weekend.

*posting dan ketik dari mobile browser. lagi gak punya laptop selama seminggu. app WP for andro belom berhasil download juga. Pokoke posting!

today’s problem

19 May

masalah terbesar hari ini adalah:
sudah meng uninstall wordpress for android. dan sekarang mau nginstall ulang lagi, smp sekarang belum berhasil

Senja Cara Gue

16 May
image

10 menit sepeda motor dr kantor untuk dpt momen ini

Negri kita, dengan lintasan garis khatulistiwa, sudah pasti bermandi matahari sepanjang tahun. Tak peduli Januari, Juli, Desember. Tak peduli di sisi Indonesia sebelah mana.
Selain pancaran sinarnya yang kadang hangat membelai, atau mungkin panas menggigit, matahari tetap dinanti dan dicari. Suka tak suka.

image

Sunrise di tepi Jl Raya Solo Jogja

Sunrise dan Sunset. Duo golden moment yang menunjukkan bagaimana cara Sang Surya memamerkan keindahannya. Tak sedikit pemburu mentari terbit yang rela mendaki ketinggian. Menembus perjalanan melelahkan, demi melihat sapuan emas pertanda dimulai hari.
Tak sedikit pula yang mengejar matahari sebelum terbenam hingga ke tempat-tempat tersembunyi. Membayar mahal untuk menemani pamitnya Matahari. Meluangkan sekian satuan waktu demi kanvas aneka warna bernama senja.

image

Senja di Embung Nglanggeran, Gn Kidul, Yogyakarta

Saya mencintai matahari. Berusaha mencintai pemberi energi dunia ini seutuhnya. Selalu merindu hadirnya kembali ketika tirai malam turun. Menanti hangatnya ketika tiba di awal hari. Menengadah dan menerima dengan suka rela panas dan teriknya di tengah hari. Mencinta caranya berpamitan kala senja. Merasa kehilangan kala tiba tugasnya menyinari belahan bumi lain.

image

Senja di Pantai Sukamade, TN Meru Betiri, Banyuwangi, Ja Tim

Syukur terbesar pada Tuhan, atas kesempatannya pada saya untuk selalu dekat dengan matahari. Berada di Indonesia, membuat saya selalu bisa merasakan hadirnya. Tak perlu waktu khusus atau perjalanan panjang khusus untuk dapat menikmati kuasa Nya.

image

10 menit berjalan kaki untuk dapat foto ini

Saya diberi jadwal perjalanan yang indah. Rumah tempat pulang di sisi Barat. Kantor untuk bekerja di sisi Timur.
Sudah pasti, pagi menjelang memberi saya waktu menikmati hangatnya mentari yang kadang terlalu cepat menyengat. Sedang saat pulang, warna warni senja yang akan mengantarkan saya.

image

Salah satu yg didapat saat perjalanan pulang

Saya juga tidak harus terjebak dalam hingar bingar perkotaan. Atau terpenjara diantara gedung gedung tinggi yang menghalangi sinar surya. Sehingga saya bisa selalu menikmati duo golden moment cukup dekat, cukup sering.

image

Sekitar 600 meter dr Jl Raya Solo Jogja, Kec Klaten Selatan

Favorit saya, tentu saja kejutan-kejutan warna senja yang bisa selalu saya dapat saat berkendara pulang. Senja yang saya lihat, tak pernah sama. Saya tak perlu mengkhususkan waktu, budget, dan tenaga untuk dapat mengagumi betapa elegannya Matahari beranjak.

image

300 meter dr Jl Raya Solo Jogja. Rute rutin saya

Ya, ada kalanya senja tak harus dinikmati dalam diam. Ada kalanya senja tak butuh diistimewakan dalam waktu khusus untuk dapat terlihat indah. Ada kalanya kita tak perlu pergi jauh untuk dapat melihat matahari yang sama akan pergi.

image

Memotret senja dari depan kamar tidur

Meski ada kalanya kita juga harus melakukan itu. Mengunjungi tempat-tempat dimana matahari berpamitan dengan cara yang tak biasa. Menyiapkan waktu khusus untuk menikmati setiap inci keindahan yang disajikan kanvas bernama senja. Mengabadikan momen istimewa meski yakin esok akan berjumpa lagi.

Ya, Sesekali.

Karna negri ini, punya sejuta senja untuk kita.

Masih ingin membenci matahari?

image

Just Enjoy The Sun (foto saat BN2013)

*teks dan foto oleh Aqied
*posting lain tentang senja
Senja Merah Muda
Satu Jam Bersama Senja
Senja di Africa van Java
Rumput Senja

Aku Rapopo Meski Rodho’ Popo

11 May

“Hidupmu enak banget ya, Qid”
“Makan enak terus nih”
“Wow jalan jalan lagi?”
“Main mulu sih, Qid”
“Kaya Aqid tu loh, hidupnya enak banget

image

Area leyeh leyeh bukan area galau, kakaak

Sejak beberapa lama saya makin lama makin kebal dengan anggapan-anggapan seperti itu. Terutama jika yang berkomentar mereka-mereka yang tidak dekat atau tidak mengenal saya seutuhnya. Atau sudah lamaa tidak kontak dengan saya secara pribadi, dan cuma menilai saya dari sosmed ajeh.
Yap, saya memang rada rada ketegantungan sama sosial media. Mungkin karena makin lama rekan rekan dunia nyata saya makin menyebar ke segala penjuru. Mungkin juga karena saya sering di pelosok yang belum banyak punya temen main. Mungkin saya memang ad bakat narsis. Mungkin juga bukan semuanya. Tapi intinya, paling nggak ada beberapa akun sosial media yang cukup lumayan selalu ada update setiap harinya. Seperti instagram, twitter, dan facebook (khusus yg trakhir lebih sering hasil share dr instagram/blog aja).
Saya pikir, mungkin masi banyak atau ada yang selama ini mengira apa yang ada di sosial media bisa menggambarkan seutuhnya si pemilik sosial media tersebut.
Ada yang setuju?
Baiklah, saya sih gak setuju 100%, tapi gak bantah 100% juga.
Buat saya, setiap orang itu berbeda-beda. Tujuan setiap orang ber sosmed juga berbeda-beda.
Ada yang memang menampilkan dirinya seutuhnya apa adanya positif negatif di sosmednya. Apapun tentang dirinya disampaikan di sosmed.
Ada yang pencitraan di sosmed dengan menampilkan semua yang positif saja di sosmednya.
Ada yang emang suka pamer dan sosmed bisa ndukung banget hobi pamernya.
Ada yang jadiin sosmed sebagai ganti dinding ratapan dan buku hariannya sehingga cuma curhat aja semacam dirinya org paling menderita di dunia.
Ada yang tujuannya menjaring sebanyak-banyaknya downline di MLM dia (yg ini biasanya suka saya unsubscribe kalo di Fb).
Dan masih banyak lagi. Termasuk alasanmu mungkin belum termasuk yang saya sebutin.

Saya termasuk pengguna sosmed yang seperti kebanyakan. Kadang suka share hal hal gak penting. Semacam makan apa dimana. Kadang suka share  lagi dimana dan ngapain. Kadang share lagi kepengen apa. Kadang curcol aja pemikiran saya yg kalo kelamaan ngedon di kepala doank, nyumpek2in.

Saya termasuk yang mana?

Ada macam macam sosmed itu berarti memang masing-masing saat dibuatnya punya tujuan sendiri. Saya gak bisa nyamain twitteran dengan facebook. Gak bisa juga saya jadiin instagram seperti path. Begitu pula sebaliknya.

Di facebook, saya jarang update status di wall saya sendiri. Dulu mungkin iya. Saat ini wall facebook saya lebih banyak berisi hasil share dr upload foto instagram dan update blog aja, meski hampir tiap hari saya buka facebook. Saya lebih memanfaatkan facebook sebagai komunikasi. Terutama di group-group yang saya ikuti. Hingga sekarang sih saya lihat group facebook cukup bisa kasih informasi dan sarana komunikasi yang lebih jelas. Masih banyak juga komunitas yang komunikasi dunia maya nya di group facebook.
Selain itu juga bisa menemukan teman teman yang sempat lost contact. Jadi hingga sekarang sih akun facebook saya masih terawat. Kadang bingung juga sih meski (sepertinya) sudah cukup selektif buat nge add ataupun approve friend, masih suka bingung sendiri dan merasa gak kenal sama yg sudah jd friend. Kalo males malah friend request saya biarin numpuk.
Karena friend saya lumayan luas di dunia facebook, saya tidak banyak nyampah status dan curhat atau apapun yang negatif dan potensi nyumpek2in halaman muka friends saya. Itulah kenapa yang di share disana kebanyalan hanya foto dr instagram.

Instagram, sejak punya akunnya di 2012 (telat banget), saya sudah posting macem macem. Dengan jumlah follower yang gak sebanyak friend facebook, saya jd lebih enteng aja post sana sini. Saya posting mulai dr foto serangga, makanan, lokasi-lokasi yang saya datangi, hasil jepret asal saya thd objek tertentu, kadang2 juga selfie. Kadang dari sini juga yang pd menyimpulkan sendiri.
Misal, foto makanan yang saya upload memang biasanya yg terlihat menarik. Saya juga gak suka upload foto rombongan seabrek sekali upload. Takut nyumpek2i halaman home follower saya. Jd misal sekali makan di mana, punya foto berapa. Saya uploadnya bisa smp beberapa hari. Begitu juga jenis-jenis foto lainnya.

Twitter mungkin jadi sosmed yang paling berisik. Sesuai namanya, saya cukup sering berkicau disini. Isi twit saya kebanyakan berasal dr apa yang saya lihat, dengar dan rasakan.
Dulu saat masih diatara nganggur dan kuliah (statusnya garap skripsi tp gak digara). Saya  rajin baca koran dr halaman depan sampai belakang, tau dan update acara tv, mulai dr musik, semua siaran berita, ftv, film, de el el. Jd saya bisa ngetwit sesuai update apa di media hari itu. Sekarang sih lebih banyak gak mutu. Semakin sedikit halaman koran yg saya baca, portal berita yg saya kepo, dan tipi yang jarang nyala.

Baru kemarin saya ditanya Ibu kenapa April lalu saya sampai kehilangan berat badan cukup banyak. Ya saya ceritain donk kenapa kenapa nya. Komentar Ibu
“Tapi status twitter dan blog kamu gak kelihatan kalo knapa knapa”.

Saya sih mikirnya, apa pantas saya berkeluh kesah pada dunia. Mengumumkan ke khalayak ramai kalau saya lagi susah. Seakan akan saya org paling merana di dunia. Sementara di luar sana masih banyak sekali mereka yang jauh tidak lebih beruntung dari saya, namun mampu bersyukur lebih baik dari saya.

image

Instagramming in a beach. Tanjung Papuma, Jatim

Yes. Aku rapopo meski sebenarnya aku rodo’ popo.

Posting Apa?

7 May

Asli. Saya punya banyak rencana posting yang udah ngantri. Beberapa kali upload foto di facebook dan instagram pake keterangan “soon on my blog”. Bahkan ada yang upload an sebulan lalu yg peke keterangan gitu, namun sampai sekarang belom nongol sama sekali di blog.
Jadinya kan saya merasa berhutang sama diri saya sendiri. Sama yang beneran pengen tau kejelasan dr foto yg udah pernah di upload ituh (kalo ada). Sama pembaca setia atao kepoers-kepoers saya (kalo ada juga). Sama yang udah gatel pengen cepet-cepet bully saya (kalo ini banyak kayanya).
Jadi, kenapa koq saya gak posting2?

image

Sebagian yg pengen saya ceritain di blog sini

Huft….
*menghela nafas panjang
*menguap
*sruput teh
*menghela nafas lagi

Susah amat mau ngomongnya yak.

Saya gak ada laptop, saudara-saudara.
*kemudian edarin kotak amal
*buat hestek #LaptopUntukAqied

Memang sih setiap hari saya pegang PC, terutama di jam jam kerja, meski gak full seharian pacaran sama kompi. Tapi ya sama aja gak bisa dibuat mainan PC nya. Fokus buat kerja doank.
Ada sih laptop yang saya pakai sebagai PC ke-4 dalam proses skripsi saya. Laptop 15″ keluaran tahun 2007. Setara tahun saya lulus SMA, yang mungkin karena saking tua nya keyboardnya bikin frustasi. Disorientasi gitu ngetik “K” output di layar jadi “3”, dan banyak huruf-huruf aneh lainnya. Solusi selama ini sih pake keyboard eksternal. Saat ini di aku-aku hak milik sama adik saya. So, status saya (kata adik saya) kalau make tuh laptop adalah minjem atau numpang.
Ada lagi laptop yang biasa saya pakai. Lagi-lagi itu dulu nya di aku-aku hak milik sama si Adik. Dan sekarang diambil sama kakak saya. Itu laptop paling enak buat posting. Karna saya nyimpen bangak gambar disana, plus perangkat edit foto nya lengkap. Secara biasa dipakai kakak saya buat bikin gambar2 arsitek canggihnya sesekali.
Memang sih sesekali saya postingnya pake aplikasi wordpress for android. Tentu saja lebih repot. Pertama apa lagi kalo gak typo saya yang stadium akut. Ditambah buat ngedit fotonya juga ribet. Kudu satu satu.
Untuk dua hal di atas masih bisa lah saya rada sabar.
Yang paling bikin saya akhirnya gak jadi posting adalah:

Foto yang gagal upload

Dengan kualitas koneksi yang sebegini. Ujung-ujungnya tulisan yang saya ketik pelan-pelan biar gak typo tapi tetap typo banyaak, foto yang ngeditnya susah payah pke disabar2in, ujung-ujungnya gagal semua.

Well, mungkin itu sebagian ujian bagi blogger labil macam saya. Apakah saya bakal tetep konsisten ngopeni blog ini. Apakah saya bakal ngambek dan memilih putus hubungan dengan dia.
Lagi pula, gak selamanya gak asyik koq ngeblog di ponsel. Lumayan kan bisa bikin posting, blogwalking, mantau komen, sebar2 like, dll sambil tidur2an kaya sekarang ini, atau di dapur sambil ngerebus air buat bikin kopi, atau sambil nungguin antrian apa aja yg lambretta.

Jadi, ada yang mau sumbangin saya laptop?
~duduk manis depan kotak amal~

image

Dipikir sambil minum teh

*tidak terima timpuk