Mencicipi Emperan Raja Ampat

12 Jan
bukti sudah sampai Kab Raja Ampat

bukti sudah sampai Kab Raja Ampat

Lebaran 2013 lalu saya berencana mudik. Rumah orang tua di Kota Sorong, Papua Barat membuat rncana mudik saya harus disiapkan jauh jauh hari. Apalagi kali ini mudik nya atas kemauan sendiri 9of course berarti budget sendiri).
Ada beberapa alternatif transportasi untuk menuju Sorong.  Melalui udara, bisa pilih maskapai Merpati Nusantara Airlines, Sriwijaya Air, Lion Air dan Expressair. Dari pulau jawa bisa pilih titik keberangkatan Jakarta, Jogja dan Surabaya.

Paket paling hemat sampai di Sorong, kalau waktu tidak menjadi kendala Anda, bisa menggunakan jasa PELNI. Harga kelas Ekonomi hanya Rp. 556.Xxx untuk tarif dewasa dari Surabaya, dan sekitar 700an dari Jakarta. Perjalanan normal 3 hari 2 malam saja. Ada juga kapal lain seperti Dobonsolo, Sinabung, dan lainnya saya gak ngerti lagi.

Hasil survey saya akhirnya memilih Sriwijaya Air (sebelumnya selalu MNA), Surabaya-Sorong dan Sorong Surabaya meski akhirnya harus saya reschedule dan ganti rute jadi Jogja-Sorong dan Sorong-Surabaya. Total tiket pertama untuk PP saya bulatkan jadi Rp. 3,200,000 (seharusnya bisa 2,9 tp telat booking, jd uda naik harganya)  setelah ganti route jadi via Jogja,  nambah Rp. 700,000. Itulah kenapa saya gak ganti rute yang perjalanan balik nya (kena nambah 900-1jt an kalo mau mendarat di Jogja) :(.

Saya berangkat sendiri 3 Agustus malam dari Jogja dan tiba di Domine Eduard Osook Airport Sorong pukul 7 Pagi. Transit di Surabaya +/- 30 menit dan di Makassar 3-4 jam, membuat saya mau gak mau sahur di Airport. Jam segitu tidak semua outlet makanan buka. Akhirnya saya memilih istirahat di Starbucks.

Setelah Ramadhan dan tamu-tamu Ied Fitri mulai mereda, saya dan kakak saya Qolbi bersama Bapak berangkat ke Waisai (Ibu Kota Kab Raja Ampat). Kapal menuju Raja Ampat dijadwalkan berangkat pukul 14.00. Jadi kalau Anda menggunakan Sriwijaya, tidak perlu menginap di Sorong bisa langsung berangkat ke R4 (Raja Ampat). Merpati jam tiba di Sorong sesuai jadwal pukul 13.00, saya pikir terlalu terburu2 meski seharusnya bisa terkejar. Asal gak lama nunggu bagasi, asal kendaraannya lancar, asal pesawatny gak delay, de el el.

Kapal ke Waisai ad beberapa macam. Yang kami pakai untuk berangkat ini modelnya kursi kursi seperti Bus. Ad kelas Ekonomi (tanpa AC, letaknya di lantai atas Kapal), VIP dan VVIP. Tiket VIP saat itu Rp. 130,000. Berikut penampakan kapalnya:

sambil nunggu antrian keluar kapal, mejeng dulu

sambil nunggu antrian keluar kapal, mejeng dulu

image

Ini jenis kapal yang cepat. Sekitar 3 jam perjalanan. Pukul 17.00 WIT kami tiba di Port of Waisai, pelabuhan Raja Ampat.

Kapal tampak luar. ini posisi sudah di Port of Waisai

Kapal tampak luar. ini posisi sudah di Port of Waisai

Dejemput dan jalan jalan sore pake Strada oleh Pak Tony. Kami diajak santai sore di Pantai WTC, disambung sholat maghrib di Masjid Raya Raja Ampat . (tentang masjid raya, WTC dan gedung Pari pernah saya posting di https://aqied.wordpress.com/2013/10/15/raja-ampat-tidak-melulu-laut/ )

malamnya, kami diantar ke tempat menginap. karena gelap banget (jalan umum baru dibuka dan masih terus dalam proyek pembuatan jalan) gak banyak lampu, jadi saya tidak tau kalau ternyata tempat menginap kami berhadapan langsung dengan laut.

Listrik disini masih belum cukup memadai.  Jadi banyak yang pasang genset juga. saran saya kalau ke raja ampat, pastikan powerbank, baterai ponsel dan kamera terisi full. Untuk sinyal, tidak perlu khawatir.  Operator merah cukup kenceng kalau sekedar untuk telpon, chatting dan upload foto sesekali.

terlalu gelap membuat malam terasa lebih cepat. usai ngeteh dan santap pisang goreng, kami makan malam. Saya dan Qolbi masuk kamar, sementara Bapak masih ngobrol-ngobrol denga Pak Tony.

keesokan pagi, setelah subuh kami baru melihat sendiri kalau lokasi menginap kami menghadap laut. main main air sedikit, sambil menikmati sunrise.  Kalau biasanya saya suka sunrise dari ketinggian, kali ini saya menikmati sunrise sambil berbasah basahan.

Searah jarum jam dr kiri atas: 1. sunrise depan penginapan, bapak dan qolbi, 2. laut depan penginapan, 3.tempat kita bobo, 4. sunrise saya

Searah jarum jam dr kiri atas: 1. sunrise depan penginapan, bapak dan qolbi, 2. laut depan penginapan, 3.tempat kita bobo, 4. sunrise saya

Puas main air pagi pagi, dan matahari mulai meninggi, kami sarapan dan mandi air tawar (harus banget dijelasin). Lagi-lagi kami berkendara Strada (strada Hitam). Tujuan kali ini lihat ikan ikan di Waiwo Dive Resort.

Waiwo Dive Resort (WDR) merupakan salah satu resort yang cukup bagus di Raja Ampat. Cottage-cottage (saat itu) tanpa AC, memadukan konsep hutan dan laut.  Sekitar Cottage banyak pepohonan (bisa dibilang hutan), meski tetap dengan pasir putihnya, tetapi pemandangan di depan Cottage adalah laut. Tempat makan dan BBQ terletak tepat di depan dan menghadap laut. Kebayang kan gimana asyiknya sruput teh sore-sore menikmati sunset sak mendeme diiringi debur ombak dan belaian angin lembut berpadu udara segar khas laut. Atau mungkin party BBQ hasil laut dengan semilir angin dan sapaan ombak. Kenikmatan setara one million dollar.

Searah jarum jam: 2 foto paling atas: Tempat makan Resort yg langsung menghadap laut, 3. pintu masuk, jd ngelewatin hutan dulu, 4. resepsionis, 5. menuju area dermaga, 6. paket alat snorkel 7. Waiwo Dive Center buat yg mau diving.  ad alat dan instruktur, 8. tampilan resort

Searah jarum jam: 2 foto paling atas: Tempat makan Resort yg langsung menghadap laut, 3. pintu masuk, jd ngelewatin hutan dulu, 4. resepsionis, 5. menuju area dermaga, 6. paket alat snorkel 7. Waiwo Dive Center buat yg mau diving. ad alat dan instruktur, 8. tampilan resort

Menurut saya, untuk ukuran Cottage dengan suguhan pemandangan seperti ini harga yang ditawarkan cukup murah. Pada saat itu untuk wisatawan domestik Rp. 450,000 permalam dan USD 50 atau 55 (lupa). Waiwo Dive Resort juga menyediakan fasilitas Snorkling (yang bisa dilakukan tepat di situ jugaakk) seharga 50,000 dan diving Rp. 500,000 per titik diving ( saya lupa sudah termasuk kapal atau belum). Sejauh yang kami temui, tamu tamu yang menginap disini saat itu turis mancanegara semua.

narsis sek disini, sambil tepe tepe sama ikan. lautnya bening banget, tanpa snorkel pun kelihatan dasarnya

narsis sek disini, sambil tepe tepe sama ikan. lautnya bening banget, tanpa snorkel pun kelihatan dasarnya

Dari dermaga di WDR, Anda bisa menebar remah roti untuk memancing ikan ikan mendekat. Kalau sudah mendekat terus ngapain? ya di ajak foto bareng donk…. Jadi kalau mau langsung nyebur snorkling disini juga bisa, tidak harus sewa kapal dan jauh jauh (kalo males lho yaa). Kalo masih males juga, air laut yang kebangeten jernihnya sudah bisa nunjukkin isi dalam laut tanpa kita perlu menyelam ato ngintip (snorkel). Foto di header saya pun diambilnya di salah satu sudut dermaga WDR (saat itu masih setengah jadi).

Jelang siang, kami ke Pantai Saleo. Sebelum itu kami disarankan Mbak Novi (yang mengantar dan menjadwalkan wisata kami) pakai sunblock SPF 110++ dulu. Thank You, Mbak Novi. Saya aja gak kepikiran :p.

Seri Saleo copy

Qolbi

Qolbi

Pantai ini (saat itu) sepi, seingat saya tidak dipungut biaya parkir dan retribusi masuk tempat wisata. Ada gazebo-gazebo untuk meletakkan bawaan kita, atau untuk yang malas nyebur. Disediakan juga cottage-cottage mini untuk beristirahat. Saya? dengan suka cita langsung nyebur. Disini juga menyediakan sewa alat snorkel. Puas main air, kami makan siang dengan bekal yang kami bawa di salah satu gazebo. penjual makanan di sana sulit dan tidak selalu cocok di lidah (mungkin karena keterbatasan bahan makanan juga yang lebih banyak harus impor dari Sorong). Jadi lebih aman bawa bekal sendiri (lagi lagi ini inisiatif Mbak Novi). bahkan saking langkanya yang jual kelapa (untuk masakan santan), di Pantai kelapa-kelapa yang berserakan diangkut semua di bak belakang Strada. untuk stok masak, katanya.

image

di bak belakang strada bareng kelapa

Setelah itu kami rencananya ingin bebersih diri dari pasir dan air laut, namun ternyata air tawarnya mesti nimba dulu dan sedang dipakai mencuci. jadilah kami hanya mengguyur berapa gayung air tawar, sekedar membilas air laut dan meluruhkan pasir pasir yang menempel saja. Lalu kami pulang dengan duduk di bak belakang Strada (untung pakai mobil ini). Jalanan di Waisai membutuhkan keahlian mengemudi tersendiri. Juga tidak direkomendasikan untuk city car. Sepanjang perjalanan, kami dimanjakan pemandangan laut dan langit yang sama cerahnya. tidak heran begitu menginjak pulau jawa kembali, warna kulit saya melegam sekian tingkat.

sepanjang yang bisa dijepret selama perjalanan

sepanjang yang bisa dijepret selama perjalanan

Siangnya, kami dibelikan tiket oleh Mbak Novi di Pelabuhan. Kapal yang kali ini sedikit lebih lama, tapi instead of kursi, kami disediakan tempat tidur betingkat. Tarifnya Rp. 100,000 per orang. Jika ingin lebih private, bisa sewa kamar (saya gak tau tambah tarif berapa) berisi 1 ranjang tingkat, dispenser air panas dan disediakan Pop Mie per orang nya. Mbak Novi kemudian memesan 1 kamar untuk kami setelah bertemu Pak Tony (hihihi).  Karena kapal masih berangkat pukul 14.00, kami mampir dulu untuk pamitan ke Pak Tony (inisiatif Mbak Novi). Bapak ngobrol-ngobrol, saya dan Qolbi foto-foto geje. Sebelumnya, karena terlihat dari jauh, kami mampir juga ke Gedung Pari, Gedung Balaikota nya Kabupaten Raja Ampat.

image

pemandangan dari dalam kamar

Perjalanan di kapal kali ini lebih lambat, 4 jam perjalanan. Yang unik dan menurut saya inspiring, setiap kapal yang lepas landas selalu diawali dengan Do’a yang cukup panjang dan bagus isinya (saat itu doa dalam agama nasrani). jarang sekali saya mendengar doa persiapan perjalanan yang seperti ini. Biasanya hanya informasi keberangkatan dan basa basi semacam “semoga selamat sampai tujuan”. Seingat saya yang kali ini semua bagian dalam perjalanan didoakan.  Semua faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi perjalanan disebutkan.

Sejau yang bisa dijepret di kapal. *foto tiket cm punya yg tiket berangkat

Sejau yang bisa dijepret di kapal. *foto tiket cm punya yg tiket berangkat

Awal awal dikapal, seru dan seneng. lama kelamaan bosan juga. jadi kami tidur dan baru bangun saat sampai Pelabuhan Rakyat Kota Sorong.

kapal, baru saja berangkat dr Kab Raja Ampat

kapal, baru saja berangkat dr Kab Raja Ampat

yang saya simpulkan adalah, kami berlibur di Raja Ampat bukan pada waktu yang tepat.  Libur lebaran menyebabkan banyak warga waisai  mudik sehingga sulit mencari warung, toko, pasar dan layanan apapun yang buka. Hal ini juga dikeluhkan wisatawan mancanegara, bahkan mereka mengira lebaran Idul fitri sampai hari Senin 😉 . Normalnya, untuk menikmati Raja Ampat, wisatawan perlu menyewa kapal. Pulau-pulau seperti Pianemo, Kri, Mansuar, atau yang paling Dahsyat indahnya (juga jauhnya) WAYAG, masterpiecenya Raja Ampat.

image

Patrick di Pianemo. *sumber foto: instagram @marischkaprue

Kami tidak stay lebih lama di Raja Ampat, juga karena alasan Motoris kapal sedang Mudik.  Jadi saya hanya bisa memandangi Speedboat yang nangkring depan penginapan dengan tatapan sendu (haisy).  Sedangkan tanpa Kapal (dan motoris nya tentunya), kami cuma bisa ublek di Waisai saja.

image

Ah, tak apalah. Saya diberi kesempatan mencicipi emperan Raja Ampat saja sudah merupaka nikmat yang luar biasa besarnya. Menurut yang saya baca di cerita-cerita traveling ke Raja Ampat, perlu sekitar Rp. 6,000,000 kalo gak diving. Itu masih exclude Tiket Pesawat PP dari lokasi asal.  Sementara saya/ selama di Raja Ampat tidak mengeluarkan biaya apapun.  tidak pantas lah buat saya merutuki yang tidak saya dapat. Saya hanya harus mensyukuri yang saya dapat dan itu sudah Jauuuuh dari ekspektasi saya.  Sebagian foto yang saya upload ini SANGAT gak bisa menggambarkan keindahan sesungguhnya yang saya dapat, apalagi Raja Ampat secara keseluruhan. You can ask Google for more fantastic pictures.

Mungkin suatu saat nanti atas ijin Nya saya bisa memantaskan diri menikmati surga dunia-Nya yang jatuh di ujung timur negri ini, sebelah Barat Papua.

Dan akhirnya, ini jadi posting terpanjang saya yang ingin saya tutup dengan kata-kata Kamga

BE CAREFUL, CAUSE INDONESIA IS DANGEROUSLY BEAUTIFUL!!!!

ekspresi lebay pertama kali nginjek tanahnya Raja Ampat

ekspresi lebay pertama kali nginjek tanahnya Raja Ampat

Aqied, berharap tahun ini bisa ke Derawan

*Terima kasih terbesar untuk Pak Tony (atau di Raja Ampat lebih dikenal dengan Pak Nas), Pak Slamet dan Ibu, Mbak Novi dan tim (Driver dan Cook), Bapak dan Qolbi. Semoga Alloh membalas kebaikannya.

*header, gravatar dan favicon  blog ini (saat tulisan ini dipublish) semua diambil saat di Raja Ampat

Advertisements

26 Responses to “Mencicipi Emperan Raja Ampat”

  1. sandiiswahyudi January 12, 2014 at 6:56 AM #

    wah kerennn.. sudah mampir kesini. hemmmm… mantap mbak

    • aqied January 12, 2014 at 9:54 AM #

      Cuma mampir doank gak sampe 24 jam

      • sandiiswahyudi January 12, 2014 at 10:37 AM #

        hihi tp keren mbak.. (y)

  2. jampang January 12, 2014 at 8:56 AM #

    emang keren …. tapi saya blum lihat langsung 😀

    • aqied January 12, 2014 at 9:52 AM #

      Saya baru sampe emper aja ud keren koq om

  3. mytravelplate January 12, 2014 at 9:34 AM #

    Awsome! Lucky you hv a home in Sorong

    • aqied January 12, 2014 at 9:51 AM #

      Dari sorong ke raja ampat masih perlu banyak cost juga sih. Jd banyak banget org Sorong yg blm ke raja ampat jg

      • mytravelplate January 12, 2014 at 9:55 AM #

        Ic depend of orientation of life.. as long they hv proper transportation to go ..cheers

      • aqied January 12, 2014 at 11:07 AM #

        😉 btw thank you fo visiting my blog. It’s an honor see my blog on your travel blog’s list.

      • mytravelplate January 12, 2014 at 11:27 AM #

        Welcome dear

  4. aritunsa January 12, 2014 at 9:39 AM #

    waaahh keren yaa.. kereeennn! bisa jadi wishlist tempat wisata yg dikunjungi nih, tapi lumayan ya, jarak dan budgetnya sama-sama jauhh, hehe.. Mbak asli sana ya? lebih deket dong kalo pas di kampung 😀 dan ternyata ada masjid raya juga, tambah keren!

    • aqied January 12, 2014 at 9:50 AM #

      Saya orang jawa, tp ortu masih disana. Disana apa apa emang mahal sih, jd ya segituan. Percaya deh capek nya kebayar sepadan koq

  5. Yudhi Hendro January 16, 2014 at 6:34 AM #

    benar-benar indah raja ampat, fotonya luar biasa bagus

    • aqied January 16, 2014 at 9:29 AM #

      terimakasih sudah berkunjung
      padaal itu belum seberapanya yaa…
      😉

  6. Syifa Azmy January 18, 2014 at 12:31 AM #

    segeeeerr banget foto2nya mbaa… mupeng deh :O

    • aqied January 18, 2014 at 12:36 AM #

      Iya asyik bangeet. Pengen balik lagi

  7. bocah petualang January 19, 2014 at 10:22 AM #

    Raja Ampat itu di negeri sendiri tapi menggapainya lebih mahal dari pada melancong berbulan-bulan di negeri tetangga.

    • aqied January 19, 2014 at 10:31 AM #

      bener banget. bisa buat tour de asean ongkosnya. saya kalo bukan karna deket sama tempet mudik jg mgkn pikir beribu kali mau ksna

      • bocah petualang January 21, 2014 at 12:54 PM #

        Bagi sebagian traveler, seperti saya, bisa jalan ke Raja Ampat itu ‘a dream comes true’ banget 🙂

      • aqied January 21, 2014 at 1:00 PM #

        Bangeet. Saya jg berharap suatu saat nanti ad kesempatan buat muterin pulau2 n underwaternya yg pasti lebih emejing

  8. Gusti 'ajo' Ramli January 20, 2014 at 9:32 AM #

    alam raja ampat memang luar biasa ya.. jadi pengen kesana.. 😀

    • aqied January 20, 2014 at 10:08 AM #

      Luar biasa nya keterlaluan

  9. cumilebay.com January 21, 2014 at 12:57 PM #

    Ah cakep banget, berharap suatu saat bisa sampai sana 🙂

    • aqied January 21, 2014 at 1:00 PM #

      Trimakasih om cumii ud sampe disini.
      Iya banget. Pdhl saya baru di emper nya aja. Kapan2 pengen deh keliling pulau2nya

  10. Boedy Febriwan March 20, 2015 at 10:11 AM #

    Adoo kak Aqied sayang belum explore seluruhnya dari Raja Ampat yg org bilang “Surga yg Jatuh Ke Bumi” Raja Ampat memang mempesona, keindahannya bisa membuat orang berdecak kagum yg menyaksikannya secara langsung, untuk berlibur kesana di sarankan dilindungi dengan asuransi perjalanan yg terpercaya, alternatif lain jika ingin ke Raja Ampat dengan aman & nyaman : http://cahayaduniawisata.com/tour/wisata-raja-ampat-wayag-5h4m/ kak Qied next kita explore ke raja ampat bareng yaa 🙂

Trackbacks/Pingbacks

  1. Menghitung Hari Gajian | cacatan hari hari - January 22, 2014

    […] kebutuhan saya. Saya memulai disiplin ini di Juli, namun ambyar karna saya malah mudik ke Sorong n short-trip sampe emper Raja Ampat. Disana gak ada yang murah kalo mau kuliner, juga hunting oleh […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: