Catching Fire The Movie: Melampaui Imajinasi

22 Nov

Catching Fire, film kedua dari sekuel The Hunger Games yang dibuat berdasarkan novel Trilogi karya Suzanne Collins, Tayang di Indonesia mulai 21 November 2013.
Sebelumnya dikabarkan dengan cukup gencar kalau Film yang berjudul sama dengan novel nya ini rilis per 22 November 2013. Setidaknya ada teman saya yang begitu gencar menginfokan pada saya. Bahkan teman saya ini sampai menyiapkan diri sejak jauh2 hari, untuk ambil jatah cuti di hari premier Film yang dibintangi pemenang oscar muda Jennifer Lawrence ini.
Flash back sedikit, perkenalan saya dengan Hunger Games sebenarnya cukup terlambat dan tidak direncanakan. Saat itu saya dan rekan2 berniat nonton bareng The Raid, film produksi lokal rasa internasional. Namun apa daya, ternyata 3 studio di Empire XXI tidak lagi menyisakan kursi untuk kami. Sehingga teman kami memilihkan The Hunger Games.
Ini di luar kebiasaan saya. Biasanya kalo merencanakan nonton (berlaku jg buat beli buku), saya minimal baca sinopsis nya dulu. Jd pas masuk gedung Cinema, gak blank-blank banget soal apa yg ditonton. Tapi ternyata saya jatuh cinta pada ide gila survival games disini. Baru saya tahu kemudian kalau buku Trilogi nya cukup sukses.
Tersulut display trilogi di gramedia, akhirnya setahun lalu saya mulai baca buku kedua nya. Catching Fire ato disebut dalam alih bahasa ‘Tersulut’. Dan kemudian melanjutkan Mockingjay buku ketiga yang dikirim teman saya jauh2 sampe jogja (ceritanya waktu itu kado ulang tahun yg kecepetan).
Balik lagi ke cerita awal, rupanya saya tersulut ide gila teman saya yang cuti demi premier film. Since cuti tahunan saya masih 4 dan gak bisa diambil berturut2, saya ambil juga lah cuti tgl 22 November (yang mana sebelumnya diberitakan sbg tanggal premier Catching Fire), Disambung senin 25 november.
Menonton Catching Fire membuat saya merasa tidak rugi memilih cuti. Semua imajinasi saya saat membaca bukunya, runtuh dan terasa tak ada apa2nya dibanding tampilan visual yang dihadirkan dalam film nya.
Hampir semua visualnya mengalahkan imajinasi saya dahulu. Juga dramatisasi yang pas, scoring musik yang minim, serta bagian bagian menonjok yang diberi ruang bagi penonton untuk terkejut.
Di awal2 film, digambarkan bagaimana kegalauan Katnis, kebencian Snow, dan aroma pemberontakan.
Selanjutnya bagaimana pemberontakan2 mulai terjadi, simbol simbol perlawanan yang ditampilkan sekilas sekilas, perlawanan di distrik2.
Kekejaman Snow, langkah2nya memberantas pemberontakan, siksaan dan strategi2 dendamnya.
Begitu juga strategi2 perlawanan tribute yang disampaikan tdk terlalu gamblang. Cerdas untuk menjadi bagian yg dapat diolah dalam otak penonton.
Arena Hunger Games sendiri luar biasa. Saya tdk membayangkan pantai dan hutan yg demikian. Ditambah acting luar biasa Lawrence. Saya pribadi lebih senang acting2 Lawrence di arena ketimbang di luar. Cara bertarung nya, rintihan dan jerit kesakitan, mata yang menantang, dan langkah2nya yg gagah (Opo sih).
Bagi saya, film kedua ini lebih mengedepankan action. Adegan drama tidak berlebihan, namun cukup dan pas. Kesenjangan (lebih tepatnya kejomplangan) antar Capitol dan kehidupan Distrik meski tdk banyak, ditunjukkan cukup menonjok.
Beberapa bagian dari buku nya tidak ditampilkan. Sepertinya memang disimpan untuk seri ke tiga nya, melihat ad yg hanya ditampilkan sekilas untuk efek kejut penonton pada akhir film.
Over all, film ini menampilkan action2 yg luar biasa, mengaduk2 emosi, dan kerja total seluruh kru film. Saya merekomendasikan untuk fil akhir pekan Anda.

Oh ya, yang cukup berkesan bagi saya adalah gaun pengantin yang terbakar dan berubah menjadi Mockingjay. Awesome!!! Jauuuh melampaui imajinasi saya yg terbatas. Dan sekedar tambahan, wedding gown Katniss yang berwarna putih adalah hasil rancangan Putra Indonesia: Tex Saviero.

Advertisements

6 Responses to “Catching Fire The Movie: Melampaui Imajinasi”

  1. Tina Latief May 15, 2014 at 5:45 PM #

    hehehe, banyak ya yang gemar dengan gaun Tex..
    Emang sih keren banget, sayangnya riasan Katniss jelek banget. Pemain-pemainnya jadi kelihatan kurang menawan..

    • aqied May 15, 2014 at 5:49 PM #

      Hahahaha Tina nyampe aja kesini.
      Gaunnya itu ud pada heboh duluan soalnya jauh2 hari sebelum film nya.

      • Tina Latief May 15, 2014 at 5:58 PM #

        Iya, aku tadi mengetikkan kata kunci catching fire πŸ˜€
        Yang menghebohkan menurutku karena made in Indonesian designer. Penghargaan bagi Indonesia kalau produk Indo nampang di ajang inter hihi…

      • aqied May 15, 2014 at 6:10 PM #

        Mungkin itu juga. Mungkin juga yg bikin aku suka, karna imajinasiku atas gaun cetek banget. Ketika ternyata sekeren itu, langsung takjub.

      • Tina Latief May 15, 2014 at 6:11 PM #

        atau karena wedding dress? πŸ˜€ πŸ˜€

      • aqied May 15, 2014 at 6:37 PM #

        Mungkin kalo ternyata jadinya kebaya aku bakal lebih melongo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: