Surat Cinta dan Perjuangan

29 Oct

Repost twit galau

@aqied: Gonna hug my Mom, count down n now less than a month to make it real…
@aqied: 24 November. Semoga bisa cuti 25 November. Demi hari kedatangan Ibu….
@aqied: Dulu sejak SMP-SMA, walo jauh dr ibu n gak tiap taun bisa ketemj, g sampe nangis2 kangen. Sekarang ud ‘gede’ malah kerasaa bgt pgn dket ibu
@aqied: Sekarang Ibu sama Bapak berdua aja di rumah. Beliau berdua rajin kirim update info apa aja disana via Whatsapp. Thanks to Nokia …..!!!
@aqied: Bahkan lucunya bapak pernah kirim foto zaman bapak masih 20an di papua sana. Ampuh bikin kita inget gmn kerja n karya beliau di usia muda
@aqied: Ketika kami sudah gede juga, bapak ibu ke jawa dg membawa sekian kilogram kertas2. Ternyata surat2 beliau berdua waktu LDR Jawa-Papua 90-94
@aqied: Jadi bapak n ibu memang tidak banyak bercerita. Kami bisa baca sendiri di surat dg tulisan tangan beliau berdua selama 5 tahun itu
@aqied: Bisa ditebak, hampir selalu saya tdk bisa menyelesaikan membaca. Mata saya terlalu cepat berair, nafas saya tersengal & pandangan saya kabur
@aqied: Cerita yg lengkap. Komplit. Bahkan slalu ada update pertumbuhan saya (tahun 90 saya masih bayi), juga kakak saya.
@aqied: Di lembar terakhir surat, biasanya bapak mengajak saya ngobrol. Setengah halaman folio beliau khusus tulis surat buat saya.
@aqied: Bapak menuliskan surat untuk saya yg selalu dibacakan ibu pada saya yg bahkan belum tau apa itu kertas. Apa itu huruf.
@aqied: Selain saya, Bapak jg nulis buat kakak saya. Tidak jarang kakak sy bikin surat balasan. Entah puisi, cerita sehari2, ato skedar koreksian PR
@aqied: Terimakasih buat yg bersedia membaca twits saya. Jika mengganggu bsa abaikan atau unfol. Jika menyimak, mohon maaf sy tdk bisa teruskan
@aqied: Surat surat ibu bagi saya lebih “mbrambangi”. Setiap tumbuh kembang saya terdokumentasi apik dalam tulisan tangan beliau yg rapi
@aqied: Betapa merepotkannya saya di masa kecil. Betapa saya belajar banyk dr kehebatan Ibu mengurus saya yg aneh, susah diatur, & kdg “misterius”
@aqied: Kadang surat ibu sedikit berantakan, karna di tulis malam hari sambil menidurkan saya,  sepulang mengajar di salah satu SMA kota Solo
@aqied: Saat itu kalo gak salah hitung di tahun 90 usia Ibu dan Bapak saya belum 30 tahun. Bapak masih 27 tahun.
@aqied: Menjelang lulus kuliah 2011, saya sempat iseng tanya ke ortu “kalo aku balik ke papua gmn?”. Jawabannya “ngapain balik?”
@aqied: Saya pasang jurus yg biasanya dikeluarkan anak2. “Buat temen bapak sama ibu, “, beliau tertawa dan intinya gak stuju dg permintaan saya
@aqied: Jadilah sekarang Bapak Ibu berdua di rumah hijau Papua. Saya percaya Alloh menjaga keduanya. Setidaknya begitu yg selalu ad dalam doa saya
@aqied: Terimakasih buat yg bersedia membaca twits saya. Jika mengganggu bsa abaikan atau unfol. Jika menyimak, mohon maaf sy tdk bisa teruskan
@aqied: Mata saya sudah terlanjur “mbrambangi”. Pengen nge whatsapp ibu, tp di WIT sudah hampir jam 1 pagi

Advertisements

4 Responses to “Surat Cinta dan Perjuangan”

  1. Dian Azmi April 22, 2014 at 7:15 AM #

    manis banget mbaa :’) :’)

    • aqied April 22, 2014 at 7:18 AM #

      iya di. manis meski kadang di tengah kepahitan
      *halah apa sih

Trackbacks/Pingbacks

  1. Bapak……. | Cacatan Hari Hari - April 21, 2014

    […] pernah post juga kumpulan twit tentang perjuangan Ibu dan Bapak mengalahkan […]

  2. Bapak……. | Cacatan Aqied - July 28, 2016

    […] pernah post juga kumpulan twit tentang perjuangan Ibu dan Bapak mengalahkan […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: