Sebuah cerita biasa…

27 Dec

Aku ingin bercerita padamu, kawan

Sebuah kisah yang sangat biasa dari seseorang yang biasa…

Ia seorang perempuan. Kehidupannya sangat biasa, tidak ada hal istimewa yang harus diagung agungkan darinya. Ia hanya potret seorang perempuan diantara jutaan perempuan di dunia.

Kala itu ia masih berusia remaja. Katakanlah 17 tahun. Masa dimana suasana hati anak seusianya berbunga-bunga. Tahukah kau, apa yang dia rasa? Tidak ada.

Dia memposisikan semua temannya sebagai “teman” dan tidak merasa terusik dengan itu.

Tidak ada yang istimewa, karena ia ingin memiliki banyak teman…

Sempat beberapa mendapat tempat istimewa, tapi kemudian berlalu tanpa beban…

Ia tak peduli dengan kawannya yang mulai merasakan bunga bunga,,

Ia tak ambil pusing dengan cerita kawannya tentang indahnya berbagi,,,

Ia bahagia dengan keadaannya,,

Dan tak pernah berusaha mencari seseorang istimewa,,,

Ini hanya kisah biasa dari orang biasa,,,,

Kala itu usianya jelang 18 tahun.

Ia mulai memasuki kehidupan yang baru.

Keluar dari ruang aman dan menghadapi kehidupan sesungguhnya.

Tak jelas apa yang di depan matanya,

Hingga beberapa kali ia bergerak tak tentu arah.

Plin plan, kata orang…

Ia belum punya tempat berpegang…

Ini kisah yang sangat biasa..

Keluar dari lingkungan amannya, ia ingin kembali..

Tiba tiba sesuatu yang lain tumbuh dalam dirinya..

Sekian lama tak bertegur sapa, membuatnya takjub saat sapanya hadir.

Seseorang biasa tiba tiba menjadi sedikit berbeda di matanya.

Tiba tiba, sapanya menjadi berarti,,

Teguran tak penting menuntut tanggap,,

….

Kisah ini sungguh biasa,,

Sekian lama rasa itu tumbuh,

Mengalir  tanpa pernah beriak atau membadai..

Dinamis yang statis..

Perempuan ini diam, tak pernah memberitahu siapa.

Tak seorangpun tau.

Tidak seorang istimewa itu,

Tidak kakak adiknya,

Tidak orang tuanya,

Tidak kawannya,

Tidak kawan seorang istimewanya itu,

Tidak pula kawan keduanya…

Ia menyimpannya dalam diam..

Bahkan mungkin rasa itu lebih dulu datang sebelum disadarinya..

Ia diam tak pernah mengharap lebih

Tak pernah menuntut balas

Dan tak pernah menampakkannya…

Ia diam,

Sebagaimana diamnya tak mengharap apa apa…

Tak pernah menuntut tau,

Apakah berbalas,

Apakah seorang istimewa itu mengistimewakan ia juga…

Ia diam, bahkan pikirannya pun tenang,,

Hampir hampir tidak ada waktu dihidupnya yang terbuang sekedar memikirkan seorang istimewa itu..

Namun rasa itu tetap mengalir..

Tanpa gejolak,

Tanpa menuntut tanggap.

Ah, kisah ini sungguh biasa.

Masihkah kau mau mendengar, kawan…?

Advertisements

12 Responses to “Sebuah cerita biasa…”

  1. dydy December 27, 2009 at 4:15 PM #

    maksud loe?????
    loe bgt c,Qied,,,truly you,,,,,

    • aqied December 28, 2009 at 1:29 PM #

      ah, aku hanya ingin bercerita kisah yang sangat biasa….

  2. dydy December 27, 2009 at 4:19 PM #

    aku mau dengerin ko,Qied,,,bukan baca,,pegel,,

    • aqied December 28, 2009 at 1:30 PM #

      kawan, sungguhkah kau mau mendengar cerita yang sungguh biasa ini….???

  3. gietha December 27, 2009 at 4:39 PM #

    hihihi..ya..ya..
    aku mau baca aja..denger suka gak fokus…

    • aqied December 28, 2009 at 1:29 PM #

      tunggu kelanjutannya ya, bu
      sekarang author lagi g sehat,,,

  4. aqied December 28, 2009 at 8:54 AM #

    diare kata-kata

    • aqied December 28, 2009 at 1:28 PM #

      encer dan tak berisi,,,
      tapi diare kan kondisi tidak biasa,, jadi gak tepat kalo di komen di sebuah cerita biasa

  5. muhammad sofyan December 28, 2009 at 1:24 PM #

    aqieed aqieeed….. skarang dah gede yaaa

    hehehe’
    tulisannya keren bgt qieed

    • aqied December 28, 2009 at 1:27 PM #

      masih ada lanjutannya, fy….
      tunggu aja ya,,,
      hahaha, tu kan cerita jaman cupu

  6. menk December 28, 2009 at 1:40 PM #

    eummm,,,,,biasaaaaaa,,,ya….bener,,,,biasabiasa,,,,aku suka gak ngeh qid,,klo mke2 bukan bhasa mnusia,,,wkwkkkwkwkkw good,,good

  7. Dyan Ayu December 29, 2009 at 2:53 AM #

    Kisah yang sungguh luar biasa di tengah hingar bingarnya tingkah-polah manusia yang tak jelas. Diam untuk merenung, bstrategi, untuk kemudian melanjutkan hidupnya yang lebih baik, kanapa tidak?!

    Mb tunggu klanjutan kisahmu ya deQ…..
    Luv U 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: