cacaTan PeRjalanan EpS 1

16 Mar

Sudah 19 tahun aku membuka mata, melihat dunia. Sudah sekian kota di Indonesia aku tinggali. Berbagai alat transportasi aku coba. Darat, laut maupun udara. Sayangnya belum pernah sekalipun kucicipi kendaraan dengan jalur khusus. Ya, kendaraan berjalur rel dengan roda besi. Dan inilah perjalanan pertamaku dengan kereta api.

Sebelumnya, aku gak pernah punya bayangan or gambaran situasi di kereta. Gak seperti pesawat yang dulu selalu aku bayangkan sampai kemudian aku merasakan sendiri. Sampai kucoba kereta minimalis yang ekonomis. Simple saja, sebagai mahasiswa ekonomi yang kondisi ekonomis’nya cukup minimalis, kereta yang pertama kali kucoba adalah kereta ekonomi.

Gak tanggung tanggung untuk perjalanan jogja banyuwangi yang kurang lebih 15 jam. Dengan rombongan kurang lebih 30 personel, kami rombongan ekonomis dari FoSSEI jogja telah siap ‘menikmati perjalanan.

EPISODE I, PERJALANAN I

@train

Dari yang aku rasain sejak tanggal 4 maret jam 7.15 WIB, suka duka kereta ekonomi ternyata gak sehoror cerita temen2 yang lebih berpengalaman. Panas, buat aku itu biasa. Rame, Alhamdulillah, masih dalam taraf normal. Jadinya masih tersisa ruang untuk bernafas dengan normal. Duduk sendiri, berhadapan dengan teman seperjalanan di bangku kapasitas 3 orang memang melegakan. Tapi itu gak bertahan lama. 1 jam menikmati keleluasaan, sampai akhirnya satu keluarga muda bergabung bersama kami. Di tambah sebelumnya seorang bapak.

Bosan dengan kesendirian sampai mati gaya,? untungnya gak berlaku buat aku. Setiap yang datang bergabung, selalu aku tanyai tujuannya. Bukan perhatian atau sok kenal, sekedar ingin tau kapan keleluasaan bisa aku kuasai lagi.

Tapi rupanya aku malah ‘dapet lebih’. Bermula dari Pak Hary, bapak beranak 3 yang sering keliling berbagai kota di pulau jawa, banyak menceritakan anaknya. Mungkin karna kami seumuran dengan salah satu anaknya. Atau sekedar mengusir kebosanan atau antisipasi mati gaya. Mulanya si, males ngeladeninnya. Tapi lambat laun, ternyata menyenangkan. At least, aku jadi gak mati gaya di kereta ekonomi yang punya kesan menyedihkan…. Lagi, seru aja denger cerita perjalanannya, juga ekspresi bangga beliau saat menceritakan anak anaknya. Ekspresi bangga seorang ayah pada keluarganya. Mungkin aku memang gak tau realitanya, atau kebenaran dari ceritanya. Tapi yang pasti, kehadiran Pak hari cukup menghilangkan bosan dan mengantisipasi mati gaya ku di kereta. Membuat aku melupakan sejenak ‘keistimewaan’ kereta ekonomi yang otomatis mengurangi jumlah keluhan atas ketidak bersyukuran. Sampai kemudian beliau tururn di Mojokerto.

Keluarga kecil, dengan anaknya yang masih kecilpun, lumayan mengurangi kebosanan. Rekan perjalananku yang cinta batita, menjadikan Intan, nama si teman kecil cukup menjadi aktivitas sendiri. Sampai perginya mendahului kami.

Setelahnya, seorang ibu dengan anak lelaki usia SD. Tapi tak ada yang menarik untuk diceritakan disini. setelah itu ada pula ibu dengan anak perempuan. Sepertinya keduanya cukup kompak. Terlihat dari style si ibu yang berlagak seusia anaknya. Dandanan make up pun tak jauh beda. Sebenarnya, gak ada yang menarik dari keduanya. Tapi si ibu bermake up ini, menertawakan teman temanku yang sedang sholat di kereta. Heran deh, orang beribadah koq di ketawain. . . . aku jadi gak bisa mbaca yang ada dipikirannya itu apa. Termasuk juga apa religion view ibu anak yang aneh itu.

Selanjutnya yudha, fresh graduate mahasiswa MIPA salah satu univ negri di Surabaya ini, bikin pembicaraan agak berat. Bermula dari pendapatnya yang bilang bunga sama dengan bagi hasil. Syariah sama aja dengan konvensional. Entahlah,,apalagi pendapatnya yang dia yakini. Yang pasti, sebenarnya karna ketidak tahuan lah yang bikin pendapatnya seperti itu. Disamping juga karna tidak mencari tau. Selanjutnya, aku gak terlalu tertarik karna rekan perjalananku lebih nyambung dengan pembicaraan mereka.

Tapi, sedikit terima kasih aku ungkapin disini khusus untuk Yuda. Karna pemberitahuan darinya lah, kita gak jadi terancam salah mendarat. Sebelumnya, instruksi yang sedikit melenceng dari panitia ICON!, nyaris menyesatkan kami yang 30 orang.

Hingga akhirnya kami berhasil turun di pemberhentian terakhir, di tempat yang tepat. Stasiun berjudul ‘BANYUWANGI BARU’ yang kami tak tahu yang akan terjadi beberapa hari setelahnya. Waktu menunjukkan pukul 22.30 WIB, Tinggal selanjutnya kami mencari tau kemana langkah kan di ayun selanjutnya….

Advertisements

2 Responses to “cacaTan PeRjalanan EpS 1”

  1. bozcoles May 13, 2009 at 10:20 PM #

    numpang lewat mbak qieed….

    • aqied May 19, 2009 at 2:26 PM #

      hoho,,
      kirain siapa…
      ternyata….
      welcome dee.,,,
      maaf ni jarang di update,,
      keseringan ngisi yang di fesbuk…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: