Archive | August, 2008

Indonesia dan Ekonominya

24 Aug

Saat ini, sistem perekonomian dunia, khususnya negara kita, Indonesia bisa dikatakan sedang terpuruk. Nilai tukar rupiah yang tidak kunjung menguat, menunjukkan kelemahan daya saing Indonesia di Pasar Global. Mengapa demikian? Sistem Ekonomi yang saat ini diterapkan Indonesia dan banyak negara-negara lain di Dunia adalah sistem ekonomi konvensional, sistem yang dibuat oleh dan untuk manusia yang kurang lebih ditujukan untuk menyejahterakan manusia yang berekonomi kuat atau kaum kapitalis saja. Berbeda dengan sistem ekonomi Islam, yang dengan jelas dan nyata bersumber pada AlQuran dan Hadits. Pembuat sistem ekonomi Islam adalah langsung dari Sang Pemilik Manusia yang sangat mengerti seluk beluk manusia dan memahami apa yang perlu dilakukan manusia untuk mencapai kesejahteraan bersama. Sehingga sangat jelas bahwa sistem ekonomi Islam jika diterapkan dengan benar dan sesuai dengan sumbernya akan membuahkan kesejahteraan yang sebenar-benarnya.

Tidak hanya dari sumbernya, perbedaan lain dalam kedua sistem ekonomi ini terletak pula pada kurva konsumsi. Konsumsi pada sistem ekonomi islam terdapat tambahan untuk zakat, infaq, dan shodaqoh (ZIS). Sesuatu yang tidak ada pada ekonomi konvensional. Terlihat sudah dengan jelas bahwa sistem ekonomi Islam cenderung lebih memperhatikan aspek kesejahteraan bersama dan solidaritas dibanding ekonomi konvensional yang cenderung egois dan berpihak pada kapitalis saja. Padahal, dengan ketertiban zakat, infaq, dan shodaqoh, keharmonisan hubungan antara kaum Muzakki dan Mustahiq pun akan terjaga. Sehingga perilaku menyimpang akibat dorongan ekonomi dapat terminimalisir.

Sayangnya, dari sekian banyak masyarakat muslim Indonesia yang benar-benar memiliki kesadaran untuk tertib membayar zakat dan rajin berinfak masih sedikit. Keinginan untuk menimbun harta sebanyak-banyaknya berbanding lurus dngan keengganan untuk berbagi. Sesuai dengan hukum ekonomi yang menyatakan bahwa keinginan manusia tak terbatas, maka segala cara ditempuh untuk memperbanyak harta. Jika demikian, bagaimana mungkin akan timbul semangat berbagi kalau harta yang didapat saja bukan dari jalur yang halal. Padahal, dengan kemajuan teknologi, telah dibuat cara-cara praktis untuk berzakat. Bahkan kini telah dipraktekkan zakat melalui sms yang jelas memberti kemudahan. Tetapi, hal ini tidak merubah keengganan tersebut.

Permasalahan lain ZIS terletak pada pengalokasian dananya yang cenderung memberi kesejahteraan melalui kemudahan berkonsumsi. Kurang lebih hanya sekedar bantuan sementara dan layanan fasilitas gratis untuk masyarakat kurang mampu. Seperti yang menjadi salah satu produk dalam lembaga-lembaga distributor ZIS di Indonesia, misalnya, ambulance dan mobil jenazah gratis, sekolah gratis,  bantuan korban bencana, dan lain-lain. Fasilitas gratis seperti ini memang sangat membantu golongan Mustahiq. Karena dengan itu, kondisi masyarakat yang terdesak dapat terbantu. Akan tetapi, apakah mereka akan selalu bergantung pada ke’gratis’an tersebut? Sampai kapan?

Masyarakat mampu yang tertib berzakat diketahui jumlahnya tidak banyak sementara kaum miskin yang merasa berhak untuk mendapatkan haknya sangat banyak, hingga akhirnya banyak kaum miskin yang tidak mendapatkan haknya. Sebagaimana yang terjadi pada bulan Ramadhan 1428 H kemarin. Kekhawatiran para penerima zakat akan habisnya zakat yang akan dibagikan kepada mereka menjadikan pembagian zakat menjadi ajang rebutan dan tidak jarang saling sikut dan menjatuhkan orang lain yang dianggap sebagai pesaingnya. Akibatnya, korban yang berjatuhan tidak sedikit. Bahkan ada pula anak kecil yang belum cukup umur   yang pingsan di tempat pembagian zakat. Kondisi seperti ini tidak hanya terjadi di satu titik. Tetapi sebagian besar titik-titik pembagian zakat fitrah di seluruh Indonesia. Menunjukkan bahwa betapa banyak masyarakat Indonesia yang berada dibawah garis kemiskinan dan merasa sangat terbantu dengan zakat, sampai saling menjatuhkan sesama rekannya.

Ada juga golongan kurang mampu yang lantas menggantungkan diri pada  kebaikan dan kemurahan hati orang lain yang kemudian menyebabkannya menjadi bermalas-malasan. Dengan terbantunya dengan kemurahan hati dan kebaikan orang lain sehingga keinginan untuk menjadi lebih produktif pun makin lama makin menipis dan akhirnya hilang sama sekali. Sebagaimana yang terjadi pada mereka yang hidup dan tinggal bersama di lingkungan masyarakat yang berjiwa sosial tinggi. Dalam kondisi seperti ini, pengalokasian dana ZIS menjadi tidak efektif dan  kurang mendidik kemandirian. Bahkan bisa dikatakan simbiosis parasitisme antara si kaya dan si miskin.

Dengan dana ZIS yang ada, mengapa tidak dicoba untuk mendidik kemandirian dan produktifitas mereka saja?

Kendala yang seringkali dianggap menghalangi produktifitas golongan tidak mampu terletak pada masalah finansial. Sulitnya mendapatkan bantuan untuk suntikan modal menyebabkan usaha kecil dan keinginan untuk mandiri menjadi terhenti. Pinjaman lunak yang bisa digunakan untuk mempermudah pengembangan usaha mandirinya tidak mudah untuk didapat. Kesulitan seperti ini tidak jarang menenggelamkan kembali semangat untuk mandiri dan akhirnya kembali menggantungkan diri pada fasilitas gratis dan  bantuan-bantuan dari pihak lain. Akibatnya, golongan seperti ini statis dalam kondisi sulit mereka. Dalam situasi seperti inilah ZIS dapat menjadi solusi.

Bagaimana agar dana ZIS dapat menjadi investasi jangka panjang yang tidak hanya sekedar memberi kesejahteraan yang sifatnya sementara saja. Dengan ini masyarakat tidak mampu pun menjadi terbantu secara jangka panjang pula. Dalam kasus ini, bantuan untuk modal dan biaya operasional dalam bentuk pinjaman lunak atau bantuan cuma-cuma khusus rakyat miskin, dapat menjadi pemicu kaum tidak mampu untuk bangkit dan keluar dari kesulitan finansialnya. Dengan pengalokasian yang seperti ini, kaum tidak mampu menjadi lebih produktif dan mandiri serta terangkat derajat sosialnya. Tidak hanya itu, kaum papa juga semakin terlatih untuk menjadi enterpreneur.

Dengan adanya sistem seperti ini, pengusaha kecil bahkan yang paling kecil sekalipun dapat mengembangkan ketrampilan dan usahanya tanpa khawatir menghadapi kendala finansial. Dan penghasilan tetap yang didapat, sedikit banyak akan membantu masyarakat tidak mampu.

Permasalahan yang mungkin akan timbul adalah, kemungkinan penyalahgunaan bantuan ini untuk tujuan yang tidak sesuai. Untuk itu, dari awal transaksi, perlu diadakannya perjanjian bahwa dana yang akan diberikan tersebut benar-benar untuk sebuah usaha dengan pengembalian dapat diangsur atau dibayar kembali tunai melalui hasil keuntungan dari usaha yang dijalankannya tersebut.

Sistem ini telah terbukti berhasil mengentaskan masyarakat miskin dan meningkatkan kemandirian sebagaimana yang terjadi di Bangladesh. Muhammad Yunus, dengan…………… bank nya, mampu mengangkat masyarakat miskin menjadi lebih produktif. Dari situlah Beliau mendapat penghargaan Nobel tahun 2006. karena dengan bantuan modal lunaknya untuk membiayai masyarakat miskin, dalam kasus ini kebanyakan wanita, ribuan anak-anak tidak mampu dapat menikmati bangku pendidikan. Banyak kaum wanita atau para ibu menjadi produktif dan terlatih untuk  menjadi enterpreneur. Problem kemiskinan pun dapat terpecahkan.

Bagaimana dengan Indonesia????????????

diSTribuSi

24 Aug

disampaikan pada mata Kuliah:

TafSir Ekonomi

di ISLAMIC BANKING SCHOOL YOGYAKARTA

Dalam perekonomian modern, tidak dapat dipungkiri bahwa distribusi merupakan sector penting dalam aktifitas perekonomian. Distribusi, termasuk distribusi pendapatan dan distribusi kekayaan, baik yang melalui aktivitas yang bersifat ekonomi maupun social. Distribusi sangat kental dalam perekonomian Islam.

Menurut Muhammad Anas Zarqa (1995)1 terdapat beberapa factor yang menjadi dasar distribusi (atau redistribusi); tukar menukar (exchange), kebutuhan (need), kekuasaan (power), system social dan nilai etika (social system and ethical values). Anas Zarqa melihat begitu pentingnya memelihara kelancaran distribusi agar tercipta sebuah perekonomian yang dinamis, adil dan produktif. Contoh jelas dari urgensi distribusi dalam Islam adalah eksistensi mekanisme zakat dalam ekonomi.

Islam menjunjung tinggi hak individu atas kepemilikan terhadap sesuatu, namun karena mekanisme kepemilikan tidak dapat dilakukan oleh semua individu, bahwa orang yang berkuasa, berkeahlian tertentu, akan mendapatkan “kelebihan” yang dapat saja mengarah kepada “kecenderungan menghambat pemerataan kesejahteraan”. Karena itulah diperlukan system yang menjamin terjadinya distribusi atau redistribusi dalam perekonomian. Ingatlah tentang kelebihan karunia Allah yang diberikan Allah kepada sebagian hamba-hamba-Nya. Pelajari, ayat-ayat berikut; an-Nisa(4): 32, an-Nahl(16): 71, an-Naml(27): 15, al-Isra(17):70, al-Jasiah(45):16, ar-Ra’d(13): 4

Dalam Islam penjaminan kelancaran distribusi ini sudah disistemkan melalui prinsip-prinsip atau ketentuan-ketentuan syariah, misalnya kewajiban menjalankan mekanisme zakat dan mekanisme aktivitas perekonomian yang diatur oleh syariah.

Dari perspektif lain dalam dunia usaha (ekonomi riil) kegiatan distribusi dapat juga diartikan sebagai usaha melancarkan penyebaran sumber daya sehingga kesejahteraan dapat merata dirasakan. Artinya distribusi terjadi karena aktifitas ekonomi, seperti kegiatan jual-beli dan dunia kerja (reward and effort). Bahkan pelaku distribusi kini telah menjadi pelaku ekonomi dominan di samping konsumen dan produsen. Karena itulah, ekonomi Islam menempatkan secara strategsis terhadap posisi sector ini dalam mekanisme perekonomiannya.

Wahai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-haknya dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan.” (Hud(11) : 85)

Fungsi distribusi dalam aktifitas ekonomi pada hakikatnya mempertemukan kepentingan konsumen dan produsen dengan tujuan kemashlahatan ummat. Ketika konsumen dan produsen memiliki motif utama adalah memenuhi kebutuhan maka distribusi sepatutnya melayani kepentingan ini dan memperlancar segala usaha menuju ke arah motif dan tujuan ini.

Aktifitas usaha distribusi ini kemudian dituntut untuk dapat memenuhi hak dan kewajiban yang diinginkan oleh syariat bagi konsumen dan produsen. Dengan demikian, aktifitas distribusi sebaiknya sejalan dengan motif dan tujuan utama dari aktifitas produksi dan konsumsi, yaitu pemenuhan kebutuhan masyarakat luas dengan landasan kemaslahatan. Kebutuhan utama adalah kebutuhan dasar atau pokok yang harus menjadi prioritas utama untuk dipenuhi dari perekonomian yang dijalankan produsen, konsumen dan distributor. Pemenuhan kebutuhan dasar dan penjaminan kelancarannya dalam perekonomian menjadi faktor penentu kestabilan ekonomi, politik dan sosial dalam kehidupan manusia.

Disamping faktor penjaminan distribusi yang dilakukan oleh mekanisme syariah melalui zakat dan lain-lain serta mekanisme ekonomi melalui aktivitas perekonomia seperti jual-beli, reward and effort, peran pemerintah atau negara juga tidak kalah penting dalam memastikan dan menjami kelancaran distribusi ini. Negara memiliki banyak pilihan berupa kebijakan atau instrumen untuk menjamin agar distribusi dapat berlangsung secara baik.

Bahasan Ayat

Pelajaran ayat-ayat di bawah ini dan ayat-ayat lainnya;

Berdasar urutan dalam mushaf adalah ayat-ayat di bawah ini adalah sebagai berikut; Al-Anfal(8): 1, at-Taubah(9): 60 al-Isra’(17): 12, al-Hadid(57): 7, al-Hasyr(59): 7,

Sedangkan berdasarkan kronologis turunnya surat-surat dalam al-Qur’an adalah sebagai berikut;

al-Isra’(17): 12 [ ], Al-Anfal(8): 1[ ], al-Hadid(57): 7, [ ]

al-Hasyr(59): 7 [ ], at-Taubah(9): 60[ ]

Dari urutan demikian dapat disimpulkan pemahaman; Allah telah menyediakan waktu siang dan malam yang beredar terus menerus sebagai media mencari nafkah. Bahwa harta yang didapat (ghanimah dan lain-lain) adalah milik Allah karena kemenangan atau perolehan atas harta itu atas karunia Allah. karena itu nafkahkanlah dari apa yang kamu peroleh. Mengapa? Agar tidak terjadi penumpukan harta di kalangan tertentu. Kepada siapa didistribusikan nafkah atau zakat itu, yaitu kepada 8 asnaf sbagaimana di sebutkan dalam ALQUR’AN…..

1 Muhammad Anas Zarqa, Islamic Distributive Scheme, Readings in Public Finance in Islam, (Edited by Mahamoud A. Gulaid & Mohamed Aden Abdullah), Islamic Research and Training Institute (IRTI) – Islamic Development Bank (IDB), Jeddah, Kingdom of Saudi Arabia, 1995, pp. 181-184.

pORsi LebiH…………!!!!

24 Aug

<!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

Hamasah yng sunYi………….

13 Agustus 2008

22.44 Waktu Komputerku

Aku gak tau, suasana hatiku sekarang sperti apa………..

Tapi aku ga biSa mbohongi, sebagai manusia, tak ada yang mampu berlaku ADIL……………….

Ada porsi tertentu tuk hal istimewa……..

Experience is the best teacher

Aku percaya ungkapan itu………………

Tapi bagaimana, jika yang dihadapi adalah hal baru bagi personal………..????

Hidup ini semakin kompleks.,

Ku gak bisa nutup mata melihat kenyataan yang sekarang ini,,,,

Yang kupikir, dan kuresapi pun tak lagi sama dengan sebelumnya………….

Peresapan ini mulai mendapat perhatian sejak ku mendengar sendiri, sebuah topik yang banyak menjadi kontoversi berbagai pihak…..

Awalnya aku gak ngira kalau sebuah Fakta seperti ini yang akan berbicara…

Sampai akhirnya aku sadar, , ,

Dihadapkannya aku dengan berbagai keberagaman ini, mengikis ke’Tak percayaan’ku sebelumnya………

But it’s OK……!

Sampai kini…………

Seharusnya setelah aku pelajari, aku dapat menentukan sikap yang baik Saat menyambut kehadirannya………….

Tidak seperti saat ini….

Saat Ia hadir,,,

Tak ada alasan pasti dan rasional mengapa harus dua yang muncul….

Awalnya aku gak sadar,,,

Dan tak mau mengakui kehadirannya

Tak cukup dengan itu, aku berusaha mencari deSinfektan terbaik tuk lenyapkan kehadirannya…………

Sampai ia tak lagi semu………….

Tak lagi maya………

Tak lagi bayang-bayang belaka………….

Namun ku tak (belum) mampu…………..

Porsi istimewa, menjadi nYata…………

Materi dan kata yang tersia-siakan menjadi kebutuhan, dan ketika terhenti, porsi Lebih tuk kekhawatiran menanjak…………

kesempaTan LangKa yang sempat diharapkan, tak lagi terjadi. Bahkan terlewatkan…………..

nada Aneh yang menjadi Indah saat penampakannya….

Bahkan tuk sekedar meyakinkan saTu WuJud pun, aku tak mampu………

Sekedar menjadi penonton, aku tak punya kesempatan…..

Tapi……………..

Berulank kali aku coba tuk men-delete………

Bertanya pada hati-ku…

Kenapa….????????????

…………………………………………………………………………………….????

Porsi ini tak Lagi fiktif…….

Penantian tampilnya kata tak terucap, walaupun tak penting, menjadi rutinitas permulaan hari………

Merasa ada yang kurang bila tanpanya……………

Walau sangat sedikit kata yang terucap, , , ,

Kata tak terucap itu sudah cukup tuk sebuah penerbangan……….

Kesempatan itu selalu ada dan wujudnya nyata……….

Kalau kau Tanya, Analisis SWOT apa yang mnejadikannya memiliki porsi lebih…?

Aku tak Tahu………………

Yang aku Tau, keduanya mungkin lebih berpotensi tuk merakit TNT atau menguasai Air dan robohkanku………………

Aku tak tahu, apa NAMA hal isitimewa ini,,,,

Yang aku tau, ada porsi lebih dalam Hatiku……..

Dan aku gak bisa bohongi itu……….,,,,,,,,,

23.24 waktu Komputer ini

iT’S ovEr………..!!!

24 Aug

<!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

Yupz….

Dia sLalu dateng terakhir……

sTela nJalanin…..

baru ada keSadaran n SesaL yang menyEruak…………

dan sTiap Langkah awaL adalah Penentuan

so, jangan Sampe ngambiL langKah awaL yang saLah……..!

ni sbuah WARNING yang berlaku buat sapa aja

hari itu,

gak ada yang salah sebenarnya…

hanya saja, ternyata memang benteng ini gak cukup Kuat

hingga ketika tiba saatnya ia diterjang, tak mampu tuk bertahan pertahanan utama yang selama ini berasa membanggakan,

ternyata gak ada apa-apanya…

benteng itu terlalu rapuh

bahkan hanya tuk satu deburan ombak saja…

tak perlu pake TNT apalagi Tsunami…..

disentil dikit aja udah roboh………..

bermula dari beberapa bulan lalu, sebuah pernyataan tak terungkap dimaksudkan tuk perbaikan diri….

namun, apa daya

medan magnet lain menarik jauh lebih kuat

hingga ia tak kuasa berdiri tegap…..

T_T”

Mungkin, memang tiada kata ‘merasa cukup’ dalam berbuat kebaikan…..

Tiada garis Finish tuk sebuah perbaikan

Bagaimana tidak………….

Yang diAtas tak pernah memberi Limit tertentu tuk berbuat baik, ataupun menjadi lebih baik…

Dan Hari itu, menjadi bukti

Akhir dari rasa bangga, merasa sudah cukup memperbaiki diri, sampai kemudian trjerumus dan GaGal lagi…..

Gak ada yang bisa dibanggakan, karna memang yang dilakukan sebelumnya adalah “NOTHING” belum ada apa-apanya……….

Hari-hari yang lalu, ke-nyarisan-kenyarisan muncul berganti-ganti………

Bagai deburan ombak lembut membelai benteng rapuh……….

Tentu saja benteng itu masih terlihat kokoh, setidaknya untuk saat itu….

Dan Rasa Bangga itu, terlalu tinggi…

Seakan menang berhadapan dengan Tsunami……..

Huh……!

SUNGGUH MEMALUKAN…….!

Dan Terbukti,

saat pertahanan iTu RUNTUH, RONTOK, GAGAL, dan BERAKHIR…..

iTs OVER………….!

HanCur oleh kegeLapan dan keLeLahan…..

Tapi di ToPengi dengan BELAS KASIHAN……….!!!

Apa-Apaan iTu….???????

Bukannya memPerbaiki, maLah menyaLahkan keadaan yang gaK ada Hubungannya………….!!!!!

Mana BenTeng Yang membanggakan?

Mana benteng Kokoh?

Mana Pertahanan TingkaT tinggi??

Apa sih yang KAU PUNYA………..????

Apa sih Yang bisa Kau Banggakan??????

Gak Ada………..!?

MEMALUkAN…..!!!!

TEKAMUNAS REMINISCENT 2008

6 Aug

jujur, walopnm akhirnya acara yang udah di usahakan berhasil terlaksana, masih banyak uneg-uneg ketidakpuasan aku atas reuni kmaren….

ex: kputusan pas plantikan koor Regional kmaren diputusin tiba-tiba tanpa aku dan sebagian besar temen2 tau, ada musyawarah sebelumnya pa gak….

tiba-tiba aja udah diangkat.

efisiensi waktu n perdebatan sih…

tapi apa gunanya di bikin judul MUSYAWARAH NASIONAL kalo yang bermusyawarah gak seluruh Indonesia….

kalo menurut aku sih, koor regional tuh ya sedikit gak masyalah lah, kalo di tunjuk tiba-tiba (gak pake musyawarah)

tapi, kalo masalah Koor Umum nya tuh Looo………

masa ngangkatnya kaya gak niat gitu…

paling gak kalo bis di tunjuk, di tawarin dulu ketemen2, “STUJU GAK…?????”

baru deh diputusin….

gak asal gitu………..

kedua, tentang REUNI AWARD…

kmaren sih ada guyon-guyon temen-temen, kalo paling gaK ada nominasi, gitu Looh………

masa tiba-tiba langsung di angkat penghargaan gitu…..

kan lucu, gak ada yang ngerasa milih koQ tiba-tiba di nobatkan……….

trus, apa lagi ya…….???????

oh ya….

usul aja deh…

rekomendasai buat selanjutnya……..

kalo emang qita mau bikin REUNI AWARD, di bikin lah Quesioner n disebar ke temen2 smua…

siapa yg paling galak, baik, pelit, atau apalah.

Couple oF The Year juga gak pa pa….

kan malah lebih asyik n mnurutku c menarik..

karna hasil penobatan tuh berdasarkan polling temen2 semua. Nyata gitu Loh.

ya.. kemaren dadakan sih yakZ, jdi maklum deh kalo tiba-tiba langsung penobatan………

gitu juga tentang KOOR UMUM……………….

gak asal tunjuk, di daulat, Jadi deh…

Feel’nya kurang dapat………….

ada yang sTuju gak ma pendapatQ?

maaf Lho kalo ada pihak yang tersinggung…………

%d bloggers like this: